Ada yang unik dari kopi hasil olahan di Kerinci, kita akan merasakan lima varietas kopi dalam sekali teguk; Kopi Sigarar Utang, Gayo, Andung Sari, S795, dan P88.
Menyesap secangkir kopi arabika hitam di tengah dinginnya udara Pegunungan Bukit Barisan Sumatera rasanya begitu nikmat. Namun siapa sangka, di balik kenikmatan secangkir kopi ini pula, jumlah perambahan hutan di Taman Nasional Kerinci Sebat (TNKS) menjadi berkurang.
Jauh sebelum mengenal kopi arabika, para petani di Lembah Renah Pemetik, Kecamatan Air Hangat Timur, Kerinci, sejak dulu umumnya menggarap tanah di kawasan TNKS. Mereka menganggap tanah di kawasan TNKS lebih subur untuk dijadikan lahan pertanian ketimbang di Renah Pemetik. Namun, bertani di kawasan TNKS membuat hidup mereka tak tenang karena selalu dikejar-kejar patroli polisi hutan. Ancaman pidana pun menghantui mereka yang tertangkap tangan.
Selengkapnya, silakan klik judul :)








