Katamu, kita baru saja memulai sebuah perjuangan baru. Tetapi untuk sesaat, aku lebih suka menyebut ini dengan kalimat 'perjuangan untuk memulai sudah berakhir'. Aku yang pemalas ingin rehat sejenak. Tetapi kamu terlalu bersemangat. Hingga kamu melesat meninggalkanku yang entah di mana. Awalnya, kupikir kita bisa berjalan bersama. Tetapi kamu terlalu cepat, hingga lupa bertanya kabarku yang berjuang sudah sejauh apa. Sebenarnya... tidak begitu. Aku terpaksa menggambarkanmu dengan banyak 'tetapi'. Aku hanya butuh alasan untuk menolerir sebuah kelemahan. Dan mungkin pada akhirnya, kita tidak akan sejalan.
Prosa Perasaan









