Seseorang akan tersadarkan dengan dua hal: Diubah oleh suatu nasehat, atau Diubah oleh suatu kejadian.

seen from Türkiye
seen from China

seen from Italy
seen from China
seen from Egypt
seen from China

seen from Poland

seen from United States

seen from Germany
seen from Japan

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Iraq
seen from Australia

seen from Türkiye
seen from China
seen from United States

seen from Italy
seen from United States
seen from Australia
Seseorang akan tersadarkan dengan dua hal: Diubah oleh suatu nasehat, atau Diubah oleh suatu kejadian.
Dunia sibuk sekali, penuh dan sesak.
Sudah banyak musibah, banyak juga yang memecahbelah; bicara semaunya, bermain hakim pada yang bukan haknya.
Ya Allah, lekas pulihkan Indonesiaku. ❤️🩹
Pilihan Yang Kita Genggam
Sering kali kita menanam senyum di wajah sendiri, hanya agar orang lain tak merasa terganggu. Padahal di dalam dada, ada batu yang kita telan tanpa air, dan perlahan melukai dari dalam.
Apakah ini kebaikan, atau sekadar kebohongan kecil? Sebab luka yang ditahan bukan sembuh, melainkan berubah menjadi bara, menunggu angin kecil untuk menyulut dendam yang kita simpan diam-diam.
Kadang kita mesti belajar jadi angin, yang berani berkata "tidak" pada arah yang salah, agar tidak terus-menerus menabrak tebing dan menyalahkan nasib atas goresannya.
Bukankah Allah telah memberi kita jalan bercabang? Namun kita sering memilih jalur yang berbatu, lalu meratap, seakan-akan hidup hanya menyediakan luka, padahal terang ada di jalan seberang.
Semoga kita belajar menjadi hujan, turun hanya pada tanah yang rela menadah, bukan memaksa pada batu yang menolak, agar tak ada air yang sia-sia, dan tak ada luka yang kita ciptakan sendiri.
Made some pins with ocs
and since they gifted me a children pin maker with generic pictures, I used the animal ones to my advantage and used them to put completely unrelated words (like esternocledomastoideo :P)
A bit of general lore under the normal tags
[KNOWING UR LIMITS]
Keterlambatanmu akan sesuatu bisa jadi karena memang Allah ingin mengajarkanmu suatu hal sampai kamu paham betul dan dapat mengambil banyak pelajaran darinya.
Beberapa orang diciptakan dengan karakter seperti batu. Keras. Harus dijatuhkan dan dibentur berkali-kali untuk bisa paham.
Beberapa yang lain diciptakan dengan telinga yang sabar mendengar. Belajar dari pengalaman orang lain, menganalisa, memisahkan mana yang layak untuk diadaptasi dan mana yang tidak, lalu mencoba menerapkan pada dirinya.
Beberapa diberi kemampuan untuk cepat memahami. Cepat membaca situasi, memutuskan langkah, namun terkadang membuatnya gegabah.
Dan beberapa di antaranya Tuhan ciptakan dengan pertumbuhan yang lambat. DiajarkanNya suatu hal itu perlahan, hingga tak jarang ia menjadi yang terakhir paham.
Tiada yang lebih unggul dari satu atau yang lain karena kemampuan setiap individunya pun berbeda. Kita semua masih sama-sama meraba, hanya saja cara dan alurnya yang tak sama. Namun, tujuannya satu; pemahaman.
Dan, ya, ujian yang kita hadapi pun tentu berbanding lurus dengan kemampuan yang Tuhan anugerahi.
Tak peduli seberapa cepat kamu bisa memahami sesuatu, Tuhan hanya ingin melihat usaha dan prosesmu dalam memahaminya.
Masa bodoh dengan keterlambatan, bukankah pemahaman akan sesuatu yang sedang kamu jalani dan perjuangkan itu lebih krusial?
Ia mungkin cepat, tapi bisa jadi pemahamannya dangkal.
Kamu mungkin lambat, dan pemahamanmu harus lebih dalam.
Pada akhirnya, mereka yang akan merdeka adalah yang berhasil mengetahui kapasitas dirinya. Mereka tau kapan harus melangkah dan berhenti. Mereka selalu siap dengan strategi terbaik untuk apa yang sedang mereka hadapi.
Dan semua bermula dari fokus ke dalam, dan berhenti menjadi penonton atas proses orang lain.
— @sepertibumi
masih belajar untuk ngingetin diri sendiri: kebahagiaanku itu tanggung jawabku, nggak pernah jadi tanggung jawab orang lain. mereka bisa aja ada di dekatku saat aku bahagia atau aku bahagia ketika ngelakuin hal-hal bersama mereka. tapi balik lagi, kebahagiaanku tanggung jawabku. aku nggak bisa membebani orang lain untuk membahagiakanku karena mereka juga punya tanggung jawabnya sendiri.
rasanya sedikit lebih lega setelah inget lagi.
Perbandingan kita bukan orang lain, tapi diri sendiri; apakah hari ini kita lebih baik dari hari kemarin?
Cukup jawab dalam hati, lalu perbaiki.