Teman Baru: Cara Menemukan Teman Saat Dewasa, Mudah!
seen from Mexico
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from New Zealand
seen from United States
seen from Mexico
seen from China
seen from China
Teman Baru: Cara Menemukan Teman Saat Dewasa, Mudah!
Dari 4 teman disampingku, cuma satu yang sudah kenal lama. Sisanya baru kenal, tapi gak tahu kenapa waktu itu akrab banget sama mereka. #temanbaru #newfriends #badboy #musiumsurabaya (di House of Sampoerna) https://www.instagram.com/p/CCjWVl_h8fS/?igshid=vmf1ubx58c2a
Dari 4 teman disampingku, cuma satu yang sudah kenal lama. Sisanya baru kenal, tapi gak tahu kenapa waktu itu akrab banget sama mereka. #temanbaru #newfriends #badboy #musiumsurabaya (di House of Sampoerna) https://www.instagram.com/p/CCjV9qRhynv/?igshid=1e00m94qr8b2l
Semoga Kamu Membacanya Hihihi..! (Part I)
Ya, waktu itu masih dalam suasana lebaran, lupa tanggal berapa tepatnya tapi yang jelas setelah hari H lebaran dan sebelum lebaran ketupat. Aku melakukan panggilan video dengan dengan teman dekatku yang biasa ku panggil Uun. Secara tiba-tiba saja tidak ada apa-apa, tidak ada keperluan penting. Memang sering kita lakukan, seakan dia sudah tau keadaanku yang sedang gabut karena tidak pulang dari Pesantren selama ramadhan penuh plus hari-hari lebaran. Mengobrol di video-call itu memang mengasyikan dan sering kali membuat kita lupa akan waktu. Apalagi jika bersama orang yang memang humble dan enak untuk diajak mengobrol, dan meskipun topiknya cuma ngalor-ngidul gitu-gitu saja, namun itu sangat efektif untuk menghilangkan gabut sejenak. Dan memang benar, itu sering kali terjadi kepadaku saat melakukan video-call sama dia (Uun). Sampai-sampai saat video-call waktu itu pikiran isengku sedang kambuh. Spontan aku meminta dia untuk menggabungkan video-callnya dengan salah seorang temannya. Tanpa berpikir panjang dia pun menurut saja. Sejenak menunggu dan akhirnya ada yang tersambung juga. Terlihat di layar baru ponselku seorang wanita yang disana tidak mengenakan kerudung (Duh maaf ya, tidak berniat melihat auratmu), dan aku pun hanya diam saja. Karena dengan situasi seperti itu, aku tau kamu pasti akan malu jika aku menyapamu. Sekilas beberapa detik aku perhatikan, kutangkap ekspresi wajahmu biasa saja, tidak kaget, tidak merasa risih, tidak memalingkan kamera, walaupun juga tanpa senyuman menerima, kemudian tampak ekspresi kebingungan mulai datang dan kudengar suara putus-putus meminta undur diri sejenak untuk mengenakan kerudung. Dan layar baru itu hilang. Kembali lagi video-call waktu itu hanya aku dan dia (Uun).
(Catatan 2) Aku, Kau, dan Kopi
(1) Kemarin, aku bertemu dengan seseorang, Perawakannya tinggi dan kurus, senyumnya kikuk tapi manis, sapanya canggung tapi aku mengerti, Sebab, ini pertemuanku yang pertama dengannya
Aku menerka-nerka apa yang akan kita bincangkan, Tapi kamu memulainya dengan tawa, Dan melanjutkannya dengan banyak kata-kata Sampai akhirnya, aku cuma bisa mengangguk, seraya tersenyum ke arahmu yang penuh ilmu
Setengah jiwaku melayang saat kau bicara tentang bacaan yang kau sesap semalam, Bukan tak menghargai, hanya saja, otakku ini tak punya informasi apa-apa soal ketertarikanmu pada semesta Aku kan cuma seorang perempuan yang suka pada satu genre Sedang kamu terlalu banyak tahu soal segala
Berikutnya, aku memesan kopi, sedang kau lebih memilih cokelat Sambil menunggu minuman siap, kita kembali bercengkerama Kali ini kau membahas soal film fantasi "Ah, itu kan film yang aku benci", kataku dalam hati Tapi saat kau bertanya, aku justru menjawabnya dengan antusias Seolah episode yang sudah kau tonton sama denganku Obrolan panjang itu pun berakhir dengan datangnya kopi, dan tentunya cokelat
Saat menghirup kopi, aku sempat mengintip lewat sela-sela gelas plastik Kau melihatku sebentar, lalu mengangkat sebelah alis Seolah tahu bahwa aku sedang berpura-pura antusias Setelahnya, kau pun menghela napas,
Akhirnya, topik bahasan mu sampai pada soal pekerjaanku Meski pertanyaan mu hampir sama dengan yang dulu pernah kau bahas, Aku tetap menjawabnya dengan antusias. Pun ketika kau bertanya soal tugasku di kantor Aku bercerita dari A hingga K Namun saat bahasanku sampai pada L Kulihat tatapanmu tak lagi fokus, Dudukmu perlahan tak tenang Tangan kirimu pun tak berhenti mengusap rambut "Ada apa ? Rambutmu tetap rapi kok" teriakku dalam hati Dari situ baru aku sadar, bahwa kau tidak serius menyimak Akting mendengarkanmu benar-benar buruk sayang
Malam perlahan tiba, aku mengawali perpisahan dengan terus melihat jam tangan Kau pun begitu, tiba-tiba saja gelisah melihat ponsel Lalu, kau berujar ingin segera pulang Aku yang sudah kembung oleh kopi pun setuju Tepat pukul 20, kita sama-sama melambaikan tangan Bedanya, kau melambai dengan terburu-buru Sedang aku membalasnya sambil tersenyum
Setibanya di kamar, aku langsung bertanya soal keadaanmu Kau lantas membalasnya dengan cepat, mengaku sudah tiba di kamar sedari tadi, aku lega Obrolan via chat pun berlanjut, kau tampak ceria, sebab bisa mengambil banyak momen lewat kamera, katanya berkatku Kau juga berkali-kali mengucap terima kasih Aku pun berkali-kali menjawab sama-sama Lalu malam itu berakhir dengan damai
Esoknya, seolah ingin melanjutkan tradisi, aku seperti biasa bertanya kabar padamu Kau pun seperti biasa membalasnya, tapi kali ini singkat Pikirku, mungkin kau sedang sibuk
(2) Hari berganti hari, dan kau tak juga membalas sapaanku Padahal di medsos kau aktif sekali Saat itu, aku sadar bahwa kau sudah berubah Atau watak aslimu memang demikian ? Aku yang tak terbiasa dengan ketiba-tibaan pun sempat terkejut Tapi setelah 4 sampai 5 hari, pikiranku kembali waras
Meski kecewa, aku tak menyesal telah mengenalmu Sebab, pasti ada pesan dari Tuhan yang harus kuambil Karenanya sampai hari ini, aku tetap melihat momenmu di medsos Sambil sesekali bertanya-tanya "apa kau baik-baik saja ?"
(3) Hingga di minggu keempat, hatiku perlahan yakin dan terus menggumamkan kalimat ajaib yang sama Katanya lantang "Sudah, jangan diteruskan, Perasaan mu nanti terlampau jauh, sedang dia akan tetap acuh"
Bertemu Teman Baru
Aku ketemu teman baru, nama nya Kemytha Azahra. Ketemunya di sekolah, dia orangnya baik, kadang-kadang suka usil, kenalannya gara-gara tempat pensil. Jadi cerita lengkapnya begini, tempat pensil aku dan Kemytha sama-sama rusak, dari situ, kami jadi saling tertawa satu sama lain. Akhirnya, kami pun berkenalan karena sama-sama punya tempat pensil yang rusak.
Aku dan Kemytha kadang-kadang kompakan, Kemytha orangnya takut sama cerita Pekho Chan, yaitu cerita legenda asal Jepang, tentang seorang anak kecil yang membunuh ibu kandungnya sendiri.
Kemytha juga anak yang pemalu, ia suka malu sama hasil gambarannya sendiri, padahal gambarannya bagus.
Kemytha juga orangnya suka takut sendirian, tapi dia lebih takut lagi jika berada di kamar mandi.
Akhirnya Ku Menemukan
Hey, sudah sekian lama ku mencari tempat yang pas untuk membuang kritikan tangan yang ingin menari diatas keyboard laptop ini. terlalu terbuai dengan asyiknya instagram dkk sampai ku memandangmu sebelah mata. tapi sekarang aku sadar kok kau ada .heehehe
tumblr, jadi teman yang baik ya untuk aku. jangan pernah berubah ataupun meninggalkanku, kalau mau berubah bilang yaa, kalau mau pergi jangan lupa pamit. semoga kau beta berlama-lama menampung apa yang sedang ku fikirkan saat ini. mulai saat ini kita jadi teman yaa,. okee !!
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Kurang bersyukur salah satu sebab kita ga bisa bahagia... Padahal nih banyak diluar sana orang yang lebih sulit tantangan hidupnya dari kita . . Apalagi nih yang udah terlahir beragama Islam, harusnya bersyukur bangettttt... Hidayah itu mahal lohhhh 😉 . . Selain itu juga kurang banyak piknik, kurang banyak temen sama kurang banyak aktivitas juga bisa bikin susah bahagia gaess Sooo... Apa solusinya ? . . Lakukan perubahan supaya ga stuck 😊 . . Sooo...Yukyuk ah, dateng! . . *Sabtu, 10 Maret 2018* 📝 *Convert Story* 🕟 *16.00 - 21.00* 🗣 *Steven Indra Wibowo* 🕌 Masjid An-Nashr, Bintaro sektor 5 (Samping STAN) . . Daaaaan.. Yang lebih serunya lagi, buat kamu yang suka Beladiri ; yuk *Latihan Aikido* mulai pukul 16.00, juga akan ada *Free Counseling* buat kamu-kamu yang mau konsultasi sama pasukan mahasiswa Psikologi . . Seru banget kan? Dapet pencerahan, dapet temen baru sampe dapet pengalaman baru 😄 . . Kuy lah, *Y X G KUY!*😜🤗 . . See you there gaess . . Wassalamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh . . Sonar Sobat An Nashr @masjidannashr #SONAR #masjidannashrbintaro #bintaro #taklim #konseling #beladiri #temanbaru #mudamikirmasjid #muslim #Repost @masjidannashr with @insta.save.repost • • •