Orang bermuka datar, mungkin itu sebutan yang sering terungkap oleh teman-teman saya kepada diri saya. Sejujurnya saya juga bingung kenapa muka saya dibilang datar, padahal muka saya ada lekukan-lekukannya, mata yang belo, bibir yang tipis, dan hidung yang mancung.
Bukan-bukan itu ternyata maksud teman-teman saya. Mereka menyebut saya karena ekspresi saya yang datar dalam berbagai situasi. Bisa dibilang itulah kelemahan saya tetapi juga bisa menjadi kelebihan.
Orang bermuka datar (minim ekspresi) ini adalah orang-orang yang sulit ditebak. Orang-orang akan sulit menebak dari luar apa yang ada di dalam isi hati dan pikiran si orang bermuka datar, kecuali orang itu sudah mengenal dekat.
Saya bukanlah orang yang tidak berkspresi, namun untuk berekspresi, muka saya perlu disetting terlebih dahulu. Seperti foto dibawah ini.
Walaupun agak maksa, tetep bisa berekspresi sedikit.
I am Introver
Berdasarkan tes psikologi singkat yang saya ikuti berdasarkan buku karangan Martin Olsen Laney “The Introvert Advantage”, saya termasuk orang yang bertipe introver. Menurut Laney, introver itu bukanlah orang yang tertutup, pemalu apalagi antisosial. Kaum introver hanya bersosialisasi dengan cara yang berbeda.
Kaum introver menjalin hubungan dengan lebih sedikit orang, namun dengan tingkat koneksi dan keintiman yang lebih tinggi. Bagi kaum introver, menjalin hubungan dengan orang lain membutuhkan banyak energi, sehingga mereka enggan untuk menghabiskan terlalu banyak energi untuk bersosialisasi. Itulah mengapa kaum introver tidak menikmati obrolan panjang.
Berbeda dengan kaum ekstrover yang suka ceplas-ceplos. Kaum introver seringkali ragu untuk berbicara, sebelum dirinya benar-benar yakin. Suka merenung dan bertindak dengan hati-hati serta tidak menunjukkan ekspresi wajah atau reaksi yang berlebihan. Seringkali orang menyebut kaum introver sebagai sosok misterius.
Nah, hal-hal diatas sebagian besar ternyata sesuai dengan kepribadian saya. Terkait dengan keistimewaan atau kelebihan, orang-orang introver seperti saya ini biasanya lebih mudah menjaga rahasia. Karena memang seringkali saya malas menceritakan sesuatu, kecuali ditanya. Walaupun mungkin bagi sebagian orang, itu adalah hal yang penting.
Saya seringkali memilah-milah, apa yang harus dibicarakan kepada setiap orang. Jadi tidak semua orang akan mendapatkan cerita yang sama. Apalagi hal yang bersifat rahasia. Saya tidak akan menceritakan kecuali diizinkan kepada si pemberi rahasia. Atau memang, ada hal yang sangat penting sehingga saya harus menyampaikan rahasia. Tapi untungnya sampai saat ini, tidak ada rahasia yang harus benar-benar dijaga. Kecuali rahasia saya sendiri.
Muka Datar, Pandai Menjaga Rahasia Orang bermuka datar, mungkin itu sebutan yang sering terungkap oleh teman-teman saya kepada diri saya. Sejujurnya saya juga bingung kenapa muka saya dibilang datar, padahal muka saya ada lekukan-lekukannya, mata yang belo, bibir yang tipis, dan hidung yang mancung.











