Ayo bertahan.... hanya 2 menit 1 detik
seen from China

seen from Australia
seen from Bulgaria

seen from Singapore

seen from Singapore

seen from Canada
seen from Brazil
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Italy
seen from United States

seen from Guatemala
seen from Netherlands
seen from Netherlands
Ayo bertahan.... hanya 2 menit 1 detik
Bahagia itu ga ada!
There's no such thing like happily ever after in this world. لقد خلقنا الانسن فى كبد "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (QS Al Balad:4) Life - is - never - flat. Itu kaidahnya.
Dulu kami kira bermain dengan mikroalga akan menyenangkan :)) Pembimbing yang baik hati, metode yang sederhana, dan teman bekerja yang satu visi. Haha. Terlihat akan baik baik saja bukan? Ku akui, beberapa kali aku protes. ya Allah kan aku sudah istikharah waktu itu, dan kau pilihkan ini semua untuk ku, tapi kok gini sih :((
Heyy Isnaa, kau tahu? Bahagia dalam bahasa Alquran itu Hawa, yang artinya udara. Makaa bahagia itu seperti udara, bisa dihirup tapi harus dilepas. Akan selalu ada momen kita jatuh lagi.
Kata ust Weemar sih begitu. :))
Ah iya, pernah liat benteng takeshi? yg blm pernah fix kita ga seumuran wkwk
Pernah liat peserta benteng takeshi yg gagal, jatoh, kecebur, trs marah marah sm panitia nya ga? wkwk Rasanya ga ada ya. Pasti kalo gagal mereka akan bilang "yaah, gagal. Aku akan coba lagi nanti."
Kecewa mungkin iya, tp ga ada tuh yg marah marah, protes misalnya, rintangannya terlalu berat atau semacamnya. Wkwk.
Kenapa kira kira? Ya karena mereka tahu dan sadar betul, emg begitu, di benteng takeshi banyak rintangannya. Toh semuaa peserta jg mengalami rintangan itu kok.
Orang yang sadar bahwa dunia ini penuh ujian dan masalah akan lebih ikhlas dibandingkan orang yang berharap dunia ini penuh dengan kesempurnaan. Mau lari kemanapun, masalah akan tetap selalu ada. Kecuali? Kecuali.. Kalo kita bersyukur. QS 14:7 = لئن شكرتم لازيدنكم ولئن كفرتم ان عذابي لشديد
Kita emang diciptakan dalam keadaan susah payah (QS Al Balad:4), tapi ayat nya ga sampe situ aja. Liat lanjutan ayatnya, ايحسب ان لن يقدر عليه احد " Apakah ia (manusia) mengira bahwa tidak ada yg berkuasa atas dirinya SATUPUN??" (QS Al Balad:5) Iya emg kita akan selalu susah payah, tp bukan kah ada Allah?
Pertanyaan berikutnya, aku udh yakin kok Allah Tuhan. Aku sudah yakin memilih islam. Aku juga udah menemukan jawaban-jawaban rasional itu, atau setidaknya keyakinanku tidak terganggu dg pertanyaan semacam itu, tapi kenapa aku merasa masih males-malesan ya ibadah? tidak bisa sepenuhnya menghadirkan hati ketika ibadah?
Hmm mungkin di video ini jawabannya,
You dont even know how God touch you.
Kita yang ga kenal sm Allah, yg ga tahu sm Allah, bahkan mungkin yang ga mau tahu dg apa yang Allah sudah lakukan :((
Bisa ngebayangin ga sih kita udah ngasih banyak buat orang lain kita berikan semua yang kita punya, kita bantu dia, etapi yang udah dibantu malah bilang ga kenal sama kita, bahkan mungkin ga mau kenal juga. Jahat ga? Banget. Gitu tuh kita ke Allah, jahat. Tim Han ji Pyeong can relate ya sepertinya hhe Banyak hal yang kita ga tau kalo sebenernya Allah sedang bekerja pd hidup kita. Allah jaga hati kita, Allah gerakkan hati kita untuk berbuat baik, Allah berikan hidayah kepada kita seeeetiap saat. Kalo kata Ust Weemar, hidayah Allah itu kaya cahaya matahari, akan selalu ada, bersinar terang terus-menerus. Tapi kadang kita nya aja yang tutup jendela, tutup gorden :" Bahkan, saat kita sholat aja beres nya kita istighfar. Keluar WC aja doanya غفرنك ya Allah ampuni aku. Kenapa? Karena seringnya kita lupa mensyukuri nikmat Allah shg kita bisa sholat, lupa mensyukuri nikmat Allah shg kita bisa buang air dengan lancar. Lupa mensyukuri hal-hal yang sudah Allah kerjakan dalam hidup kita.
Ternyata kenapa kita masih males malesan padahal udah tau perintahNya, karena kita belum cinta sama Allah, belum kenal sm Allah, belum banyak interaksi sm Allah. Sholatnya autopilot. :((
Emang kenapa harus cinta sm Allah? Ya sesederhana kalo kita berinteraksi, bekerjasama dengan orang yang kita suka akan lebih enjoy dan ringan aja kerja nya dibandingkan kita kerjasama karena memenuhi kewajiban aja. Jadi benar kata pepatah jawa, witing tresna jalaran saka kulina. Cinta muncul karena terbiasa. Kalo udh yakin Tuhan ada, juga yakin Tuhannya adalah Allah, maka banyakin interaksi sama Allah biar makin cinta dan ringan menjalankan perintahnya Allah. Jazakillah khayran buat Teh Mutia Nabila, video nya pas banget ")) semoga ada manfaatnya teman-teman, mari saling mengingatkan ya :)) *siapa tau penasaran juga jawaban soal takdir disini https://www.youtube.com/watch?v=ER1XY2PkH4A jawaban soal kenapa Allah dan semcamnya disini https://www.youtube.com/channel/UCZ8exfNLKYBjjod86WEQCjg
It’s Never Ending Story.
Mungkin bbrp tmn yg pernah kerjasama sama aku hhe pernah merasa kalo aku tuh banyak nanya ya wkwk kaya ga paham-paham gitu, maafkan daku gais :" Tapi kalo dipikir-pikir ternyata dr dulu gitu juga, suka mempertanyakan banyak hal yang sering nya aku tidak merasa pertanyaan-pertanyaan itu terjawab meskipun sdh dijawab, wkkw Antara aku yg tidak pandai menyampaikan maksud pertanyaanku atau emg terlalu bebal aja sih selalu butuh jawaban yg lebih :" astaghfirullah Dan akhir tahun kemarin, serumpun pertanyaan-pertanyaan itu kembali terngiang-ngiang setelah belasan tahun berusaha diabaikan. "Mbak, katanya manusia udh ditentuin takdir nya kan ya berarti ga bisa milih dong? Tp kok ada yg masuk surga ada yg masuk neraka?" Haha aku lupa bagaimana kalimat yg ku gunakan waktu itu saat bertanya. Entahlah apakah mbak Atik ingat atau tidak, tp aku ingat betul bagaimana mbak Atik menjawab dg baik di ruang sholat rumah kami hmm belasan tahun yang lalu. Ruang sholat dengan dinding berwarna kuning dan cahaya lampu yang memancarkan warna yg sama. Beruntung penjelasan mbak Atik saat itu cukup bisa menjawab penasaran anak SD yg banyak nanya ini, meskipun yg tergambar dipikirannya sesederhana peta teka-teki di buku Bobo. "Manusia memang bisa memilih, tapi dari banyak pilihan itu sudah ada jalur takdirnya masing masing. Allah hanya menyediakan peta nya, manusia yang memilih jalan ke akhir yang mana." kira-kira begitu jawaban mbak Atik saat itu. Kalo diingat-ingat begini aku jd semakin merasa perlu banyak bersyukur nih wkwk dg keberadaan mbak Atik yang saat itu hampir setiap hari jadi lawanku berkelahi sekaligus kawan berdiskusi, kalo tidak salah ingat mbak Atik waktu itu entah masih SMP atau SMA. Sampai pada satu pertanyaan, "Mbak?" "hmm?" jawab Mbak Atik hanya berdehem. "Kalo Allah ada, emg Allah tuh dari mana sih? hhe" Wkwk jujur itu pertanyaan yg berhari-hari sebelumnya sudah aku timbang dan pikirkan kepada siapa harus aku tanyakan. Hanya saja aku tidak cukup berani bertanya kepada guru ngaji, pun kepada orang tua soal ini. Entahlah aku jg tidak tahu kenapa, hanya kepada mbak Atik seorang saja hehe terimakasih mbak Atik sudah mau menanggapi wkwk meskipun jawabannya begini, -,- "Hush, ga boleh mikir-mikir yg kaya gitu. Dosa." Aku kaget tentu saja. Lalu dg cepat berusaha membuang pertanyaan itu jauh-jauh, aku tidak mau berdosa. Tapi sayangnya tidak bisa :(( Aku hanya menyimpan pertanyaan itu seorang diri hingga belasan tahun kemudian, mengganggu lagi. Baiklah mungkin orang-orang memang tidak tahu dr mana Allah berasal dan akan percuma jg aku bertanya. Atau mungkin mbak Atik benar, manusia tidak boleh memikirkannya. Hmm, Tapi bagaimana dengan pertanyaan-pertanyaan ini, "Kenapa Allah ciptakan manusia? Iseng banget." Kenapa Allah begini? kenapa Allah begitu? dan kenapa Allah kenapa Allah yang lainnya. Adaa yang menjawab. Dan iya sih, pertanyaan itu terjawab, hanya saja rasa penasaranku masih menolak. Justru semakin menghantui, hingga sempat beberapa kali muncul pertanyaan baru lagi,
"What if? Bagaimana jika Islam ternyata tidak benar? Bagaimana jika ternyata surga dan neraka itu tidak ada? Bagaimana jika benar kalo ternyata Allah juga tidak ada?" Hahah. Jangan berhenti disini ya, next story. Pertama, ternyata semua pertanyaan itu bisa banget dijawab dengan logika gais. Logika yg benar tentu saja, yang rasional, tanpa ada baper bapernya ya hhe. Tapi akan sangat panjang dan riskan jika aku menceritakan jawaban apa yang akhirnya menjawab juga rasa penasaranku. Jadi, jika kalian merasa pertanyaan-pertanyaan itu juga mengganggu pikiran kalian, maka aku sarankan kalian ikut ngeslow gais hhe insyaallah semua pertanyaan semacam itu akan terjawab rasa penasarannya, cari aja infonya di akun ig @ngefast atau cek yutub nya Weemar Aditya, feel free to discuss with me :) Kedua, pertanyaan tersebut wajar muncul karena manusia dikaruniakan akal. Karena Allah ciptakan akal, pasti akan ada jawaban yang memuaskan akal. Maka jangan mengambil kesimpulan apapun sebelum kita menemukan jawabannya, bukan juga dihilangkan pertanyannya tetapi dicari tahu jawaban yang benar nya.
Dicari tahu jawabannya ya, bukan ditebak jawabannya. Tp setidaknya ada beberapa jawaban yang ingin aku ceritakan yg semoga bisa diambil banyak hikmah nya. Jawaban pertama, ketika aku terus menanyakan kenapa Allah kenapa Allah dan merasa tidak pernah puas dengan jawaban yang ada. Analogi yg cukup menohok.
"Isna, tau kue? Oke. Kue yang buat manusia ya. Jadi posisinya ‘manusia’ adalah pembuat dan ‘kue’ adalah yang dibuat. Sekarang, kira-kira bisa ga kue itu memahami manusia yang membuatnya? Tidak bisa. Jangankan kue, robot saja yg dirangkai manusia tidak akan bisa sepenuhnya memahami bagaimana manusia. Maka sama hal nya dengan Allah sbg Sang Pencipta (pencipta lho ya tidak hanya membuat atau merangkai dari bahan-bahan yang sudah ada tp menciptakan bahan itu juga) dan manusia sbg makhluk yang diciptakan. Manusia tidak akan bisa sepenuhnya memahami penciptanya, seperti halnya kue memahami pembuatnya. Jadi Naa, kadang ga semua pertanyaan tentang Allah bisa diterima akal manusia, bukan karena ga ada jawabannya sehingga Allah blm tentu ada.Tapi karena terbatasnya akal kita yg tidak sanggup memahami Allah yang Maha Sempurna."
Astaghfirullah, iya juga ya aku yg belajar relativitas aja bisa pusing, rasanya ga kuat otaknya ngimbangin Einstein gitu kan. Kok ngeyel buat bisa memahami tentang dzat nya Allah, yang nyiptain Einstein :(( Jawaban berikutnya, jawaban dari Bang Fuadhnaim :)) banyak orang memanggilnya Sajangnim. Baiklah. Jawaban spontan Sajangnim ketika ada pertanyaan ‘Kenapa Allah menciptakan malaikat untuk membantu Nya, bukankah Allah Maha Berkuasa?’
"Kalian tuh ya, sering ngatain gue julid padahal kalian yang julid sama Allah. wkwk" Eh? Astaghfirullah, iya juga ya kok aku julid banget nanya kenapa ini kenapa itu seolah Allah ga boleh ngelakuin ini itu wkwk
"Ya suka-suka Allah lah, bukan berarti Allah tidak berkuasa dan butuh bantuan. Justru karena Allah berkuasa jadi suka-suka Allah. Bisa ajaa Allah lakuin semuanya tanpa bantuan malaikat, tp pengen aja Allah dibantu malaikat karena Allah berkuasa. Orang kalian aja juga bisaa kan ngerjain tugas nya hari ini tp kalian pengen ajaa ngerjainnya besok-besok, deadline. Masak Allah engga boleh Wkkw,"
Hmm iya juga wkwk sebagai penganut paham 'tidak deadline tidak bisa mengerjakan tugas' aku merasa sangat tertampar :”
Dari dua jawaban itu serta perjalanan panjang yang mengikutinya aku menyadari sesuatu, bahwa ternyata agama bukan semata mata doktrinasi seperti yang disampaikan di kelas filsafat semester lalu. Tapi memang ada beberapa pertanyaan yang tinggal dijawab, sehingga bisa memahami keimanan itu datang nya dari mana.
Maka orang atheis akan menjadi agnostik ketika pertanyaan "Apakah Tuhan ada?" bisa terjawab. Orang agnostik akan menjadi believer ketika pertanyaan "Siapa Tuhannya?" terjawab. Dan orang believer (yang beragama tp belum taat menjalankan perintahNya) akan menjadi pribadi yang taat ketika pertanyaan "Apa Buktinya?" terjawab.
Dan soal bukti, it's never ending story, jadi harus selalu di cari supaya keimanannya semakin membawa pada ketaatan. Tapi..
(next post)