Sby: Can Ngatur I Journalists And Grandchildren ! http://newish.info/68633-sby-can-ngatur-i-journalists-and-grandchildren
seen from Spain

seen from Israel
seen from China
seen from Yemen
seen from India
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from India
seen from Australia
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
Sby: Can Ngatur I Journalists And Grandchildren ! http://newish.info/68633-sby-can-ngatur-i-journalists-and-grandchildren
Rendah diri ( Thanks to Ibu Lianny Hendranata )
Rendah diri, ya perasaan itulah yang sering menghinggapiku, sampai - sampai semua hal dan masalah di dunia ini terasa berat banget. untuk mengatasinya aku melihat kebawah, dalam artian menemukan sebenarnya aku adalah orang yang beruntung, dan melihat bahwa kita tidak boleh menyerah atau bersikap lunak terhadap kehidupan. Sering baca buku motivasi, berpikir positif, serta mendengarkan musik menjadi jalan terbaik untuk menghindari sikap seperti ini. temukan sumber inspirasi, entah orang atau sesuatu yang bisa membuat kita menjadi lebih kuat.
Menurut seorang para tokoh ilmu jiwa, bahwa dalam pribadi seseorang sangat dipengaruhi oleh dorongan-dorongan mendasar, diantaranya adalah dorongan ingin berkuasa untuk pembentukan sebuah harga diri seseorang. Bagi orang yang selalu berfikir negatif dan tidak bisa berfikir realistis atau berakal sehat, maka perasaan rendah diri yang sudah terbentuk akan semakin berat menekan harga dirinya, Dan kalau perasaan Rendah diri ini terus menerus tidak mendapat saluran, akan menimbulkan rasa jengkel, baik pada diri sendiri atau pada orang lain dan lahirlah sikap iri hati, dengki, apatis (tidak perdulian), rasa takut untuk bertindak, benci terhadap lingkungannya (bersikap curiga). Dan yang paling berbahaya suka menjadi orang yang sombong (sok) yaitu untuk menutupi kekurangannya dia bisa bertindak sok tahu, sok berani, sok ngatur, sok ngebos, sok jagoan dan sebagainya. Sehingga menimbulkan juga kebencian dari lingkungannya sendiri, karena bisanya orang yang dihinggapi perasaan rendah diri sering menjengkelkan lingkungannya sendiri baik keluarga, teman, atau masyarakat pada umumnya.
Seperti telah dikemukakan diatas bahwa sikap rendah diri timbul karena perasaan negatif yang timbul dari perasaan sendiri misalnya cacat jasmani sehingga merasa tidak normal, tidak sama dengan orang lain, bisa juga karena merasa tidak sepadan dengan teman-teman sepergaulan karena pendidikan yang jauh lebih rendah dengan yang lainnya, atau derajat kekayaan yang menjadi tolok ukurannya, maka lahirlah istilah kaum Jetzet atau anak gedongan sebagai golongan orang kaya. Juga ada anak bawang, bahkan anak singkong untuk golongan orang miskin. Padahal, jika kita banyak bertanya, menyelidiki, ternyata hampir semua orang mempunyai perasaan rendah diri, tapi kadar penyakit rendah diri ini berbeda satu dengan yang lain dan hasilnyapun akan jauh berberda dari cara seseorang memeranginya. Maka Napoleon Bonaparte menasihati demikian: "kalau penyakit rendah diri hinggap pada anda, segeralah perangi sekuat tenaga dengan hal-hal positif. Dan sadarilah bahwa tidak satupun mahluk didunia ini yang sempurna. Seperti kata pepatah : tak ada gading yang tak retak".
Biasanya didalam diri orang yang merasa rendah diri, sering ditemukan potensi yang luar biasa dilain bidang (pada suatu bidang tertentu). Banyak orang yang menjadi jutawan dan terkenal karena berhasil menguasai perasaan rendah dirinya. Dr. William Neaston mengemukakan pendapatnya bahwa: "Banyak orang berpendidikan hebat justru tidak pernah melahirkan ide hebat yang baru atau daya cipta yang baik, sebaliknya orang tertentu yang hanya tamatan sekolah dasar atau sekolah lanjutan atas saja mampu mencapai hasil gemilang, karena daya kreatifitasnya yang tak ternilai". Mereka percaya pada kemampuan diri sendiri dan penuh daya upaya yang aktif.