"Jika secangkir kopi bisa membuatmu bahagia, lantas untuk apa kau ambil hak orang lain?" Dewasa ini, sering kali kita dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang bersinggungan dengan materi. Seolah-olah materi adalah hal yang paling utama di dalam dunia ini. Padahal, semasa kecil dulu bahagia sungguh sangat-sangat sederhana. Bisa mandi di kali tanpa dimarahi orang tua, berangkat ngaji bersama teman-teman, bermain bola hingga suara ngaji pertanda waktu sholat terdengar. Akan tetapi entah mengapa saat ini materi seolah-olah nomor 1. Berapa banyak kasus pembunuhan diakibatkan memperebutkam harta warisan? Berapa banyak yang menghalalkan segala cara untuk mendapat jabatan yang ia inginkan? Berapa banyak kasus-kasus lain seperti pencurian, perampokan, jambred, penipuan dan lain-lain yang semuanya berkaitan dengan materi? Memang benar, semakin kita dewasa, semakin kompleks pula masalah yang akan kita hadapi, karena itu juga termasuk jalan Tuhan untuk kita berbenah menjadi pribadi yang lebih baik. Termasuk materi salah satunya, kita memang butuh materi untuk menunjang aktivitas kita, namun yang perlu kita ingat bahwa itu semua bukan harus jadi yang utama. Bukankah semia itu akan kita tinggalkan ketika kita telah tiada? Hanya amallah yang bisa menemani kita kelak ketika kita telah mati. Tak perlu menjadi kaya jika sedikit harta bisa membuatmu bahagia bahkan lebih bisa bersyukur. Kaya harta tapi miskin akal dan sikap, tentu bukanlah ciri muslim sejati. Tak perlu menjadi atasan jika hal itu justru membuatmu jauh dari Sang Maha Pemberi Rizki. Jadi kesimpulannya : " Jika secangkir kopi membuatmu bahagia, tak perlulah kau minum 2 cangkir" 😝😝😝 Nb : cuma tulisan lewat bersama secangkir kopi yang sudah dingin di pagi yang dingin dan di daerah yang dingin #TulisanBebas #FilosofiKopi #NgajarKeren #MenuntutIlmuItuWajib #KopiKeren #KopiGayoKeren #Muniru (di Kec Gajah Putih)