AKSI NYATA MODUL 3.2

seen from Singapore

seen from Canada
seen from China

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China
seen from China
seen from Indonesia

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from China
seen from T1

seen from United Kingdom

seen from Maldives
seen from Germany
seen from Canada

seen from Germany
seen from United States
AKSI NYATA MODUL 3.2
SAYUR TERAS KELAS
Joko Sulistio
PGP 4 Kabupaten Blitar
UPT SMPN 1 Kanigoro
SAYUR TERAS KELAS
SEKOLAHKU HIJAU – KOLABORASIKU LAKU
UPT SMPN 1 Kanigoro adalah sekolah dengan karakteristik yang unik yaitu di tengah ibu kota Kabupaten Blitar serta memiliki brand sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri. Potensi tersebut menjadi inspirasi dan ide pengembangan positif pembelajaran utamanya pada bidang lingkungan hidup dan yang melengkapi. Sayur teras kelas adalah program kokurikuler yang dirancang untuk memberikan pengalaman menanam sayur di teras kelas demi meningkatkan kepedulian lingkungan serta jiwa Entrepreneurship (Kepemimpinan dan Kemandirian) dan Kolaborasi dalam komunitas Murid, Wali Murid, serta Wali Kelas/Guru.
Pelaksanaan Program Sayur Teras Kelas direncanakan berlangsung secara simultan dalam satu siklus adalah kurang lebih 1 bulan. Tahapan Aksi Nyata yang dilakukan dalam beberapa tahapan dimulai dari perencanaan, pembentukan tim, penyiapan media, pendederan, penanaman, pemupukan, pemanenan, pengolahan dan atau pemasaran.
Pada kesempatan awal pelaksanaan aksi nyata yang dapat dilakukan adalah perencanaan, pembentukan tim, penyiapan media, pendederan dan penanaman. Kami sebut sebagai Pioneer atau tahap awal program. Aksi nyata tersebut dimaksudkan sebagai pioneer atau mengawali serangkaian program yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Gambar 1 dan 2 - Kegiatan sosialisasi Bersama dengan Bapak Ibu Guru
Kegiatan sosialisasi bersama dengan Bapak Ibu Guru di sela kegiatan di sekolah. Dalam kesempatan ini diperkenalkan mengenai program sekolah sayur teras kelas dan tahapan serta prosedur penerapan sebagai program ko-kurikuler.
Program Sayur Teras Kelas memperoleh atensi antusiasme bapak ibu guru sebagai salah satu ide Projek Penguatan profil Pelajar Pancasila dalam penerapan IKM tahun pelajaran 2022-2023. Pada kesempatan ini disampaikan berbagai hal mengenai pentingnya Program Sayur Teras Kelas untuk dapat diselenggarakan di sekolah, mengingat karakteristik serta potensi sekolah yang ada.
Adapun manfaat dari program ini antara lain:
- Memberi Kesempatan Kolaborasi Antar Murid, Orang Tua dan Wali Kelas/Guru
- Melatih Tanggung Jawab dan Komitmen Murid dengan Merawat Sayur
- Melatih Kepemimpinan Murid dalam Tim Projek Berorientasi Kewirausahaan (Entrepreneurship)
- Melatih Kemandirian Murid
- Mewadahi dan Melatih Potensi Murid
- Melatih Berpikir Kritis Murid
- Melatih Murid Kreatif dan Inovatif
- Menumbuhkan Semangat Kerja Keras dalam Bentuk Kegiatan Positif Berkebun
- Pemanfaatan Lahan Sekolah
Gambar 3 dan 4 Perencanaan Tim Bersama Murid
Selanjutnya adalah perencanaan dan pembentukan Tim Murid dalam penerapan Program Sayur Teras Kelas. Kegiatan ini dilaksanakan di sela liburan sekolah yaitu pada tanggal 30 Juni 2022 dan hanya dapat menghadirkan 4 Murid inti yang menjadi pioneer program penggerak tim Sayur Teras Kelas pada 2 kelas percontohan yang direncanakan. Berikut Tim yang telah terbentuk.
Proses ini adalah bagian yang sangat penting guna membentuk mindset awal murid memahami projek yang berdampak kepada mereka. Selain itu, memunculkan pemahaman mengenai peran murid dalam memfasilitasi dan mewujudkan voice, kepemilikan, dan memfasilitasi pilihan.
Murid memahami bahwa suara mereka dapat dikembangkan sebagai aspirasi murid dalam menanam sayur untuk mengembangkan potensi dan bakat murid untuk melatih kemandirian berwirausaha di sekolah bersama wali kelas yang didukung orang tua/wali murid.
Selain murid dapat mengkondisikan lingkungan menjadi hijau sesuai progran tanam sayur juga memahami untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam kelompok dan merawat tanaman sayur hingga panen. Murid diberikan keleluasan untuk menentukan sayur apa yang ditanam dan bagaimana cara merawatnya dan bersiap mengembangkan potensi Murid baik dalam bercocok tanam ataupun berwirausaha.
Tabel 1 - Tim Murid Program Sayur Teras Kelas
Gambar 5 dan 6 - Penyiapan Media Tanam
Tahap berikutnya adalah melakukan penyiapan media tanam pada planter bag yang telah disediakan sebelumnya pada kesempatan uji coba program bulan Januari 2022 bekerjasama dengan wali murid sebagai penyedia planter bag. Aksi nyata pada proses ini masih naya melibatkan 4 Murid saja karena kendala libur sekolah. Kegiatan ini membutuhkan tenaga, keterampilan serta pengetahuan mengenai karakteristik media tanam serta perlakuan yang diperlukan untuk media tanam dapat digunakan dengan baik.
Terdapat temuan dalam proses ini, yaitu munculnya semangat murid dalam menggali informasi pada awal penyiapan media dan terjadi diskusi panjang tentang cara atau teknik penyiapan yang baik dan sesuai. Akan tetapi juga terjadi obrolan dan candaan tentang pengalaman mereka sebelumnya yang dapat mereka terapkan dalam penyiapan media tanam. Selain itu juga muncul perasaan murid mengenai rencana kelanjutan pengembangan program sayur teras kelas kedepannya berdasarkan pengalaman murid saat beraktivitas tersebut.
Gambar 7 dan 8 – Penanaman Sayur pada Media Tanam
Proses penanaman sayur pada media tanam. Sayur yang dipilih adalah kangkung, karena daya tumbuhnya cukup tinggi sebagai tanaman yang dibudidayakan di lahan terbatas atau planter bag dengan kuantitas perawatan yang minimalis seperti di teras kelas ini. Penanaman dilakukan dengan teknik stek dengan harapan cepat tumbuh dan dapat beradaptasi dengan baik.
Ada yang unik dari proses ini, yaitu Murid baru pertama kali menanam sayur terutama dengan teknik stek. Mereka bertanya-tanya serta heran apakah sayur yang ditanam akan hidup atau tidak. Sebagian murid merasa optimis karena setellah mereka berdiskusi dan berbagi pengalaman didapatkan informasi bahwa tanaman kangkung dapat hidup dengan teknik stek.
Gambar 9 – Tanaman Kangkung Umur 7 Hari Setelah Tanam
Proses pengamatan pada 7 hari setelah tanam. Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman kangkung telah muncul daun baru menandakan keberhasilan penanaman menggunakan teknik stek pada kangkung. Hasil pengamatan ini berikutnya di komunikasikan Bersama tim untuk mendapatkan refleksi dan evaluasi untuk perbaikan proses berikutnya.
Gambar 10 dan 11 – Bimtek Penyusunan Perangkat Ajar IKM
Pada kesempatan ini, sayur teras kelas kami bahas sebagai alternatif Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bersama dengan seluruh guru kelas VII hingga IX dalam sela-sela Workshop Penyusunan Perangkat Ajar IKM di aula UPT SMPN 1 Kanigoro dihadiri oleh Bapak Pengawas Dinas Pendidikan Kab. Blitar.
Perasaan saya selama melaksanakan aksi nyata sangat bersemangat dan merasa memperoleh pengalaman praktik baik yang dapat saya bagikan kepada rekan sejawat dan Murid sebagai tujuan pembuatan Program Sayur Teras Kelas yang berpusat pada Murid.
Karena keterbatasan waktu serta kondisi liburan sekolah, terdapat beberapa kendala yaitu partisipasi murid dalam kegiatan masiih terbatas pada Murid inti yang bersedia dating yang masih berjumlah 4 Murid.
Secara keseluruhan, aksi nyata berjalan cukup baik serta dapat melibatkan berbagai pihak meskipun masih sebatas awal. Pengenalan program cukup dianggap berhasil dilihat dari antusias Murid serta bapak ibu guru dalam membahas ide Program Sayur Teras Kelas.
Rencana perbaikan yang perlu dilakukan adalah memantabkan rencana pertahap dengan lebih banyak melibatkan berbagai pihak utamanya Murid dan wali murid serta wali kelas untuk berkolaborasi menciptakan ekosistem bertanam sayur di teras kelas sebagai budaya sekolah yang positif membangun karakter murid berjiwa entrepreneur. Sebagai upaya memperkenalkan program serta percepatan publikasi berbagai media, perlu dibuat media publikasi poster dan menggerakkan anggota tim serta Murid mengkampanyekan Sayur Teras Kelas sebagai program ko-kurikuler yang menyenangkan dan bermanfaat.
Adapun Video Dokumentasi proses pelaksanaan aksi nyata Bersama murid dapat dilihat pada link youtube berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=mO7KJmc-hnk
Claes Bengtsson. Deputy Chief Economist, European Commission