Taking Notes: Jim Kwik x Dandapani, “How Do You Concentrate?”
"Technology itself is not ruining your life, your inability to exercise discipline around the use of your technology is ruining your life."
Dandapani, 2019
_ _
Di momen itu, pikiran ini lantas tersenyum sendiri lalu membuka aplikasi notes untuk mencatat quotes tersebut serta beberapa poin menarik lainnya.
Pagi ini, sebuah episode podcast yang dibawakan oleh Jim Kwik berkumandang dan memancing keinginan untuk membagikan isi materinya. “How to Concentrate with Dandapani” membahas tentang pentingnya memahami konsep “konsentrasi” sebelum mulai mempelajari hal baru maupun mengejar target hidup. Selain itu, Dandapani menjelaskan perbedaan antara konsentrasi dan awareness, serta kaitan di antara keduanya.
Apakah konsentrasi itu penting? Jika ya, mengapa?
Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan situasi ketika orang-orang harus fokus untuk mencapai suatu tujuan bersama maupun individu, mempelajari ilmu dan kemampuan baru. Sebagai contoh, fenomena semacam itu dapat dijumpai di sekolah dan sistem pendidikan yang hadir di dalamnya. Sistem pendidikan dalam sekolah yang praktiknya banyak berlangsung saat ini, mengajarkan siswa dan siswinya banyak hal: dari ilmu sosial hingga sains, lalu sastra dan budaya hingga kesenian—semuanya, kecuali cara untuk berkonsentrasi. Sekolah tidak secara terlebih dahulu mengawali proses belajar dengan mempelajari dan melatih fokus, sehingga tidak sedikit anak-anak yang merasa sulit berkonsentrasi.
Contoh yang lain adalah bayangkan jika seseorang harus memainkan piano tanpa sebelumnya pernah belajar cara bermain piano. Ketika orang tersebut bermain piano dengan kacau, ia malah dihardik untuk fokus dan coba terus. Situasi ini tentunya tidak masuk akal, namun inilah yang terjadi dengan “konsentrasi”. Orang-orang ingin dirinya mampu berkonsentrasi dan mencapai tujuan serta kesuksesan tanpa sebelumnya melatih fokus.
Jadi, apa itu konsentrasi?
Konsentrasi adalah kemampuan untuk menjaga awareness pada satu hal selama periode waktu tertentu.
Lalu, apa itu awareness? Apa kaitannya dengan pikiran dan konsentrasi?
Jika dibayangkan, awareness itu seperti sebuah bola yang menyala terang dan ia mampu berpindah-pindah. Sedangkan mind (pikiran) adalah sebuah tempat luas yang dengan banyak area di dalamnya, misalkan kemarahan, kebahagiaan, lapar, dan lain-lain.
Monkey mind, sebuah istilah yang sering digunakan untuk menjelaskan kondisi diri yang kesulitan untuk fokus pada satu hal dalam jangka waktu yang panjang, seringkali mengindikasikan bahwa yang berpindah-pindah adalah pikiran dari individu tersebut.
Dandapani menegaskan bahwa awareness yang mampu berpindah-pindah, sedangkan pikiran sebenarnya dalam keadaan diam saja. Jadi, agar terbentuknya kemampuan berkonsentrasi, awareness harus dijaga berada di satu area dalam pikiran.
Awareness yang terus-menerus dilatih akan menghasilkan konsentrasi yang kuat. Individu yang mampu konsentrasi dalam kesehariannya akan menjadi diri yang lebih mindful terhadap lingkungan sekitarnya.
You can’t be mindful unless you concentrate. Mindfulness is the byproduct of concentration.
Apa dampak dari konsentrasi yang terus dilatih?
Diri yang mampu konsentrasi dan menjaga fokus, menjadikan dirinya sebagai individu yang lebih in the moment dan mampu mengingat situasi dengan lebih baik. Ia menjadi mampu untuk memimpin kehidupannya sendiri dengan being present, be in the moment, and be in the now.
Lalu, bagaimana cara menjaga fokus selama suatu jangka tertentu?
Jaga perhatian pada satu hal dalam satu jangka waktu. Jika awareness terbang menjauh, bawa ia kembali.
Bagaimana cara meningkatkan kualitas latihan konsentrasi?
Perhatian yang tidak dibagi-bagi and fokus pada satu hal di saat itu.
It’s like training muscle!
Manusia menjadi berhasil berdasarkan aspek yang ia latih. Bayangkan jika konsentrasi dilatih pada satu hal di satu waktu. Misalkan, satu hingga dua jam sehari dengan berolahraga, atau berkomunikasi dengan pasangan. Gunakan aktivitas atau individu tersebut sebagai kesempatan untuk melatih konsentrasi. Akumulasi dari latiihan dan kebiasaan akan meningkatkan kualitas konsentrasi.
Namun, kebalikannya juga benar. Orang-orang di jaman sekarang sangat lihai dalam mendistraksi dirinya sendiri karena kebiasaan itulah yang mereka latih setiap hari. Padahal, sebenarnya pikiran tidak mengetahui perilaku yang benar maupun yang salah. Hal yang dibiasakan dilakukan secara otomatis akan menjadi bagian dari diri.
Fondasi untuk perubahan: welas asih, empati, dan kesabaran.
Jika ada yang merasa kesulitan ketika harus berkonsentrasi, ia harus memiliki empati dan welas asih terhadap dirinya. Bayangkan jika ada seseorang yang menghabiskan 35 tahun hidupnya terdistraksi dan ia memutuskan untuk berhenti dan berubah. Hal ini akan terasa sulit dan kesabaran harus dimiliki selama berproses, dibarengi dengan welas asih yang terus dialirkan untuk diri sendiri.
Setiap welas asih, empati, dan kesabaran yang dicurahkan akan terasa nilai dan manfaatnya ketika diri tersebut mampu menikmati pengalaman kehidupan dengan senantiasa melatih konsentrasi untuk mencapainya.
Challenge time!
Tentukan aktivitas atau pekerjaan yang akan menjadi kesempatan untuk melatih konsentrasi. Refleksikan prosesnya dan amati mindful moment yang terjadi ketika berkonsentrasi.
Ingin tahu lebih lanjut tentang mereka? Click the names below!
Dandapani’s and Jim Kwik’s website.














