“Selalu ada jalan pertemuan bagi mereka yang saling merindukan. Lain halnya jika rindu hanya datang dari satu pihak. Sebab temu itu harus berpasangan. Tak bisa dilakukan sendirian.”
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from Brazil

seen from Sri Lanka
seen from Sri Lanka
seen from Germany
seen from China

seen from United States
“Selalu ada jalan pertemuan bagi mereka yang saling merindukan. Lain halnya jika rindu hanya datang dari satu pihak. Sebab temu itu harus berpasangan. Tak bisa dilakukan sendirian.”
History bukan his story
Sebagai guru sejarah, penting untuk memahami dan menyampaikan konsep bahwa sejarah bukanlah hanya "ceritanya" atau "his story", tetapi mencakup perspektif dan pengalaman berbagai kelompok dan individu dalam masyarakat. Istilah "sejarah bukan ceritanya" mengacu pada pendekatan yang lebih inklusif dalam mempelajari dan menceritakan sejarah.
Sejarah tradisional sering kali menceritakan peristiwa dan pencapaian dari sudut pandang kelompok dominan atau elit dalam masyarakat, seperti penguasa politik, kaum laki-laki, atau kelompok etnis tertentu. Namun, pendekatan yang lebih holistik dan inklusif dalam mempelajari sejarah mengakui bahwa setiap individu dan kelompok memiliki pengalaman, kontribusi, dan perspektif yang berbeda dalam narasi sejarah.
Dengan memperluas cakupan dan inklusivitas, sejarah bukan ceritanya menekankan pentingnya memeriksa dan memahami berbagai sumber sejarah, termasuk dokumentasi, laporan saksi mata, cerita lisan, arkeologi, dan sumber-sumber lainnya. Hal ini memungkinkan kita untuk melihat sejarah dari sudut pandang yang berbeda, termasuk pengalaman perempuan, kelompok minoritas, kaum marginal, dan masyarakat yang terpinggirkan.
Dalam pendekatan sejarah bukan ceritanya, penting juga untuk mengkritisi narasi yang ada, mengidentifikasi bias, stereotip, dan kekurangan dalam interpretasi sejarah yang telah ditulis. Dengan melakukan ini, kita dapat menciptakan gambaran yang lebih akurat, adil, dan memperdalam pemahaman kita tentang masa lalu.
Melalui pendekatan sejarah bukan ceritanya, kita mengakui keragaman manusia, menganalisis kekuasaan, dan memahami kontribusi berbagai kelompok masyarakat dalam membentuk peristiwa dan perubahan sejarah. Ini membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan kritis, empati, dan pemahaman yang lebih luas tentang dunia di sekitar mereka.
Dengan demikian, konsep "sejarah bukan ceritanya" mengajarkan kita untuk melihat sejarah dari berbagai perspektif, merayakan keragaman manusia, dan memahami bahwa setiap individu dan kelompok memiliki peranan penting dalam membentuk dan mewariskan sejarah kita.
cek yang ini (tentang contoh sejarah)
Manusia modern dianggap hanya satu ras karena:
Ras adalah konsep yang tidak ilmiah dan tidak alamiah, melainkan diciptakan oleh manusia dalam konteks sosial dan kepentingan politik1.
Ras tidak bersifat biologis, karena variasi genetik antara manusia sangat kecil dan tidak berkorelasi dengan ciri-ciri fisik seperti warna kulit, warna mata, atau rambut2.
Ras tidak mencerminkan keragaman manusia yang sebenarnya, karena manusia modern berasal dari nenek moyang yang sama dan telah bercampur dengan spesies lain seperti Neanderthal34.
Ras tidak relevan dengan identitas manusia, karena etnis lebih menekankan perbedaan antar-manusia berdasarkan bahasa, budaya, agama, dan sejarah2.
Adria Sterling, ada masalah dengan itu?
Ijinkan pihak lain untuk berbeda dan BENAR
Sebentar
Kehadiran seseorang hanya sekejap meskipun telah lama ditunggu bisa menjadi pengalaman yang sulit dan membingungkan. Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi:
Kesibukan: Seseorang mungkin memiliki jadwal yang sangat padat atau memiliki banyak tanggung jawab sehingga tidak dapat menghabiskan waktu yang lama dengan Anda. Mereka mungkin hanya bisa menyempatkan waktu sebentar untuk bertemu dengan Anda.
Prioritas: Orang tersebut mungkin memiliki prioritas lain dalam hidupnya yang lebih mendesak daripada pertemuan dengan Anda. Mereka mungkin harus menyelesaikan tugas, mengurus masalah keluarga, atau meluangkan waktu untuk diri sendiri.
Ketidakpastian: Ada situasi di mana rencana dapat berubah secara tiba-tiba. Mungkin ada hal tak terduga atau keadaan darurat yang membuat seseorang tidak dapat berada di sana selama yang diharapkan. Ini bukanlah sesuatu yang bisa mereka kendalikan.
Komitmen lain: Orang tersebut mungkin memiliki komitmen lain yang telah terikat sebelumnya dan tidak dapat diubah. Mereka mungkin memiliki pertemuan penting, acara keluarga, atau tanggung jawab sosial lainnya yang membatasi waktu mereka dengan Anda.
Komunikasi yang buruk: Mungkin ada kesalahpahaman atau kegagalan dalam komunikasi yang membuat Anda berharap mereka akan berada di sana lebih lama. Penting untuk berbicara secara terbuka dan jujur untuk memastikan pemahaman yang tepat tentang harapan dan keterbatasan waktu.
Begitu pun, penting untuk menghargai waktu yang telah mereka luangkan untuk bertemu dengan Anda, sekecil apapun waktunya. Komunikasikan perasaan Anda dengan mereka untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dan mencari solusi yang dapat diterima bersama.
JFIF lagi