Gini lho,
"Andaikata saya belum memiliki hal ihwal yang khalayak ramai punyai. Bukan berarti saya tidak menginginkannya. Saya lebih suka dibilang kurang usaha daripada kurang "keinginan" dan motivasi. Kurang usaha, artinya ada dimensi ikhtiar yang belum saya selami. Sementara kurang keinginan.... bagaimana mengukurnya? Absurd. "
"Ojo nesu, nduk... mengko gelis tuwo,"
"Saya ndak marah, Ndoro. Hanya saja, entah kenapa ibu-ibu komplek itu sepertinya perlu pelatihan bersosialisasi. Biar hatinya lebih tertata. Ndak semena-mena berprasangka sama hidup orang,"
"Ah, gimana kamu tahu mereka berprasangka? Lha wong kowe ra iso maca isi atine wong akeh,"
"Prasangka memang ndak kelihatan, Ndoro... tetapi terasa,"
"Lagi sensi aja kali.. santai aja, nduk. Orang bertanya karena perhatian,"
"Perhatian atau sekedar memuaskan rasa penasaran"
"Ya, itu pilihan kamu bersikap. Mau damai, atau dibawa resah? Urip mu isa apik kalo penerimaan kamu bagus. Dibawa positif saja. :) belum tentu kelak kalau kamu jadi ibu-ibu komplek, tutur wicara isa luwih apik,"
"Ah, Ndoro ndak paham perasaan saya,"
"Ndoro memang ndak paham. Tetapi Ndoro pernah muda. Dirimu belum tentu bisa tua. Wong tuwa menang pengalaman, nduk."



















