Ternyata
Aku kehujanan, tak punya payung. Kamu berikan payung.
Aku kepanasan, tak punya topi. Kamu berikan topi.
Aku kesulitan, kamu tawarkan bantuan.
Aku sendirian, kamu tawarkan dirimu menjadi teman.
Aku sedih, kamu kasih tebak - tebakan.
Aku kecewa, kamu membesarkan.
Aku lupa, kamu yang sering ingatkan.
Dari semuanya, tak satupun yang pernah aku minta.
Sesekalinya ku minta "tetaplah tinggal", kamu bilang "tidak bisa"
Saat ku tanya maksudmu apa, kamu jawab "aku begini pada semua orang".
Astaga, ternyata aku yang salah menaruh hati.
Jakarta, 25 Februari 2018










