ASRAR AWLIYAULLAH: TANGGUNG JAWAB SEORANG SYEKH Mereka membiarkan murid-muridnya untuk melakukan sesuatu dengan cara tertentu agar mereka bahagia. Para Awliya tidak ingin melihat murid-muridnya gelisah. Itulah sebabnya, yatanazzaluun, mereka turun melalui berbagai level kesempatan sehingga mereka dapat mengambil tanggung jawab dari para pengikutnya dan mengambil yang terbaik dari pengikut mereka serta menyingkirkan apa yang buruk bagi mereka. SubhanAllah, Grandsyekh AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q) mengatakan, "Aku bertanggung jawab, atas nama seluruh pengikutku, aku memikul tanggung jawab mereka pada diriku, untuk membuat mereka bersih sepenuhnya," tidak seperti yang lain yang hanya mau menyelamatkan mereka sendiri. Beliau mengatakan, "Tidak ada seorang Wali yang akan masuk Surga jika ada murid-muridnya yang tidak masuk Surga bersamanya, terlepas dari apa pun (keburukan yang mereka lakukan)." Saya mendengarnya langsung dengan telinga ini. Jadi ini adalah kekuatan yang khusus ditujukan untuk tajaliyyat rahmaaniyya, mewujudkan rahmat. Tajalliyaat ar-Rahmaaniyya an-naazila fii hadza 'l-`ashr wa an yatahammal asy-syaykh al-muriidihi mahmaa kaana adz-dzunuub. ~Shaykh Hisham Kabbani ❤️❤️❤️ #ShaykhHishamKabbani #naqshbandi #naqsyabandi #islam #aswaja #ahlusunnahwaljamaah #tasawuf #repost @haqqaniindonesia https://www.instagram.com/p/CIz3sAcBr5l/?igshid=15nbv5g6dainm