Saya tidak sedang berbicara tentang bukunya Fathi Yakan; yang akan saya katakan di sini adalah sebuah fenomena ‘Berjualan Kakbah’ yang marak terjadi tanpa kita tahu. Ah, bukan kita … tapi mereka.
#gallery-0-11 { margin: auto; } #gallery-0-11 .gallery-item { float: left; margin-top: 10px; text-align: center; width: 50%; } #gallery-0-11 img { border: 2px solid #cfcfcf; } #gallery-0-11 .gallery-caption { margin-left: 0; } /* see gallery_shortcode() in wp-includes/media.php */
Di sini … sedikit pun saya tidak berniat menjatuhkan nama seseorang; memanfaatkan kondisi untuk kepentingan diri sendiri, apalagi untuk membeli rumah + isinya. Postingan ini adalah pure sebagai peringatan yang akan ditelunjukkan pada cermin saat saya berada di depannya. Maksud saya … ini adalah catatan untuk diri pribadi yang diharapkan juga bisa menjadi bahan renungan untuk yang membaca. Dan kamu.
Atas dasar apa saya membuat postingan ini? Oke, ini adalah upaya untuk menyadarkan admin-admin akun dakwah di luar sana — dan saya tentunya- bahwa dakwah bukanlah barang yang bisa dijual, tempat yang bisa dikomersilkan, atau skenario yang dibuat untuk mencapai kesuksesan pribadi. Boleh saja mendapatkan sesuatu dari dakwah … tetapi mutlak, harus diniatkan untuk Allah; maka yang kau dapat adalah sebentuk hadiah yang berlapis-lapis berkah.
Follower adalah amanah yang dititipkan untuk kita perlakukan dengan baik, bukan untuk dibohongi. Mereka akan senang melihat topeng monyet … dan mereka akan tetap tahu dibalik topeng adalah monyet, meskipun memakai topeng manusia. Pawangnya pun akan merasa senang, sebab akan ada imbalan bagi setiap pertunjukan yang menarik. Tapi kalau dibohongi oleh topeng niat? Follower tidak akan tahu apa yang ada dibaliknya. Saya yakin mereka akan tercerahkan dengan ‘pertunjukan’ dakwahmu, namun Allah? Wallahu a’lam.
Saya jadi ingat perkataan seseorang ketika dia dipuji tentang kehebatannya membuat buku Best Seller.
“Wah, hebat sekali, mas. Bukunya best seller!”
“Alhamdulillaah. Saya berlindung kepada Allah atas setiap kesalahan yang ada di buku itu. Sebab, satu kesalahan akan menjadikan dosa yang banyak jika buku itu laris terjual.”
Artinya adalah, banyak follower berarti juga banyak saksi. Mungkin … yang disebar adalah kebaikan, tetapi didasari oleh hati yang tidak benar. Saya takut, kalau nanti follower tidak bersaksi, “Aku tercerahkan sama dakwah dia.” tapi malah, “Aku dibohongi sama dakwah dia untuk kepentingan pribadi.”
Lebih menyakitkan lagi … ‘kecerdikan’ yang Allah karuniakan ternyata melenceng dari fungsi hakikinya. Saya tidak akan bilang bahwa kami … akan selalu berada di jalan yang benar, tapi kami berlindung pada Allah; meminta-Nya untuk ‘menarik’ kami jika telah terlalu jauh tergelincir, bahkan meminta-Nya untuk ‘menampar’ kami jika kami masih saja ngeyel. Husnudzon saya … barangkali di antara kami ada terbesit dosa itu, maka Allah menampar dengan dimanfaatkannya nama besar yang Allah karuniakan untuk kepentingan komersil bertopeng dakwah oleh orang lain.
#gallery-0-12 { margin: auto; } #gallery-0-12 .gallery-item { float: left; margin-top: 10px; text-align: center; width: 50%; } #gallery-0-12 img { border: 2px solid #cfcfcf; } #gallery-0-12 .gallery-caption { margin-left: 0; } /* see gallery_shortcode() in wp-includes/media.php */
Menyakitkan sekali, ketika nama TC; buku pertama dan judul film dakwah perdana kami dijadikan alat dakwah komersil. Padahal, pertama kali terbentuknya … kami telah berikrar, “Biarlah nama kami tak dikenal di bumi, tapi kami akan tanamkan keyakinan bahwa nama-nama kami diperdengarkan di antara penghuni langit. Biarlah tak mendapat apa-apa, asalkan Allah dan Rasul-Nya” juga dalam pembuatan film … kami menghindari PH yang berorientasi uang dengan menggandeng yang BEDA. Semoga Allah senantiasa menjaga kami dan juga kalian, biar kasus ini menjadi urusan ‘Polisi Allah’, karena mereka adalah pihak yang berwajib dalam menilai apa yang ada di hati manusia.
Salam santun dari kami :)
Runtuhnya Dakwah di tangan para ‘Dai’ Saya tidak sedang berbicara tentang bukunya Fathi Yakan; yang akan saya katakan di sini adalah sebuah fenomena 'Berjualan Kakbah' yang marak terjadi tanpa kita tahu.