Langkahku gontai menuju pintu kamar kos. Lima kamar yang tersedia hanya aku seorang yang menempati. Empat orang lainnya belum kembali dari kampung halaman. Wajarlah liburan semester ini belum usai. Dua hari terakhir benar-benar melelahkan, namun sepadan dengan senyuman yang mengembang. Tak ada yang aku sesalkan, menempuh jarak 273 kilometer dari kampung halaman demi bisa berkumpul dengan orang-orang fantastis, KITAJatim !
Bertemu dengan orang banyak bukanlah hal yang baru bagiku. Sejak duduk di bangku SMA hingga kuliah telah banyak organisasi yang aku ikuti dan tentu semua aktivitasnya membutuhkan ruang untuk bertemu serta mengenal banyak orang baru. Kebanyakan dari kita masuk di organisasi yang sama karena memiliki persamaan visi, memiliki kemiripan latar belakang,keselarasan tujuan dan hal-hal bersifat fundamental lainnya. Aku kira memang berorganisasi tak pernah sederhana.
Tetapi kali ini rasanya berbeda. Di perkumpulan atau komunitas ini atau apalah itu namanya hampir tidak ada hal-hal serumit berorganisasi yang aku pikirkan tadi. Hari ini kita bisa berkumpul bersama-sama hanya karena satu persamaan, mencintai tulisan. Kita adalah manusia-manusia yang sebisa mungkin mengabadikan semua hal dalam coretan kata-kata. Sesederhana itu.
Perkumpulan ini unik, sebab menurutku lebih banyak perbedaan daripada persamaan di dalamnya. Perkumpulan ini istimewa, sebab kita hadir dalam berbagai macam latar belakang yang terkadang tak ada kaitannya. Aku rasa inilah miniatur bangsa di mana semua memaklumi perbedaan tanpa harus banyak mempertanyakan atau saling ribut untuk menyamakan.
Dua hari memang waktu yang sangat singkat untuk sebuah kebersamaan. Namun paling tidak dalam 366 hari di tahun 2016, dua hari ini menjadi salah satu yang tak terlupakan. Bertemu kalian orang-orang menginspirasi sekaligus menggelikan.
Ada pak sopir @artamawinular yang rese, kalahan poker dan ternyata kisah asmara kita ada kemiripan, mbak @lellyfitriana wanita yang kalo ngomong di akhir kalimat harus banyak tanda serunya, mbak @yanuarindrayani mamak yang penuh kesabaran menghadapi tingkah laku kita para bocah labil, sungkem seg mak. Ada lagi @hobingetik si monarki absolut yang tetap berisik adanya dan kali ini naik pangkat jadi koor, mbak @eunoiaya yang cuma bisa diem kalo pas tidur di kursi belakang mobil, @nekadnulis si jambang portable dan sama-sama suka Gie, @dimazfakhr yang kalo pas diem sama nggambar ganteng tapi semua berubah ketika mulai ngomong dan menusuk haha, @sadjadahterbang anak kecil kampvret penuh tingkah laku absurd, @adorablev wanita bertalenta dalam dunia pergincuan dan kalo ngomong nadanya sekseeh, @lutfiavilian anak baru gede yang kalo lagi telepon pacarnya bisik-bisik, @geserdikit bocah berisik yang kalo pake helm mukanya mirip personel coboy junior, @separuhkopi mas mas paling baper sedunia sekaligus moderator kondang, mbak @galaksi-andromeda yang kalem sekali, @rekatakusuma yang juga kalem kalo ngomong suaranya kecil , @temanembun dari KITAJateng yang asyiik dan semua temen-temen @kitajatim terutama mbak @shellydeanggra dan mbak @patriciapjh yang cancel kehadiran H-1, maaf nggak bisa menyebutkan semua satu persatu karena nanti malah jatuhnya bukan jadi tulisan tapi daftar absensi.
Sepertinya ungkapan waktu sesi kepo “one of the best choice ever” bukan hanya sekedar gombalan belaka namun mulai menjadi kenyataan. Teruslah berkarya dalam jalan keabadian kawan-kawan. Pokoknya kalian luar biasa !
Kau tahu mengapa aku sayang kau lebih dari siapapun? Sebab kau menulis. Suaramu takkan padam diterpa angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. -Pramoedya Ananta Toer-