"Kita pernah dekat, tapi tak pernah benar-benar sampai."
seen from United States
seen from Italy

seen from Malaysia
seen from United States
seen from T1
seen from Switzerland
seen from China

seen from T1
seen from Italy
seen from Australia

seen from Switzerland
seen from Malaysia

seen from India
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Ukraine

seen from Australia
seen from United Kingdom
seen from Italy
"Kita pernah dekat, tapi tak pernah benar-benar sampai."
Bagiku "dekat" bukan berarti yang selalu terlihat bersama, tapi yang ketika bersamanya kamu merasa bebas menjadi dirimu,menceritakan semua hal tanpa takut disudutkan dan diumbar.
Menyesakkan seperti langit yang runtuh. Harus berpisah dengan orang yang kita sayangi. Berpisah karna sama-sama menginginkan. Atau berpisah karna keadaan yang sama-sama tak diinginkan.
Shelter
Entah apa yang akan terjadi ke depannya, untuk sementara aku bisa bilang bahwa saat ini aku menemukan dan ditemukan.
Seseorang yang aku bisa ngobrolin hal apa aja, mulai dari hal sepele sampai hal berat tentang hidup. Seseorang yang jawaban dan responnya bisa cukup memuaskan rasa haus penasaranku. Kadang bisa ketawa, sedih, tapi lebih banyak tertegun.
Seseorang yang kayak cermin dan gak perlu effort terlalu gimana gimana untuk bisa memahami dan saling mengisi, karena gaperlu ada yang diisi. Kami sudah penuh dengan kisah kisah masa lalu, luka, pembelajaran, dan tentunya masih terus memupuk harap. Bukan berharap menjadi satu, tapi harap untuk sembuh.
Seseorang yang tanpa disengaja bisa punya cukup banyak persamaan. Persamaan yang dengan anehnya bersikeras dipatahkan karena setelahnya kami malah berusaha mencari perbedaan. Seseorang yang asing, walau sebenarnya gak benar-benar asing. Sebaliknya, bisa dibilang cukup dekat.
Kami bertemu. Dipertemukan oleh takdir yang bahkan gak dibayangkan akan hadir dengan cara seunik ini. Aku gak berharap apapun, itu juga hal unik lainnya. Sesederhana bisa ngobrol dan dapat sudut pandang baru sudah lebih dari cukup.
Kami seperti shelter satu sama lain, tempat mengobati luka dan bercerita hal hal yang tidak bisa diceritakan dengan mudah ke orang lain.
Alhamdulillaah ala kulli hal.
Surat Untukmu #17
Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah anak kecocokan jiwa, dan jika itu tidak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan milenia.
–Kahlil Gibran–
Bukan siapa yang paling sering bertukar kabar, bertanya sedang apa, dan interaksi yang lancar. Cinta hadir karena-Nya, lengkap dengan teka-teki pertanyaan "kenapa harus dia?"
Terkadang kita tidak pernah menemukan alasannya, karena cinta memang anak kecocokan jiwa. Hanya hati satu sama lain yang bisa merasakan, yang tahu bahwa dia orang yang tepat. Sekalipun alasannya sering kali tak bisa diterima...
Bisa jadi memang tak ada jawabannya, karena kita telah dibuat cocok walau tanpa pernah tahu serba-serbi tentang kita yang lebih dalam. Begitulah, hadir nya cinta memang terlalu rumit untuk diketahui asal-usul nya...
lingkar
mungkin manusia punya kriteria saat membentuk lingkungannya. mungkin manusia memilih dan menempatkan sesuatu sesuai dengan ritme yang disukainya.
mungkin manusia punya banyak upaya untuk menentukan pilihan. karena itulah yang terpilih menjadi sangat berarti. begitu berartinya hingga diharap selalu menjadi yang terdekat.
beberapa yang dianggap erat akhirnya dijajarkan hingga tampak melingkar, meski tidak bergandengan. karena itulah sebagian tidak sadar telah berada dalam lingkaran.
dan, ya, lingkarnya selalu tidak bisa dipahami sebab dan waktu terbentuknya.
Kadang Tuhan memberi masalah bukan karena membenci kita tapi ingin memanggil kita biar lebih dekat lagi dengan-Nya.
Sebab apa kamu mengharapkan yang jauh? Sementara yang jauh, tentu saja memilih yang dekat?
–manusiapencaribahu