Ada sileweran video “IRT tanpa penghasilan bukan berarti tidak ada kontribusi finansial.” Sekarang banyak juga ternyata yang bilang IRT full gak ada penghasilan, gak ada valuenya.
Aku lahir dan besar oleh Ibu yang tidak bekerja, tapi Ibu pernah punya brand sendiri dari mulai tas kulit dan fashion (dress + hijab), di awal menikah Ibu pernah bekerja juga. Tapi memang sudah tidak lagi, lebih banyak porsinya jadi IRT full. Lantas jika seperti itu apakah tidak ada kontribusi finansial?
Wow! MaasyaAllah justru Ayah aku bisa seperti sekarang karena Allah dan peran Ibu yang luaaaaaarrr biasaaaaaaa…. Ibu adalah contoh istri yang cerdas, sholehah, dan penuh kasih sayang. Pengorbanannya sungguh besar. Ibu punya pilihan untuk flexing, tapi Ibu bukan orang yang seperti itu. Ibu adalah orang ter-tawadhu yang pernah aku kenal. She inspired me a lot.
Lantas apakah kalau tidak berpenghasilan berarti tidak produktif? Wkwkwkwk, jam terjang Ibu panjang banget. Bahkan di usianya yang 50an ini masih mengantar adik sekolah. Pilihan jasa antar-jemput ada, tapi Ibu tidak mau. Karena Ibu ingin menjaga anaknya, salah satunya karena setiap antar-jemput anaknya menjadi salah satu cara ia melatih anaknya untuk menambah hafalan dan murajaah Al Quran selama di perjalanan.
Ibu adalah orang yang paling tahu prioritas dirinya sendiri. Value Ibu tidak berkurang. Meski aku sendiri punya rencana untuk tetap berpenghasilan ketika punya anak nanti, tapi aku sangat menghargai dan memahami Ibu yang tidak berpenghasilan. Mereka tetap punya value. Merkea tetap luar biasa. Mereka berperan penting dalam kehidupan. Love you Ibu!













