Ada saatnya jauh, jauh menjauh dan lupa. Ada saatnya dekat, mendekat semakin rapat.
Sayangnya Dia bukan teman yang jika kau menjauh hanya datang saat perlu maka kau akan di benci. Dia sungguh baik. Ketika menjauh dari Nya, maka Dia akan memberi peringatan, mengingatkan dengan caraNya, agar mendekat, agar ingat. Bukan di cuekin, di jauhin, di jengkelin, dsb.
Apa masih bisa tidak bersyukur?
Apa masih bisa terus menjauh? Ketika jauh, didekatkan, jauh lagi, didekatkan lagi. Nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang kamu dustakan?
Adakalanya naik meninggi, sangat tinggi. Adakalanya turun merendah, rendah sekali. Tapi Dia, merindu mu, suatu saat Kau merindukannya juga. Rindu mana lagi yang lebih syahdu dari merindukanNya?
Tangisan yang mengalir itu melelehkan hati yang dalam. Rintihan lembut itu menggema di dalam dada. Riuhnya jiwa yang merindu memecah heningnya malam. Saat wajah ini tertunduk malu. Memejam membayangkan segala perlakuan. Menitihkan tetesan segala kesalahan. Bersujud merendah untuk mendekat. Berpasrah pada siapa lagi? Tiada yang lain, hanya pada pemberi rahmat, Allah.
Mendekatlah, jangan menjauh.