Sisters.
Mavi hasn’t visited her home dimension in a while, her younger sister got bigger
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Latvia
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from Poland
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Latvia
seen from United States

seen from Latvia
seen from Brazil

seen from United States

seen from Brazil
seen from Brazil

seen from United States
Sisters.
Mavi hasn’t visited her home dimension in a while, her younger sister got bigger
Diskon 21% Kirin Teflon Nafiri Nonstick Wok 28 cm - Ungu
Diskon 21% Kirin Teflon Nafiri Nonstick Wok 28 cm – Ungu
View On WordPress
Renungan - Korban, Nafiri dan Lagu
“Pada saat persembahan korban bakaran dimulai, mulailah pula dinyanyikan nyanyian bagi TUHAN dan dibunyikan nafiri,” 2 Tawarikh 29:27.
Bacaan : 2 Tawarikh 29 : 1-29
Ketika Hizkia menjadi raja, dia membuat reformasi menyeluruh dan mengkuduskan bait Allah yang telah disalahgunakan. Hari itu merupakan hari pembaharuan peribadatan yang mengesankan. Bayangkan barisan iman-iman dan para Leqi, peniup nafiri atau terompet, pemusik kecapi, dan raja Hizkia sendiri. Di atas mezbah, korban untuk dosa dipersembahkan. Pada waktu korban itu disembelih, nafiri dibunyikan dan semua umat berseru dalam lagu pujian kepada Tuhan.
Adasaat-saat tertentu di dalam hidup kita seperti itu. Saat-saat ketika kita meletakkan korban kita di atas mezbah. Oleh karena korban yang sempurna telah dipersembahkan oleh Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib, maka korban kita adalah persembahan hidup kita. Korban hidup kita menjadi nyata sekali, ketika kita menyerahkan rencana kita, proyek kita, program kita kepada Tuhan. Seringkali apa yang ingin kita lakukan untuk Tuhan bercampur aduk dengan ego dan kehendak kita sendiri.Adapula saat-saat ketika kita harus mempersembahkan sebagai korban: kendali atas usaha-usaha yang menguntungkan diri kita sendiri.Adajuga korban yang harus diserahkan berupa harapan-harapan atau cita-cita kita dan mimpi-mimpi kita untuk kebaikan orang lain. Kadang kita lupa bahwa hal-hal itu adalah milik Tuhan dan bukan milik kita.
Ketika kita mempersembahkan hidup kita, ada nafiri dibunyikan di sorga dan seluruh penduduk Sorga berseru-seru dalam nyanyian pujian kepada Tuhan. Kita serahkan kendali kita dan kita hidup di dalam kemerdekaan. Kehendak Tuhan yang terjadi. Dia tahu yang terbaik. Ketika persembahan hidup kita telah selesai dikorbankan, Tuhan sanggup melipatgandakan hidup kita. Keberhasilan dari usaha sendiri diserahkan kepada Tuhan, dan Dia melipatgandakan keberhasilan kita.
Renungkanlah: Waktu kita menyerahkan sesuatu atau seseorang kepada Tuhan, Dia menyerahkannya kembali kepada kita sebagai anugerah, sehingga kita dapat bersukacita atas anugerah-Nya itu.