Undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Sultan Mehmed II mengenai peredaran uang logam karena menghadapi kelangkaan koin yang terus berlanjut dan tindakan khusus yang diambil oleh pemerintah untuk menananggulanginya. Hukum Ini adalah menuntut agar semua emas batangan yang diproduksi atau diimpor ke Kesultanan diserahkan kepada percetakan untuk dicetak menjadi koin.…
Sejak diperkenalkannya kebijakan QE oleh The Fed pada tahun 2008 lalu, secara nalar jumlah uang USD yang beredar seharusnya semakin bertambah banyak. Kebijakan QE atau sering disebut kebijakan cetak uang pada akhirnya akan menambah pasokan USD di pasar. Dengan dasar ini, banyak orang memperkirakan bahwa dalam jangka panjang, nilai dari USD ini akan menurun seiring dengan jumlahnya yang terus bertambah.
Namun kalau kita lihat gambar di bawah berikut, ternyata sejak tahun 2008, nilai mata uang USD berada dalam tren meningkat (atau cenderung bergerak menguat). Lalu apa yang menyebabkan hal tersebut?
(Sumber: Bloomberg)
Jika asumsi tingkat permintaan konstan, maka seiring dengan bertambahnya sisi penawaran, harga akan cenderung turun.
Begitulah kira – kira hukum dalam ekonomi berbicara. Pertanyaannya: apakah permintaan akan mata uang USD konstan? Turun? Atau sebaliknya, justru terus meningkat?
Ternyata berdasarkan data dari IIF, untuk tahun 2020 ini saja terdapat USD15 triliun hutang yang akan jatuh tempo dari negara – negara maju (AS, Jepang, Eropa, dan negara G10 lainnya).
(Sumber: IIF)
Jika dilihat kembali gambar pertama di atas, jumlah USD yang telah dicetak The Fed sejak 2008 hingga saat ini (telah memperhitungkan kebijakan QE4 yang diluncurkan Maret lalu) maka jumlah-nya hanya sebesar USD5 triliun.
Sehingga dari sini dapat terlihat bahwa jumlah permintaan akan USD ke depannya akan cenderung tetap tinggi. Belum lagi apabila memperhitungkan dampak dari COVID-19 yang membuat seluruh negara di dunia untuk memberikan stimulus fiskal dengan pembiayaan melalui hutang. Apabila likuiditas domestik dari setiap negara tidak memenuhi, maka pilihan terakhir adalah dengan mencari likuiditas di pasar global – yang mana umumnya berdenominasi USD.
Kesimpulannya: (i) dengan status USD sebagai mata uang global, pemerintah AS melalui The Fed memiliki keleluasaan dalam melakukan cetak uang tanpa khawatir adanya penurunan dari nilai mata uang mereka (USD), (ii) di sisi lain, negara – negara berkembang untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan fiskal harus menerbitkan surat hutang lebih banyak. Jika diterbitkan dalam mata uang lokal maka berisiko akan memperlemah nilai mata uang negara tersebut. Namun jika diterbitkan dalam mata uang USD (karena alasan ketidakcukupan likuiditas domestik ataupun alasan diversifikasi mata uang), hal ini akan menjadi sumber permintaan terhadap USD di masa depan, dan (iii) ke depannya seiring dengan pemulihan ekonomi global mungkin akan berlangsung lambat, tren rendahnya harga komoditas global, serta kebutuhan pembiayaan fiskal jangka pendek untuk menghadapi COVID-19 maka kebutuhan/permintaan akan mata uang USD akan relatif lebih tinggi dari tingkat persediaannya terlepas dari kebijakan QE The Fed. Oleh karena itu, sulit bagi mata uang USD untuk bergerak melemah secara signifikan dalam 1 – 3 tahun mendatang.
Pengertian Inflasi, Penyebab Inflasi dan Dampak Inflasi
Pengertian Inflasi, Penyebab Inflasi dan Dampak Inflasi
SejutaArtikel.com – Negara yang maju harus memiliki banyak komponen pendukung yang mengikutinya. Salah satu yang paling menonjol adalah sisi ekonomi. Alasan ekonomi dijadikan patokan utama adalah Negara yang berkembang dengan baik tergantung pada tingkat kesejahteraan rakyat di dalam Negara itu sendiri.
Tingkat kesejahteraan dapat diukur dari tingkat ekonomi. Karena ekonomi di Indonesia memeiliki…
Bank of England Pertahankan Kebijakan Moneter Tidak Berubah, Tetapi Pola Suara 6-3
Bank of England Pertahankan Kebijakan Moneter Tidak Berubah, Tetapi Pola Suara 6-3
Komunitas Forex – Bank of England memutuskan untuk mempertahankan suku bunga Bank dan program pembelian aset tidak berubah masing-masing pada 0,50% dan 435 miliar pada bulan Juni.
Inflasi utama tetap tidak berubah pada 2,4% pada bulan Mei dengan inflasi inti sebesar 2,1% y/y, tetapi pasar tenaga kerja Inggris melihat penciptaan lapangan kerja yang kuat menunjukkan bahwa perlambatan PDB kuartal…
Hongaria: Dewan Moneter Mungkin Akan Pertahankan Tingkat Suku Bunga – TDS Komunitas Forex - Analis di TDS mengharapkan Dewan Moneter Hongaria akan mempertahankan semua kebijakannya pada hari ini, yaitu tingkat kebijakan akan dipertahankan pada 0,9% dan suku bunga Deposit O/N akan bertahan di -0,15%, sejalan dengan konsensus bulat.
Komunitas Forex – Tinggal selangkah lagi Bank Indonesia (BI) memiliki bos baru. Calon tunggal Gubernur BI Perry Warjiyo dijadwalkan akan menjalani fit and proper test di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu ini (28/3) sebelum diputus menjabat sebagai gubernur bank sentral. Jika hari ini semua lancar, anggota Dewan Gubernur BI akan lengkap, menyusul kelarnya pemilihan deputi gubernur yang…
Menabung merupakan salah satu cara yang dapat Anda gunakan untk menyimpan dana Anda. Dengan menabung Anda dapat menyimpan dana Anda sesuai dengan kepentingan dan keinginan Anda. Ada berbagai produk tabungan yag dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan seperti simpanan biasa, simpanan terencana, ataupun deposito.
sumber: tempo.co
Jika Anda hendak membuka tabungan, pastikan Anda membuka simpanan…