Bukan main capeknya jaga kali ini.
Semalem, aku jaga IGD sebagai dokter muda bagian anak. Sebelumnya aku pernah jaga di IGD anak 1x, dan menurutku cukup menyenangkan, karena pagi itu pasiennya tak begitu banyak, dan, ya, itu masih pagi, memang secara biologis, waktu itu sehari-hari ku gunakan untuk bekerja.
Selain itu, aku biasanya jaga di ruang perinatologi (ruang bayi) dan HCU anak. Semuanya juga tidak terlalu buruk. Hanya 1x jaga yang cukup tidak menyenangkan karena saat itu kondisi pasiennya banyak yang jelek. Jadi harus stand by untuk memonitor mereka, karena jika tidak, bayi-bayi kecil itu bisa lewat sewaktu-waktu
Sangat berbeda dengan jaga IGD tadi malam, hampir aku tidak bisa tidur. Sejak naik jaga jam 15.00 WIB, aku sangat sedikit sekali berhenti bergerak hingga jam 2 pagi esok harinya. Aku sempat tidur sekitar 1,5 jam, tidur yang terbangun-bangun karena tidak nyaman. Sekitar pukul 03.30 WIB aku udah mulai keliling lagi.
Panen pasien, entah kenapa bayi dan anak-anak hari itu datangnya bersamaan.
Menurut mitos para tenaga medis, kami mengenal istilah “Pembawa“, itu sebutan untuk orang-orang yang setiap kali jaga, pasiennya selalu banyak. Dan istilah “Penolak”, dianugerahkan untuk mereka yang setiap kali jaga selalu aman-aman saja, entah pasiennya sedikit, ataupun pasien yang kondisinya tidak mengancam nyawa.
Kebetulan malem tadi aku jaga sama dokter pembawa. Mitos pun jadi fakta. Di IGD anak selama jaga 15 jam 30 menit, lebih dari 10 anak yang harus aku bantu rawat. Aku sampai tidak bisa lagi mengingat berapa jumlahnya. Merawat anak kecil pun tidak mudah. Untuk pasang infus pada bayi saja, kami perlu bekerja sebagai tim. Sangat berbeda dengan saat menangani orang dewasa.
Ada satu pasien yang sangat ku ingat, lucu sekali tingkahnya. Pada awalnya dia sama sekali tidak mau disentuh dan diperiksa oleh siapapun kecuali oleh mamanya. Dan dengan segala strategi, kami pun berhasil melakukan beberapa pemeriksaan dan tindakan medis untuk anak itu. Sebuah kepuasan tersendiri.
Semakin malam, semakin malam, fisik mulai lelah. Normalnya, aku biasanya sudah terlelap sejak jam 20.00 an hahaha.
Ada saja komplain dari keluarga pasien. Sudah dikatakan berkali-kali, tidak boleh diberi minum karena bayinya sedang dipuasakan, tapi neneknya memaksa. Yang seperti itu tidak cuma 1 :(. Sudah dibilang, yang nunggu 1 saja, tapi malah 1 keluarga semua masuk IGD. Sungguh itu mengganggu sekali keluwesan kami dalam bekerja, karena tempatnya jadi sempit, dan kadang keluarga pasien tidak aware bahwa terkadang kami perlu berjalan cepat, berlari, untuk menolong yang lain. Mereka justru membuntu jalan, menurutku.
Sebentar-sebentar manggil “Suuuus”.
Tolong bu, tolong, saya bukan suster :(. Tapi yasudahlah. Udah malem, bodo amat mau dipanggil apa. Salahku sendiri juga tidak memperkenalkan diri ke keluarga pasien. To be honest, aku lebih seneng dipanggil “mbak” daripada “sus”. Entah kenapa, karena mungkin memang aku bukan suster, kalo mbak-mbak sih iya, dipanggil tante juga bisa ahaha.
Namanya orang capek ya, bawaannya mau judes aja, apalagi mens hari pertama. Matilah kau sudah kalau ngajak aku tengkar. Wkwk. Ga deng, ga seganas itu kok :D
Tapi aku selalu inget gimana rasanya diperlakukan buruk oleh tenaga kesehatan saat ayah dan ibu dulu sakit. Sedih, amat sangat sedih. Sebagai keluarga pasien aku pasti merasa “kami ini sedang susah, kok malah digitukan”, tapi aku juga tau bagaimana perasaan tenaga kesehatan yag pasti juga punya pikiran “saya capek, pasien saya ga cuma Anda saja”.
Setiap kali teringat itu, aku mencoba tersenyum palsu dengan harapan dapat membangkitkan moodku, agar secara tidak sadar aku sudah tersenyum ikhlas. Dokter jaga yang semalem pun orangnya sangat ramah dan murah senyum. Melihat beliau -yang pastinya lebih capek dari aku- aku jadi malu jika baru segini saja sudah mengeluh.
Ada sebuah kalimat yang senantiasa ku ingat dan sengaja ku ulang-ulang dalam pikiranku agar aku dapat menjadi tenaga medis yang baik, walau terkadang semua itu harus ku awali dengan senyuman palsu.
Be kind, no matter how bad your day is going. The patient is always having a harder day than you. -dr. K-