Menurunkan Kriteria?
Katanya, wanita umur 25 itu sudah masuk rawan. Rawan pertanyaan, rawan desakan, dan rawan pada yang perawan. Haha.
Kemarin, guru saya nanya umur. Saya jawab lah, lalu beliau bilang.
Tun, nunggu yang kaya gimana? Ayo cepetan nikah. Kalo udah lebih dari 25 mah ntar kriteria malah turun. Udah jangan kebanyakan kriteria!!
Kaget lah saya. Lah, kok gitu? Ada part yang tidak saya 'iya' kan. Karna menurut saya, tidak ada hubungan antara kriteria dengan bertambahnya usia kita. Misalnya, kriteria saya ingin yang bisa ngaji minimal ya, karna saya butuh imam, bukan hanya kepala rumah tangga. Eh karna umur saya didesak untuk menikah, maka saya akan menerima siapapun dengan mengesampingkan kriteria yang dari dulu saya pegang. Bagi saya, kriteria itu penting. Agar kita bisa mempertanggungjawabkan apa yang menjadi tolok ukur kita memilih. Jadi, ada alasan kuat mengapa kita memilih seseorang untuk jadi pendamping.
Perihal kriteria, wajar bila seorang wanita/pria punya kriteria subjektif yang ia bangun dalam dirinya. Untuk apa? Untuk saling.
Yang kelak dari saling melengkapi, saling memahami, saling melindungi, sampai pada saling menurunkan ego sendiri.
Perihal jangan memasang kriteria ketinggian dong. Oh jelas ini sangat subjektif. Tapi menurut saya apakah salah jika saya atau kita sebagai wanita menginginkan imam yang bisa mengimami saat sholat, membimbing saat mengaji, dan sebagainya. Dimana landasan terkuatnya adalah agama. Bukan lain-lain. Apakah ini termasuk kriteria yang menyulitkan bagi seorang imam alias pemimpin keluarga? Rasa-rasanya tidak, kalau memang sudah 'melatih' atau 'membiasakan' sejak dini. Tak perlu repot-repot membuat topeng 'sholeh/sholehah' dihadapan manusia, kita biasakan untuk dan karna Allah.
Nunggu apa dong?
Nunggu yang serius. Bukan ngajak sekedar ngajak, bukan janji sekedar janji. Tapi menunggu dan mencari yang mau diajak belajar. Belajar bareng bagaimana berumah tangga dengan jalan menikah. Tsaah. Dan sejauh ini, saya sedang ikhtiar. Dan ikhtiar itu bukan hanya untuk lelaki, tapi wanita. Ingat ya, wa.ni.ta.
End.
Wagelaseeeh tulisan malam ini wkwk.
Saya sambil berdoa buat kita, semoga disegerakan diwaktu yang tepat bersama orang yang tepat. Aamiin.
Dulu sih, suka nulis target nikah tuh inginnya umur 25. Hha. Tapi Allah yang Maha Bijaksana. InsyaAllah. Dan jangan bosan untuk menjadi baik, itu saja dulu.













