Mental Kuat, 7 Cara Menjaga Kesehatan Psikologis Masa Kini

seen from United Kingdom

seen from China
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Peru
seen from Kuwait
seen from Yemen
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from Uzbekistan
seen from Netherlands
seen from India
seen from China
seen from Maldives
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
Mental Kuat, 7 Cara Menjaga Kesehatan Psikologis Masa Kini
| MOTIVASI | . Kita harus mempunyai mental yang kuat untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi, begitu pula agar bisa menjadi orang sukses diperlukan mental yang kuat. . Untuk itu agar setiap orang memiliki kemampuan menghadapi persoalan atau masalah diperlukan mental yang kuat. Mental yang kuat adalah mental yang bisa bertahan dari apapun cobaan yang terjadi, tentunya yang diperlukan adalah selain mental kuat tapi juga baik. . Dengan mental yang baik seseorang bisa bertahan walau apapun yang terjadi, untuk pembentukan mental yang baik tentu harus bisa mengetahui langkah-langkahnya. . . Source:kompasiana.com . . #mental #mentalkuat #mentaldiri #mindset #mindsetlife #motivasi #motivasihidup #positifthinking #positivelife #positivevibes #positivity #positiflife #motivasimindset #dayoflife #problemsolving #life #mindsetideal #polapikir #mindsetkuat https://www.instagram.com/p/B67SLM4h6TK/?igshid=q7u8zp45i97o
pemahaman terdalam dan terbaik diberikan oleh pengalaman hidup sendiri. Dan terkadang prosesnya menyakitkan.
Beruntunglah yang hidupnya tak harus belajar melalui pengalaman yang dialami sendiri. Namun bersyukurlah bagi orang-orang yang harus melaluinya. Karena pemahaman itu akan menghujam di dalam hati dan pikiran.
Kau tahu, orang-orang yang menjadi pembelajar sangat mengerti akan hal ini. Mereka belajar dari pengalaman pahit untuk mengenal rasa sakit.
Di dunia ini, ada dua tipe orang dalam menghadapi pengalaman pahit.
Yang pertama, kalau kau ingin tahu, rasa sakit itu jelas sekali sangat menyiksa. Dan dia tak ingin hanya dia yang merasakannya. Akhirnya dia menghadirkan rasa sakit itu ke diri orang lain. Kita mungkin mengenalnya dengan balas dendam.
Yang kedua, dengan rasa sakit yang sungguh menyiksa. Namun dia sangat sadar betapa sakitnya kepahitan yang dialaminya. Maka dia bertekad untuk tidak akan pernah membiarkan rasa sakit itu hadir di diri orang lain. Khususnya dia benar-benar tidak akan membiarkan dirinya menjadi pelaku yang menghadirkan rasa sakit itu di diri orang lain.
Kau tahu bedanya?
Orang kedua itulah sosok para pembelajar sejati. Dia telah mendapatkan pembelajaran mendalam dari pengalaman pahitnya untuk menjadikannya lebih baik dari orang-orang yang menyakitinya.
Bandung, 15 November 2015
ningning