Aktualisasi Diri, mudahnya mungkin bisa dibahasakan 'menjadi versi terbaik dari diri sendiri dengan mengasah bakat dan kelebihan, sehingga dapat mencapai impian-impian serta memberikan arti kepada kehidupan'
Aktualisasi diri pertama kali dicetuskan oleh seorang ahli psikologi, Abraham Maslow melalui teori tentang tingkat kebutuhan (Hierarchy of Needs). Maslow menggambarkan lima kebutuhan manusia dalam model piramid.
Kebutuhan fisiologis: bernapas, air, makanan, tidur, dll.
Kebutuhan akan rasa aman: kesehatan, keselamatan, pekerjaan, keamanan, stabilitas, dll.
Kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta: keluarga, pertemanan, hubungan intim, dll.
Kebutuhan akan penghargaan: kepercayaan diri, prestasi, penyelesaian suatu pekerjaan, penghormatan dari orang lain, dll.
Kebutuhan akan aktualisasi diri: mampu mengembangkan diri dengan optimal, jauh dari prasangka, dll.
Sebagai seorang ibu yang full time di rumah, saya merasa butuh aktualisasi diri. Mengalami post power syndrome pernah saya alami, karena sebelumnya saya adalah termasuk orang yang aktif ikut berbagai organisasi saat di kampus, pun saat bekerja.
Tapi alhamdulillah saya berhasil mengelola diri saya saat saya harus full time di rumah. Dan saya bersyukur dengan keputusan yang sudah diambil dengan menjadi full time mom, tentunya dengan dukungan penuh dari suami.
Kebanyakan dari full time Moms yang saya temui, mereka menyandang identitas skill sebagai orang yang Multi-Tasking. Seorang ibu bisa menjadi seorang manajer keuangan, manajer event, jadi koki, dokter kecil-kecilan, boss, dan sebagainya. Itu wajar menurut saya, karena 24 jam waktu di rumah menuntut kita bisa mengerjakan segalanya.
Namun ketika seorang ibu ingin melebarkan sayap ke ranah publik (biasanya setelah anak dipandang cukup mandiri), itu bisa menjadi ganjalan. Sebab, banyak ibu terlanjur banyak tahu tentang banyak hal. Supermoms syndrome. Semua ingin dipelajari, dikuasai, dan dimiliki pada saat bersamaan. Padahal dana dan waktu tentu saja tidak selalu bisa disediakan seketika itu juga.
Pada NHW Pra Bunsay ini kami diminta menuliskan ingin dikenal sebagai apa? Ibu rumah tangga? Pengusaha? Atau yang lainnya dan menetapkan personal branding dalam sebuah identitas kartu nama pribadi.
Dalam dunia profesional, multitasking kadangkala tidak lagi strategis. Yang banyak diperlukan adalah orang-orang dengan keahlian yang menonjol, untuk bidang spesifik yang dibutuhkan perusahaan atau klien, dan yang lebih penting lagi adalah orang dengan identitas atau Brand Diri yang jelas. Tanpa memiliki pengetahuan tentang Brand Diri, biasanya kita sulit untuk menentukan fokus, membuat prioritas, dan menentukan strategi untuk masa depan _ Artha Julie Nava
Bismillahirrahmanirrahim, saya memutuskan untuk menjadi seorang full time mom dan juga seorang homeschooling teacher bagi anak-anak saya. Karena saya merasa itu adalah passion saya, saya merasa senang dan berbinar-binar saat membuat kurikulum dan melakukan pembelajaran dengan anak saya.
Nikmatilah setiap peran yang sedang kita jalani sekarang ini, lakukan dengan ikhlas sepenuh hati, insyaAllah peran apapun itu jika dijalankan dengan ketulusan hati akan berbuah pahala dari Allah SWT.














