Trimakasih silaturahimnya ke mqfm jogja.. #mupos #inspirasikeluargaindonesia #inspirasihijrah
seen from Germany
seen from Russia
seen from United States
seen from Estonia

seen from Australia
seen from China
seen from T1
seen from Taiwan
seen from Kosovo
seen from China
seen from Iraq

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Canada
seen from Türkiye

seen from Belgium
seen from Belgium
seen from Belgium
seen from Costa Rica
Trimakasih silaturahimnya ke mqfm jogja.. #mupos #inspirasikeluargaindonesia #inspirasihijrah
Cerita Ramadan
(Terinspirasi dari Lagu Edcoustic ~ Pertengkaran Kecil) Hari ini 7 Juni 2016, tepat 20 tahun yang lalu aku dilahirkan dari rahim ibu yang luar biasa. Rupanya aku sudah lama tinggal di dunia dan ah, aku sudah apa? Masih begini saja, tak membekaskan jejak apa-apa. Rabbi. Jam masih berdetak menemani keheningan malam ini. Aku buka handphoneku, tak ada satupun pesan yang masuk. Lalu aku buka lagi, masih tak ada pesan apapun. Aku menunggu pesan darinya, pesan dari seorang sahabat, ah mungkin. Sudah lama ia tak menyapaku, mungkin ia sudah lupa ya cara bertegur sapa. Ah, tidak, kuyakin ia bukan tipikal orang yang seperti itu. Mungkin kesibukannya mengalihkan waktu untuk menyapaku. Padahal menyapa tak membutuhkan waktu lama kan? 'Ah, Rabbi, jauhkanku dari prasangka' Kata-kataku dulu mungkin masih memahat luka di hatinya. Ia adalah seseorang yg tak biasa, istimewa. Kau tahu? Tahun lalu ia menjadikan video ucapan dri sahabatku saat SMA mjdi hadiah miladku. Aku tak mengerti, dari mana ia tahu & bagaimana bisa ia mendapatkannya. Ia memang seseorang yang misterius, tak terterka. Tapi kini rasanya berbeda, tak ada lagi hadiah bahkan ucapan darinya. Ah, sedalam apa aku memahat luka di hatinya? Mengapa rasanya lama sekali sembuhnya. Ah, kak. Ya, ia bukan hanya sekadar sahabat, ia bak seorang kakak bagiku. Ya, itu panggilanku untuknya setelah 2 tahun aku mengenalnya. Ia ingat kapan pertama kali aku menyapanya lewat _facebook_, 24 Juni katanya & aku tidak ingat. Hal kecil seperti ini saja ia cari, kadang aku tak paham jalan pikirannya. Kesalahanku padanya sepertinya terlalu menggunung ya? Terlihat sulit sekali ia memaafkan. Kini aku kaku berbincang dengannya, tak seperti dulu. '"Aku ga ada sinyal. Td aja ngeles miskomunikasi. Aku udah lari2 jauh2 ke panorama buru2 buat ngeles, eh tau nya pas sampe dpn rumah ibu nya blg: "kan sya udh sms hari ini ga les dulu ga di cek ya maaf ya sok tetehnya pulang lg" Gtu, huhuhu. Udh jauh2. Aku pulang lagi cobaa, Dan aku Cek sms da ga masuk, seharian aku dikosan ga ada signal 😭😭😭😭' Dan ia hanya membalasnya dengan 'bentar lagi di jalan'. Mungkin aku yang terlalu kuat melibatkan perasaanku. Rasanya dulu ia tak begitu, aku kehilangan ia yg dulu. Ia yg dekat, ia yg lekat. Atau mungkin ia masih marah krn aku tak menyampaikan padanya ttg sakitku, ttg sinusitis kronis yg dideritaku sedangkan teman-teman kelas yang lain tahu? Sepertinya ya krn itu. Ah, andai ia tahu, aku tak ingin merepotkannya lagi, sudah dari semester awal hingga semester 5 kemarin ia selalu menemani ketika sakit. Ketika kakiku sakit dulu, ia tak pernah menolak untuk membantu, bahkan membantu memapahku dri kosan hingga kampus, dan ia harus pergi lebih pagi saat itu. Ia selalu menginap, menemaniku di kosan ketika aku sakit dulu. Juga saat mengantarkanku ke rumah sakit dan menunggu dari pagi hingga sore. Rasanya sudah cukup utk merepotkannya. Aku tak memberi tahunya bukan berarti menganggapnya tak ada, tidak sama sekali. 'Ah, kak, Maaf aku juga menolak untuk berbicara denganmu dulu, emosiku sedang tak stabil, aku khawatir ego kita sama-sama meninggi, hingga tak tertahan lagi' Aku malu sekaligus takjub. Tapi kini aku kehilangan itu. Kehilangan keistimewaannya yg melekat pada dirinya dulu. Aku kehilangan ia yang dulu, entahlah mungkin itu juga karena salahku. Ya begitulah, seringkali kita merasakan pentingnya kehadiran seseorang ketika ia pergi. Ah, aku rindu. Rindu pada puisi yang sering ia kirim meski aku kadang tak mengerti. Rindu pada kata-kata bijaknya. Rindu pada kehangatan tegur sapanya. Rindu pada kejutan unik yang ia siapkan setiap miladku. Kuharap ia ikhlas memaafkanku segera, ah maaf aku memahat luka terlalu dalam. 'Aku menyayangimu karena-Nya, kak' "Pertengkaran kecil kemarin, cukup jadi lembaran hikmah, karena aku ingin tetap sahabatmu" Lembang, 3 Ramadhan 1437 H/7 Juni 2016 〰〰〰〰〰 @pengeja_hujan shelfauziah.tumblr.com