Wisata Literasi: Santri Al-Ikhlas Menambah Wawasan di Perpustakaan
Kiprah Tim Relima dalam Meningkatkan Literasi Santri Melalui Wisata Literasi Relawan Literasi Masyarakat RI, yang lebih dikenal dengan sebutan RELIMA, berperan penting dalam meningkatkan literasi di berbagai lokasi tugas yang mereka emban. Dalam upaya ini, mereka melaksanakan berbagai kegiatan seperti laporan advokasi, program literasi, dan inventarisasi untuk memantau aktivitas komunitas literasi. Salah satu langkah yang diambil oleh Tim Relima adalah melakukan audiensi dengan berbagai lembaga, termasuk sekolah, pemerintah, dan pegiat literasi, untuk membangun kerjasama dalam meningkatkan literasi di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Wisata Literasi untuk Santri Salah satu kegiatan menarik yang dilakukan oleh Tim Relima di Sumbawa Barat adalah mengajak santri dari Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang untuk mengikuti program wisata literasi. Program ini merupakan inisiatif dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (ARPUSDA) Kabupaten Sumbawa Barat, yang bertujuan untuk memberikan akses literasi kepada lembaga pendidikan, guru, dan siswa di daerah tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas 4, yang setara dengan siswa kelas 1 di tingkat Aliyah. Tujuan dari program wisata literasi ini adalah untuk meningkatkan minat baca di kalangan santri. Kecerdasan literasi menjadi pondasi penting dalam pendidikan, membantu pengembangan potensi individu, dan menciptakan interaksi langsung antara santri dengan berbagai koleksi literatur yang dapat memperluas wawasan mereka. Kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kunjungan ke ARPUSDA merupakan salah satu praktik baik yang saya lakukan saat mengajar santri kelas 4 di Pondok Pesantren Al-Ikhlas. Ketika salah satu santri dengan semangat bertanya, “Bolehkah kami membaca buku di perpustakaan baru yang ada di KTC?” saya merasa terinspirasi untuk mengatur kunjungan tersebut. Setelah menghubungi pengurus perpustakaan dan mengirimkan surat permohonan, kami pun mendapatkan izin untuk berkunjung pada tanggal 17 September 2025. Saat tiba di Perpustakaan Daerah Sumbawa Barat, saya melihat semangat dan antusiasme santri yang sangat tinggi. Setelah mengisi buku tamu secara online, mereka langsung bergegas mencari bahan bacaan yang tersedia di rak-rak perpustakaan. Kegiatan ini sangat relevan dengan visi pesantren yang ingin mencetak santri yang cerdas dan berakhlak mulia. Selama kunjungan, santri juga diajak berdiskusi mengenai buku yang mereka baca, sehingga pengalaman membaca mereka menjadi lebih berarti. Dampak Positif Kegiatan Literasi Setelah kunjungan ke Perpustakaan Daerah, saya mencatat beberapa dampak positif dari kegiatan ini. Pertama, terlihat adanya perubahan sikap santri terhadap membaca. Banyak dari mereka menunjukkan ketertarikan yang lebih besar terhadap buku dan literatur, yang sebelumnya mungkin tidak mereka eksplorasi secara mendalam. Kedua, pengetahuan santri meningkat di berbagai genre buku yang mereka baca. Dengan akses langsung ke perpustakaan dan kesempatan untuk berdiskusi dengan pustakawan, mereka mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai berbagai topik. Ketiga, rasa ingin tahu santri semakin terpicu, dan mereka termotivasi untuk mengeksplorasi lebih lanjut, membentuk kebiasaan baik dalam belajar. Hal ini terlihat ketika mereka diajak berkeliling perpustakaan. Keempat, rasa penasaran mereka terbayar setelah membaca buku-buku dengan judul menarik. Program ini, jika terus diagendakan dan dipelihara dengan baik, berpotensi besar dalam membentuk karakter santri dan memberikan mereka alat yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan. Komitmen untuk Mendorong Literasi Melihat antusiasme dan semangat baca para santri, saya merasa terdorong untuk terus mendorong semua pihak—baik siswa, komunitas, maupun pegiat literasi—agar membangun komunikasi dan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perpustakaan. Hal ini penting untuk menciptakan program-program inovatif yang dapat meningkatkan minat baca dan kepedulian terhadap literasi. Sebagai Tim Relima, saya berkomitmen
untuk terus menjalankan kegiatan advokasi, program literasi, serta melibatkan komunitas dan mitra dalam kolaborasi yang lebih luas. Dengan semangat literasi yang terus menyala, kita semua dapat berkontribusi dalam mencerdaskan generasi mendatang. Salam Literasi, Salam Relima! Baca selengkapnya di Batuter.Com Link Center : https://tautanku.com/batutercom















