MISI 5 MATRIKULASI 9 IIP
seen from Norway
seen from China

seen from Singapore
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Philippines

seen from Malaysia
seen from Norway

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Norway

seen from United States

seen from Norway

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China
seen from France

seen from T1
seen from United States
MISI 5 MATRIKULASI 9 IIP
Zona 3 Espedisi mengarungi Samudera
Misi 5 Menerjang Ombak (Piramida Ibu Profesional)
Bismillah, Alhamdulillah sampailah pada Zona 3 Misi 5 pada senin sore SahabatWI Mbak Nesri Baidani Membersamai kami membahas tentang Piramida Ibu Profesional dalam bekal menerjang ombak Ekspedisi mengarungi Samudera.
Bekal dalam Menerjang Ombak
- Mental yang tangguh
- Jiwa yang kuat
- Hati yang teguh
- Peralatan yang cukup
- Logistik yang memadai
Agar dapat menerjang ombak kita harus punya pijakan yang kuat untuk mengarungi Samudera Amarta dimana sebagai bekal kita untuk terus melaju. Dalam ibu profesional, kerangka pikir Ibu profesional digambarkan dalam bentuk Piramida atas dan Piramida Bawah.
Piramida atas dari dalam diri yaitu, Ibu professional ibu yang percaya diri, ibu yang hebat mengelolah keluarga sehingga mampu mendidik dan mengembangkan anak juga terus menerus mengembangkan diri.
Piramida bawah dilakukan bersama-sama dalam komunitas yaitu, Revitalisasi makna ibu, Pendidikan dan pelatihan ibu professional, pengembangan sarana ibu professional dan Jaringan kemandirian perempuan.
Piramida atas dan bawah memiliki titik goal yang sama yaitu Akhlak Mulia. Akhlak mulia adalah kumpulan perilaku baik manusia terhadap Tuhannya, terhadap sesama, makhluk hidup dan Alam sekitarnya.
Pada Misi 5 Zona 3 ini Big Why atau alasan kuat kita memilih bergabung didalam komunitas Ibu Profesional. Saya akan mebuka kembali tulisan saya 18 November yang lalu ketika misi 1 awal masuk dalam Kominutasi IBu Profesional ini ( https://rifahsakinah-blog.tumblr.com/post/635136479462604800/misi-1-petualangan-wahana-perahu-kano ) saya ingin lebih mengenal diri dengan menambah kapasitas diri, menjadi ibu yang baik dalam mendidik dan membersamai anak juga bermanfaat untuk orang disekitar. Big why ini sudah sejalan dengan piramida IP dimana dalam piramida kita harus terus mengembangkan diri dan dengan bergabungnya saya dalam Ibu Profesional saya menjadi pribadi yang terus berkembang dengan belajar, belajar menuju titik goal Akhlak mulia.
Melihat kembali peta diri dan tantangan hampir selalu saya temui biasanya rasa malas seringkali datang dan tak sempat mengerjakan apa yang mesti dikerjakan saat itu juga. Untuk mengatasi tantangan tersebut selalu mengingat niat awal bergabung dalam Komunitas IP kembali melihat Big Why, semangat kembali mencapai apa tujuan dengan belajar, berkembang, berkarya , berbagi dan berdampak. Dengan niat yang tulus dengan Ridho Allah, Suami dan anak Insya Allah tantangan bisa kita hadapi. Aamiin.
“Bersungguh-sungguhlah kalian didalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” Septi Peni
Dengan Cinta & Bahagia
Rif’ah Sakinah
Mengikat Makna
Pada awalnya tidak percaya diri untuk bisa mengikuti matrikulasi perkuliahan Institut Ibu Profesional. Tapi akhirnya tanggal 12 May 2020 kemarin memilih untuk submit SOTD dan memperkenalkan diri sebagai salah satu penjelajah samudera matrikulasi IIP8. Alhamdulillah ternyata tidak semenakutkan yang saya kira. Malah mendapat support doa dan teman baru, para Ibu profesional kebanggan keluarga.
Salah satu yang sedang saya selami adalah mengenai Core Value IIP yakni; Belajar, Berkembang, Berkarya, Berbagi dan Berdampak. Dari sini saya mulai dengan misi memaknai, “Apa makna Ibu profesional kebanggan keluarga untuk saya”. Dilanjutkan dengan diskusi bersama WI membahas lebih jauh mengenai,
“Kapasitas apa yang perlu dipenuhi untuk menjadi seorang Ibu profesional ?”
“Sudahkah memiliki kapasitas tersebut?”,
“Jika sudah, berapa nilainya, apakah sudah memenuhi nilai ideal?”,
“Namun jika belum, apa yang perlu dilakukan untuk mencapai kondisi ideal tersebut?”, dan
“strategi apa yang akan dipilih, agar proses belajar mencapai kondisi ideal itu bisa tercapai ?”
pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat saya benar-benar berfikir berulang-ulang, dan merasakan diri saya mengawang; “Banyak sekali hal yang perlu saya pelajari, dan latih untuk menjadi seorang Ibu profesional. Harus mulai darimana, sementara saya belum berkeluarga”. Tetapi Mbak Ratna Palupi selalu mengingatkan, “Buatlah peta belajar. List mana yang prioritas, sesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Berani bilang tidak pada hal-hal yang belum kita butuhkan. Menarik, tapi tidak tertarik untuk sekarang. Agar bisa terfokus pada hal yang kita harapkan”. Butuh 100 Hari untuk mengubah habit dan membiasakan diri dengan hal baru, hingga akhirnya itu bisa menjadi sebuah kebiasaan.
*)Setelah diskusi group itu selesai, saya seperti me-recall diri saya sendiri. Mengingat 1 tahun lalu mengikuti training Self transformasi selama 90 hari, untuk mengerjakan 3 goals yang ingin saya capai, dan 1 goals bersama. Memang hidup ini adalah belajar yang tak pernah henti. Semua pelajarannya sama, sama-sama tentang diri saya, mau fokus belajar apa?
Tips menuju kondisi ideal yang sempat di bahas dalam diskusi tersebut adalah, TERUSLAH BELAJAR. Dengan melakukan hal-hal :
mengamalkan
one bit a time
terukur dan terevaluasi
membangun support system
bersungguh-sungguh
Untuk itu, setelah menyelami diri saya. Saya ingin mengikat makna tentang apa saja yang Saya tahu dari diri saya, yaitu :
Bismillah semoga proses saya mengikat makna ini akan berjalan dengan proses yang bisa saya nikmati dengan hati yang luas, adab yang baik, efektif, bertanggung jawab juga bersungguh-sungguh.