Aksi Nyata Modul 1.4 - Forum Berbagi Aksi Nyata
Assalamualaikum, Bapak Ibu guru hebat, ijinkan saya memberikan laporan mengenai kegiatan diseminasi Modul 1.4 Budaya Positif
Judul Kegiatan : Penerapan Budaya Positif di Sekolah oleh Nurul Septiyani Ayu Purwanti, S.Pd. Calon Guru Penggerak Angkatan 9 Kota Bandung Jawa Barat dari SMK Pasundan 3 Bandung.
Latar Belakang
Ki Hadjar Dewantara menggambarkan tujuan pendidikan sebagai panduan bagi semua potensi yang dimiliki oleh anak-anak, sehingga mereka dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan yang tertinggi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Dalam usaha membimbing anak-anak, pendidik, sebagai panduan mereka, diberikan kebebasan dalam memberikan panduan dan arahan, untuk menghindari anak-anak kehilangan arah dan mengancam keselamatan mereka. Seorang pendidik mampu memberikan panduan kepada anak-anak sehingga mereka bisa menemukan kemerdekaan belajar dan mencapai tujuan pembelajaran. Ki Hajar menjelaskan bahwa dasar pendidikan anak harus selaras dengan kodrat alam dan kondisi zaman. Pendidikan bertujuan memfasilitasi perkembangan anak sesuai dengan zamannya tanpa harus mengorbankan akar budaya lokal.
Penanaman karakter dan pembiasaan yang kuat melalui penanaman budaya positif di sekolah menjadi kunci penting. Walaupun secara umum, semua anggota sekolah telah memiliki nilai-nilai positif, peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama dalam pembentukan moral dan karakter anak tetap sangat penting. Oleh karena itu, diperlukan penerapan kebiasaan-kebiasaan baik ini di lingkungan sekolah sebagai langkah konkret dalam membentuk budaya positif yang mendukung dasar karakter yang ditanamkan oleh orang tua di rumah.
Motivasi intrinsik siswa dalam menerapkan budaya positif ini juga menjadi prioritas. Dengan mengaitkan nilai-nilai moral yang diyakini oleh individu, motivasi intrinsik dapat muncul, mendorong mereka untuk mencapai tujuan mulia yang diinginkan. Melalui penerapan keyakinan kelas, motivasi internal setiap siswa akan tumbuh, memungkinkan mereka untuk menjadi pribadi yang otonom dalam menjalankan disiplin positif di kelas dan di lingkungan sekolah.
Tujuan
Tujuan dari rencana tindakan ini adalah mengimplementasikan disiplin positif melalui penerapan keyakinan kelas, dengan harapan menciptakan budaya positif yang diadopsi oleh seluruh siswa melalui kebiasaan positif di kelas dan di sekolah. Tolok ukurnya adalah perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih baik dalam menerapkan disiplin positif sesuai dengan keyakinan kelas dan keyakinan sekolah, menciptakan suasana kelas yang kondusif, melibatkan semua komponen sekolah dalam menjalankan keyakinan kelas dan keyakinan sekolah, serta menggalang kerjasama antara komponen sekolah untuk menciptakan nilai-nilai kebajikan sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Untuk mencapai tujuan ini, beberapa langkah yang akan dilakukan meliputi sosialisasi budaya positif dan keyakinan kelas kepada seluruh anggota sekolah, penyusunan rencana pembuatan kelas impian dan keyakinan kelas secara bersama-sama dengan seluruh siswa, kesepakatan terhadap keyakinan kelas yang dibuat, pelaksanaan keyakinan kelas secara bersama-sama, dan refleksi terus-menerus terhadap keyakinan kelas untuk perbaikan di masa depan.
Dukungan yang Dibutuhkan
Dalam melaksanakan rencana ini, dukungan yang dibutuhkan termasuk bahan dan peralatan seperti poster, video, kertas karton, spidol, kertas post-it untuk membuat keyakinan kelas, serta laptop dan LCD untuk sosialisasi budaya positif. Selain itu, kepala sekolah dan rekan sejawat juga diharapkan memberikan dukungan dalam menerapkan keyakinan kelas untuk menciptakan disiplin positif dan budaya positif. Siswa dan orang tua juga memiliki peran aktif dalam melanjutkan budaya positif di luar lingkungan sekolah.
Hasil dari Aksi Nyata
Hasil dari pelaksanaan rencana tindakan ini adalah respon positif dari seluruh siswa, yang merasa senang dan bersemangat untuk melakukan perubahan dalam peraturan-peraturan kelas. Tantangannya adalah adanya beberapa usulan kelas impian yang sama, yang kemudian diselesaikan dengan kolaborasi antara guru dan siswa untuk menciptakan keyakinan kelas yang disepakati bersama.
Pembelajaran yang didapat dari Pelaksanaan
Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan ini termasuk pentingnya pembuatan kelas impian dan keyakinan kelas, peran guru sebagai manajer kontrol, penggunaan segitiga restitusi dalam menangani siswa, dan dukungan dari seluruh komponen sekolah dalam menerapkan disiplin positif untuk menciptakan budaya positif.
Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan di Masa Mendatang
Rencana perbaikan di masa mendatang mencakup evaluasi terhadap keyakinan kelas untuk meningkatkannya, serta penerapannya ke seluruh kelas. Selain itu, sesi berbagi dan diseminasi modul budaya positif juga merupakan langkah yang akan diambil.
Dokumentasi Sesi Diseminasai Budaya Positif.
Sekian laporan mengenai kegiatan diseminasi mengenai Budaya Positif Modul 1.4. Semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi Bapak dan Ibu guru hebat semuanya. Salam guru penggerak! Tergerak.. Bergerak.. dan Menggerakkan..!
















