1. Jimi Multazam at Cherrypop 2024
2-3. Morfem at Cherrypop 2024
4-7. Majelis Lidah Berduri at Cherrypop 2024
8. The S.I.G.I.T at Cherrypop 2024
9. The Adams at Cherrypop 2024
10. Sukatani at Cherrypop 2024
seen from United States
seen from Japan

seen from Malaysia

seen from Saudi Arabia
seen from Malaysia
seen from Martinique

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Australia
seen from Saudi Arabia
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from China

seen from United States

seen from Switzerland
seen from Hong Kong SAR China
seen from China
seen from Italy

seen from Switzerland
seen from Martinique
1. Jimi Multazam at Cherrypop 2024
2-3. Morfem at Cherrypop 2024
4-7. Majelis Lidah Berduri at Cherrypop 2024
8. The S.I.G.I.T at Cherrypop 2024
9. The Adams at Cherrypop 2024
10. Sukatani at Cherrypop 2024
Morfem - Berlagak Gila Music Video, 2013
Director: Jimi Multhazam Editor: Agung Hartamurti Camera: Widivann, Henry Foundation, Agung Hartamurti, & Jimi Multhazam
Sebuah proses akan menghasilkan sesuatu yang patut untuk dirayakan. Sebelum pukul 6 pagi di tanggal sembilan, pesan masuk berisi jadwal agar dipersiapkan untuk hari Jumat jam delapan. Segala disiapkan dengan maksimal meski ada saja kekurangan. Untuk tidur yang sering kemalaman, gelisah tanpa alasan, pola makan yang berantakan, sebentar lagi kita akan tiba di ujung jalan.
Untuk doa umi yang sangat mustajab dan nasehat aby yang sangat mujarab, terima kasih sudah menyertai dalam setiap perjalanan. Dan, tentunya tanpa pertolongan Yang Maha Esa serta dukungan orang-orang baik di balik layar, segalanya mustahil dapat terselesaikan.
Diantara banyaknya "Semoga" yang diamini di awal tahun, titik ini menjadi awal untuk memeluk salah satu mimpi yang akhirnya kesampaian. Setumpuk ketakutan dan kekhawatiran pada hal-hal yang belum terjadi ternyata hanya ada di pikiran. Atas segala kelemahan dan keterbatasan yang akhirnya dimampukan, mohon untuk selalu dituntun dalam kebaikan.
~Minggu kedua 2023 (15/365) dengan beberapa catatan revisi yang belum terselesaikan
Sebuah lagu yang sangat personal sekali buat gue.
Terimakasih MORFEM untuk sebuah lagu yang maha dahsyat ini.
Thanks juga buat Jimi Multhazam untuk liriknya yang selalu membuat gue bertanya-tanya “kok bisa yak ada manusia bikin lirik sebagus ini?”
Rasa
Ada puitisme pujangga lara yang kesepian menemani malam bersama elegi industrial pop dan konstelasi bintang untuk spektrumnya, aku yang ketika menulis ini menggadaikan imanku pada num sarwa, aku yang berkontemplasi dengan diriku yang semakin lama semakin tersesat, semakin terjerat, semakin erat.
Kudengar gonggongan anjing yang melolong menyayat sepi, gonggongan yang mencitrakan agresi sementara pada hakikatnya anjing itu ingin disapa, dibuai bagai kucing anggora atau marmut lucu di keberuntungan lain. Aku yang sadar akan hal itu kemudian mencari sumber suara berharap anjing itu sudah kenyang atau giginya tak setajam tatapan tetangga, Benar saja! dia anjing yang manis, aktif, hanya saja bau, bau natural dari seekor binatang yang tidak tahu cara mandi, untungnya aku tahu. Setelah instingnya setuju bahwa aku bersahabat maka anjing itu kuajak pulang, ku perkenalkan ke separuh keluarga karena mama dan nenek takut, takut akan gigitannya atau memang dogma perihal jilatannya yang haram sudah terpatri dari ibu sebelum mereka.
Esok paginya aku pergi menuju kantor yang rasanya berada di ujung Dunia, kuberikan pelukan hangat untuk orang tuaku dan Theo, Theo adalah anjing yang kutemukan kemarin. Di perjalananku aku ditemani 30 Seconds to Mars dan Hurricane nya, rasanya Jared Leto hari itu sedang sakit padahal aku memutar audio playback, atau mungkin hanya perasaanku saja yang sakit. siapa yang tahu?
Buah Batu, jalur menyebalkan untuk warga Bandung. hiruk pikuknya begitu hangat, sehangat radiasi mesin mobil yang memberikan panas menyaingi matahari, mungkin karena jumlahnya banyak atau hanya aku yang mudah kesal. Di depanku ada dua pasang pasutri yang sedang berdebat, ku kira soal politik, ternyata soal kompetisi siapa yang benar. Mereka mengalami kecelakaan ringan, beberapa bagian kendaraannya rusak tergores antar satu dengan yang lain sehingga mereka rasa harus ada yang benar, dan yang kalah mengganti biaya reparasi. Ku lalui pemandangan kompetisi sengit itu, karena akupun sedang berkompetisi dengan waktu.
“Aku hampir sampai” kataku, hanya tinggal beberapa blok aku terhenti oleh sebuah persona, auranya memikat perhatianku. Mungkin karena dia wangi atau aku yang mudah ditaklukan. 50 millisecond dia menyebrang berlalu dan aku masih mengingatnya hingga desain terakhirku selesai hari itu.
Perasaan itu merusak rasionalitasku, mengganggu setiap garis untuk desain yang kubuat. mungkin dia cenayang yang menyebarkan magis lewat bebauan. atau hanya aku yang masih menyesal tak bertanya tentang namanya.
Akhirnya dia kunamai Rasa, karena esensinya hadir namun tidak terlalu padat, mungkin hanya sebuah gas atau dalam bentuk hologram di ruangan dalam imajiku.
Reminiscing the old days! Senjakala Cerita/MORFEM
Kuning
Lirik lagu oleh rumahsakit.
"
halusnya awan
menyatu dan menghalang
namun kau pun hanya bisu
tetap sinariku dengan cahaya
kuningmu
bagai berputar
jauh sudah terasa
namun jarak yang kutempuh
tak membuatku lebih dekat lagi
denganmu
ceritakan padaku indahnya keluh kesahmu
sebelum angin senja membasuh
jauh...
tetaplah di istanamu langit yang biru kelabu
biarlah rinduku kusimpan bersama mimpiku
bilakah kau ajakku bertemu kembali selalu
kutunggu kuningmu disetiap waktuku
tetaplah di istanamu langit yang biru kelabu
biarlah rinduku kusimpan bersama mimpiku
bilakah kau ajakku bertemu kembali selalu
kutunggu kuningmu disetiap waktuku
"