MENGETIK DENGAN MESIN TIK TUA
Sebuah pengalaman yang menyenangkan dapat mencoba menulis beberapa surat menggunakan mesin Tik tua, mesin itu milik kakek ku yang baru dibuka dari tempat penyimpanan barang-barang butut di gudang .
Pada saat itu kira-kira ketika masa sekolah menengah, aku membantu kakek membuka barang-barang simpanannya dan menemukan kardus-kardus berisi beberapa barang-barang lama milik kakek, salah satunya berisi mesin tik yang tampak tua tapi masih berfungsi dengan baik. Ku coba memencet beberapa tombol yang tampak seperti keyboard pada computer, ku pencet-pencet tombol-tombol disana hingga salah satu tombol huruf tidak mau kembali ke posisinya sepeti semula, hingga kakek menegurku untuk tidak sembrono menyentuh mesin tik tua itu.
kemudian aku meminjam mesin tik tersebut dan menggunakan nya untuk menulis kata-kata yang tidak berarti, mencoba menyalin beberapa paragraph dari buku , dan menulis beberapa surat untuk tugas sekolah.
Mesin tik tua manual ini sangat membantu dalam mengerjakan tugas dan mengisi waktu luang, kita tidak perlu menggunakan listrik berlebih, sangat mudah untuk dipelajari, serta dapat digunakan kapan saja. Hanya saja, penggunaan masin tik tua ini benar-benar harus hati-hati, selain mesin yang memang sudah tua jadi harus hati-hati agar tidak rusak, ketika melakukan pengetikan juga harus penuh dengan hati-hati jika tidak ingin mengulang ke lembar baru , karena jika melakukan kesalahan pada salah satu huruf saja, huruf yang salah tersebut tidak dapat dihapus jadi harus mengetiknya dari awal lagi, dan itu adalah hal paling menyebalkan saat menggunakan mesik tik, dan juga mesin tik itu mengeluarkan suara yang cukup berisik, aku sering ditegur karena itu.
Walaupun begitu, mesin tik tua itu cuk banyak membantu serta mengisi waktu senggang, hingga aku bosan menggunakannya dan beralih mengunakan computer kembali.
Tapi sekarang mesin tik tua tersebut sudah tidak dimiliki kakek lagi, entah kemana mesin ketik tersebut tidak ada lagi dirumah kakek.