Jangan menjadi pembenci. Apalagi menjadi penebar kebencian. Jangan ya, nanti Tuhan bisa marah #myabecedequotes Pada jaman yang tidak dahulu kala (belum lama terjadi_red) Ada dua orang sedang berseteru, dimana keduanya sama sama seorang kepala keluarga, juga pegawai pemerintahan di instansi yang berbeda dengan jabatan yang sama. Akibat salah paham yang sebenarnya kecil atau sepele, mendadak jadi begitu hebohnya. Heboh karena merasa diri tinggi. Tinggi karena harta, tinggi karena jabatan. Saling mengecilkan satu sama lain, sibuk ingin menunjukkan "besar"nya. Waktu berlalu, perseteruan masih saja hangat. Mungkin juga dipengaruhi oleh penghangat tanpa pamrih di sekitar mereka. Siang itu saya bertemu dengan salah satunya di kantin tanpa sengaja. Obrolan ringan pun mengalir. Hingga akhirnya saya bertanya bagaimana kira kira akhir dari perseteruan itu. Dijawab oleh si bapak dengan muka seketika tegang. Muka memerah itu menyiratkan amarah yang bisa menumpulkan kepandaian. Saya tersenyum kecil lalu berkata lagi, " bapak berdua bukankah sudah punya anak bukan? Sekiranya bapak benar dalam perkara itu, cukup bapak meluruskan. Setelahnya diam. Perlakuan yang bapak rasakan kemudian, itu adalah kesempatan untuk menghebatkan diri, bukan untuk menjadi sombong. Tetapi untuk mengalahkan godaan dari dalam diri dan memenangkan hati untuk menjadi pemaaf. Sederhananya, bisa dengan berfikir bahwa bapak punya anak, pasti setiap anak menjadikan orang tuanya panutan. Maka pilihlah sikap sebaik baik untuk jadi contoh. Jika itu adalah anak anak yang mengalaminya, cukup pahamkan dengan cara baik, bahwa tentu setiap orang tua akan sedih jika anaknya terlibat masalah yang seharusnya tidak perlu. Dan akan lebih hebat lagi, jika kenyataan bahwa bapaklah yang benar, lalu memperjuangkan kebenaran. Bapak mesti ingat, mungkin dia akan malu akhirnya, mungkin juga akan mendapat ganjaran. Tapi, dia juga punya keluarga. Biarkan setiap masalah di selesaikan sesuai aturannya. Memupuk benci dihati hanya mengurangi kebahagiaan. Jika umpama kita punya dosa, lalu kemudian ingin bertaubat. Yakin diampuni? Atau malah melihat kaca?" #sharingmyabecede #makassar #instamakassar #tumblr #likeforlike (di Makassar City-Sulsel)