19.
Jika nanti saya benar-benar jatuh cinta~
Ternyata cinta juga atas kehendak-Nya. Bukan melulu tentang Jodoh yang akan Allah kehendaki untuk kita kedepannya.
Kuakui kehendak-Nya perihal cinta juga ada. Buktinya setelah terhitung 2 tahun mengenalmu, kenapa akhir-akhir ini saya baru merasakan perasaan aneh jika sedang berada di dekatmu? Padahal kemarin-kemarin rasa ini hanya lah perasaan biasa saja bahkan jika kita duduk bersebelahan, mengobrol ringan, dan sebagainya. Itu karena kehendak-Nya mungkin.
Sebelum tidur, kadang kala saya bertanya ke diri sendiri, kenapa harus kamu? Ada apa dengan saya? Dan salahkah jika saya mencintaimu sekarang?
Sebenarnya juga terlalu cepat jika saya menyimpulkan kalau ini "cinta". Tapi saya juga tidak bisa mengelak kalau sebenarnya itu "bukan cinta". Alasan kenapa saya katakan cinta karena diri ini telah lepas kendali padamu. Saya ingin selalu melihatmu, menemuimu, bersebelahan denganmu, dan membantumu apapun itu.
Kamu adalah kamu. Orang baik yang mampu membuatku merasakan jatuh cinta lagi.
Untuk diri saya pribadi yang kembali merasakan cinta meski tak tahu apakah ini the real of love yang tulus atau bagaimana, Setidaknya saya bangga pada diri sendiri perihal bagaimana cara saya bisa memilih untuk mencintai orang yang seperti apa.
Untuk diri saya yang tak tahu apakah ini the true of love atau hanya perasaan sesaat yang kumiliki, jangan lupa terus membatasi diri. Menyukai duluan bukan hal yang aneh tapi jangan pernah berlebihan dan melupakan kodrat seorang wanita. Wahai diri, cintailah dia sewajarnya. Jadikan pengalaman kemarin dalam mencintai seseorang secara diam itu tidak akan pernah mengahadirkan kebahagiaan. Hanya rasa sesak yang tidak tahu harus diceritakan kepada siapa.
Disudut kos ini, saya menulisnya dengan perasaan yang tidak baik karena saya telah berani menulis tentangmu. Dan ternyata jika nanti saya benar-benar jatuh cinta padamu, maukah kamu menerimaku apa adanya?
Basecamp, 24 Oktober 2022.












