Food Preparation - Manajemen Penyimpanan Bahan Makanan
Food preparation atau lebih dikenal dengan food prep merupakan salah satu metode menyimpan bahan makanan yang tengah menjadi tren dikalangan ibu - ibu muda (kayaknya sih gitu). Membersihkan, memotong, mengelompokkan bahan makanan ke dalam suatu wadah tertutup lalu menyusun penyimpanannya ke dalam kulkas atau freezer. Metode ini memang memerlukan investasi waktu. Terkesan repot di-awal, tetapi akan sangat membantu di-hari - hari berikutnya (hingga 1-2 pekan ke depan) saat kita akan memasak, terutama ketika menghadapi keterbatasan waktu.
Saya menerapkan food prep pertama kali setelah menikah. Belajar dari Instagram juga baca - baca artikel di blog. Tentunya ketika memulai ada sedikit bingung, trial error, dan adaptasi - adaptasi yang perlu dilewati karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan. Apa yang dilakukan orang lain belum tentu cocok dengan saya, begitupun sebaliknya.
Jadi, apa manfaat dari food prep?
Dari pengalaman yang saya alami, food prep membantu saya menjadi lebih teratur, karena saya akan membeli bahan makanan sesuai dengan kebutuhan ; porsi, jumlah hari, variasi dan tentunya disesuaikan juga dengan jumlah dan kapasitas kontainer (tempat penyimpanan).
Dengan metode penyimpanan yang tepat, ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh; Food prep membantu agar bahan makanan dapat bertahan dengan baik (awet, tidak cepat mengalami kebusukan), sehingga tidak banyak mubazir, juga upaya untuk mengurangi limbah makanan atau food waste -- salah satu penghasil limbah makanan terbesar ternyata berasal dari limbah rumah tangga.
Selanjutnya yang tidak kalah penting, food prep sangat membantu dalam efektivitas waktu dan energi. Apalagi saat harus menyiapkan bekal makanan pagi - pagi, harus cepat dengan waktu yang terbatas.
Sebagai penganut aliran iritologi dan hematologi, saya menyepakati dengan food prep bisa membantu menjadi lebih hemat; nggak mubazir (sebab busuk), nggak perlu sering - sering bolak - balik warung / pasar -- di mana konon katanya lokasi itu banyak membuat wanitah laper mata dan mengakibatkan jadi kalap. hehe
Apa yang diperlukan untuk food prep?
Alat yang diperlukan untuk nge-food prep bisa dibilang lumayan sederhana, cuma apa - apa yang ada di dapur, kok. Beberapa alat tempur utama yang kepake : pisau, telenan, mangkuk / wadah besar, lap bersih, tisu makan, tempat meniriskan (wadah bolong - bolong / saringan) dan kontainer/kotak makanan. Untuk kontainer, kalau memang belum ada alokasi budget untuk beli satu set (bermacam ukuran), bisa disiasati seperti saya dengan menggunakan tupperware yang dipunya (itu juga dari kado nikah.. gak modal ya pemirsah), atau bekas kotak es krim yang sudah di cuci bersih. Padahal dari hati yang terdalam pengen banget kontainer yang warnanya seragam kan keliatan cakep di kulkas, tapi ntar dulu deh belum terlalu urgent. Pakai yang ada dulu. Wkwk
Nah, di bawah ini akan saya bahas cara penyimpanan bahan makanan di kulkas/freezer yang biasa saya lakukan. Biasanya saya nyetock untuk 1-2 pekan. Cekidot!
Tidak perlu di cuci, potong saja sesuai porsi, kemudian kemas di dalam kontainer tertutup. Siap simpan di dalam freezer.
Daging ayam dapat disimpan dalam kondisi mentah atau matang (misal ayam ungkep) di dalam freezer. Untuk daging mentah, cukup potong - potong sesuai kebutuhan, lalu cuci bersih, kemudian masukkan ke dalam kontainer sesuai porsi.
Dan untuk yang sudah matang, langsung masukkan ke dalam kontainer sesuai porsi. Bisa ditaruh dikulkas juga sih, tapi tentunya nggak se-awet kalau ditaruh di freezer. Kalau mau masak, tinggal sreng - sreng deh.
Untuk jenis ikan, bersihkan sisik dan bagian dalam perutnya. Potong - potong (jika diperlukan), dan bilas bersih. Tambahkan irisan jeruk nipis/lemon dan sedikit garam agar tidak amis, lalu masukkan ke dalam kontainer tertutup sesuai porsi. Simpan di dalam freezer.
Pun hampir sama dengan seafood lainnya (cumi, udang dll); buang bagian yang tidak perlu, cuci bersih, lalu tambahkan irisan jeruk/lemon dan garam saat dimasukkan ke dalam kontainer.
Duo daun ini rawan banget, cepat layu dan membusuk walau ditaruh di dalam kulkas. Cobain dibikin fosil yuk! biar awet bahkan sampai berbulan - bulan. Caranya: buang bagian akar - cuci bersih - keringkan - potong-potong sesuai kebutuhan - masukkan ke dalam kontainer tertutup - simpan di dalam freezer selama 30 menit - keluarkan kontainer, lalu kocok - kocok (supaya tidak lengket/menggumpal - kembalikan lagi ke dalam freezer.
Cuci bersih daun, keringkan, lalu siangi. Kemudian masukkan ke dalam kontainer, lalu simpan di kulkas. Apabila kesulitan harus mencuci kemudian mengeringkan, langkah tersebut bisa di-skip, dan lanjut ke proses potong lalu simpan di wadah tertutup. Sayur bisa dicuci saat hendak dimasak.
Hilangkan bonggol, potong - potong sesuai kebutuhan. Beri alas tisu makan pada kontainer, masukkan brokoli/kembang kol ke dalam kontainer. Simpan di dalam kulkas.
Potong - potong sesuai kebutuhan, lalu masukkan di kontainer tertutup. Simpan di dalam kulkas
Daun salam, daun jeruk, sereh, lengkuas
Bumbu ini mudah sekali layu dan mengering. Oleh karena itu, saya simpan di freezer setelah dilakukan proses pencucian - pengeringan. Jika memberatkan, skip mencuci dan mengeringkan. Lengkuas bisa dipotong - potong dulu sesuai kebutuhan sebelum dimasukkan ke dalam freezer.
Timun, tomat, terong, labu siam dll
Dalam keadaan kering, dimasukkan ke dalam kontainer. Simpan di dalam kulkas.
Umbi - umbian, bawang, telur
Tidak saya masukkan ke dalam kulkas karena sudah cukup awet berada disuhu ruangan.
Khusus untuk bawang merah dan bawang putih, terdapat opsi lain agar tetap awet, yaitu dengan cara dihaluskan lalu ditumis (menggunakan minyak goreng). Setelah dingin, siap dimasukkan ke dalam kontainer/jar untuk disimpan di dalam kulkas.
Pilih cabai yang sehat (tidak lembek/busuk), hilangkan tangkainya. Simpan dalam kontainer yang alasnya dilapisi tisu makan. Simpan di dalam kulkas.
Cuci bersih tahu. Masukkan tahu di dalam kontainer dengan menambahkan air sampai permukaan tahu tenggelam. Simpan di dalam kulkas. Agar lebih awet, air diganti sehari sekali.
Dalam kondisi kering, masukkan ke dalam kontianer yang dialasi tisu makan. Tutup rapat, lalu simpan di kulkas. Ada juga yang suka pakai metode taugenya direndam dengan air.
Yak, itulah beberapa tips penyimpanan yang biasa saya lakukan sepekan sekali. Sebelum melakukan itu, tentunya harus dipastikan tangan kita bersih (cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir), kemudian usahakan sayur-sayuran yang akan disimpan dalam kondisii kering agar tidak cepat memicu terjadinya pembusukan.
Metode ini fleksibel, bisa banget disesuaikan dengan keadaan kita masing - masing. Selamat mencoba! Kalau ada pertanyaan atau pengalaman seputar food prep, bisa langsung komentarin yaa. :)
*ditulis saat Covid-19 'naik daun'. Insya Allah food prep jadi salah satu ikhtiyar supaya tetap nyaman dan tenang #dirumahaja. Get well soon, dear world.