Tour namin kayo sa mga Halaman na nag papaswerte sa bahay #bunsay #p...
seen from Russia
seen from Russia

seen from Germany
seen from United States
seen from Germany
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Japan
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States
seen from China
Tour namin kayo sa mga Halaman na nag papaswerte sa bahay #bunsay #p...
tentang adab...
Bismillah…
Segala puji bagi Allah, yang menurunkan segala kebaikan untuk kita, yang kadang luput tidak kita sadari dan tidak kita syukuri. Ya Allah, hanya Engkau satu-satunya harapan untuk kami, maka bimbinglah kami...
Alhamdulillah, habis nyimak materi rekaman Wahana Surfing (Wahana ke-2 dari Pulau Cahaya) dan merasa masih punya banyak banget PR. Apalagi wahana kali ini berbicara mengenai Code of Conduct (COC) IIP atau bahasa mudahnya adalah pedoman berperilaku selama kita berada dalam rumah IIP ini. Awal kenal COC saat matrikulasi dulu mikirnya wah ada giniannya juga ya, sampai seserius ini ya, seperti bener-bener masuk rumah IIP ini istilahnya kita mau nggak mau harus ikut aturan tuan rumah. Alhamdulillah sekarang insyaa Allah udah jadi bagian dari yang punya rumah juga yah hehe jadi akan terus belajar untuk menerapkan COC ini ketika berkomunitas di IIP.
Kalo ditanya mengenai pengalaman nyata mengenai COC, hmm… apa ya?
Saya paling teringat dengan materi saat awal-awal matrikulasi dulu yaitu tentang adab yang ternyata juga tercantum sebagai perilaku bermartabat di COC. Menjadi orang beradab itu berat. Of course, karena konsekuensi yang didapat juga besar. Termasuk yang paling ngeh di saya adalah beradab dalam menuntut ilmu.
Suami saya adalah seorang guru. Suatu hari saya pernah diajak beliau ikut untuk mengajar karena saat itu masih awal-awal menikah jadi belum ada nak kanak :p dan subhanallah, saya jadi saksi betul bagaimana beradab dalam menuntut ilmu itu sebenarnya dilakukan. Seperti datang tepat waktu, menyiapkan diri dan alat untuk belajar, menjaga ketenangan, memperhatikan dan focus, wes istilahnya di titik itulah saya bener-bener ngerasa wow. Ternyata saya masih harus banget belajar TT. Dan lebih wow nya lagi ketika saya tanya suami saya, murid abi tadi sikapnya kayak gitu banget ya. Lalu jawabnya, ya disitulah letak ridho seorang guru mi, kalo gurunya sudah ridho, berkahnya ilmu pasti turun lebih cepat pada murid-muridnya. Wuah, nohok bangeeet
Saat mengikuti matrikulasi IIP, saya seperti kembali diingatkan oleh momen tersebut. Saat di kehidupan sehari-hari pun saya berusaha sekali untuk tetap menerapkan adab tersebut. Termasuk ketika saat menyimak rekaman materi saat ini, saya berusaha focus, meski rekaman dan itu online, tetap mencatat, tidak makan dan minum saat menyimak agar focus tidak terpecah. Ehe ya meski masih ada kurangnya, insyaa Allah justru akan menjadi cambuk untuk terus belajar dan belajar lagi. Semoga Allah mampukan kita untuk terus belajar dan menjadi seorang yang lebih baik lagi…
Surabaya, 09-08-2020
Bermain Wahana Pasir
Bismillah.
Sungguh hanya dengan namaNya, seluruh apa yang ada di bumi dan langit ini bekerja sesuai ketetapan…
Tulisan ini adalah pertanda bahwa waktu bermain saya di Pulau Cahaya Bunda Sayang Ibu Profesional sudah dimulai. Tentunya setelah menyimak penjelasan duo guidetour cantik agar tidak nyasar di Pulau Cahaya ini. Giudetour pertama, bunda Rima Melanie telah menjelaskan tentang critical thinking. Kemudian guidetour kedua, bunda Farda menjelaskan tentang makna Ibu Profesional. Menariknya adalah, beliau berdua benar-benar menekankan bahwa “Santai aja bu jadi berbeda, karena ya emang kita masing-masing ini unik. Setiap keluarga ini unik, punya prinsip dan value sendiri.” Jadi selama pembelajaran di kelas Bunda Sayang, ilmu nya tidak pakem, bisa dimodifikasi dengan kondisi real di keluarga kita masing-masing.
Makna ibu professional kebanggaan keluarga versi saya sendiri adalah seorang ibu yang dapat tumbuh, berkembang, dan bermanfaat untuk keluarga dan sekitarnya dengan bahagia. Tentu itu bukan pekerjaan mudah. Makanya saya berikhtiar memasuki kelas Bunda Sayang ini dengan harapan juga bisa mendapatkan bekal ilmu dan pengalaman untuk menjadi seorang ibu yang lebih baik.
Lalu kira-kira bagaimana cara saya untuk menjadi ibu professional seperti yang saya gambarkan diatas? Pada intinya, selama setahun ini saya diberi waktu khusus oleh Allah dan atas izin suami untuk lebih lebih lagi belajar mengenai diri ssendiri, bagaimana menjadi ibu yang baik dan lain-lain. Jadi, kurang lebih akan saya liput dalam…
1. Mendekatkan diri pada Allah secara kualitas dan kuantitas.
2. Tempelkan niat besar-besar di tembok beserta seluruh pelajaran yang didapat agaarr bisa di kroscek ulang dengan belahan hati, aka suami ^^ biar memudahkan untuk pelajaran di Bunsay menyesuaikan dengan keluarga kami.
3. Usahakan untuk selalu merekam dan mengevaluasi pelaksanaan setelah mendapat pelajaran di rumah.
Bagi saya, seorang ibu itu merupakan rumah bagi keluarganya. Tempat pulang, tempat istirahat, mendapat kasih sayang dan dukungan, tempat mendapatkan kembali energy-energi baru. Semoga saya bisa menjadi rumah yang jauh lebih baik setelah mengikuti kelas Bunsay ini. Ya Allah, bimbinglah kami…
Istana Pasir #PraBunsay
Alhamdulillah resmi sudah saya mengambil kesempatan kedua di Pulau Cahaya Bunda Sayang. Seperti yang sudah saya pada post sebelumnya, saya akan berpetualang di 4 wahana dalam periode kelas Pra Bunda Sayang. Saat ini, masih dalam wahana Istana Pasir. MasyaAllah kami diajak untuk berwisata dalam dua tema yang membuat bahagia yaitu
1. Critical Thinking oleh Mba Rima
2. Makna Ibu Profesional…
View On WordPress
Aktualisasi Diri, mudahnya mungkin bisa dibahasakan 'menjadi versi terbaik dari diri sendiri dengan mengasah bakat dan kelebihan, sehingga dapat mencapai impian-impian serta memberikan arti kepada kehidupan'
Aktualisasi diri pertama kali dicetuskan oleh seorang ahli psikologi, Abraham Maslow melalui teori tentang tingkat kebutuhan (Hierarchy of Needs). Maslow menggambarkan lima kebutuhan manusia dalam model piramid.
Kebutuhan fisiologis: bernapas, air, makanan, tidur, dll.
Kebutuhan akan rasa aman: kesehatan, keselamatan, pekerjaan, keamanan, stabilitas, dll.
Kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta: keluarga, pertemanan, hubungan intim, dll.
Kebutuhan akan penghargaan: kepercayaan diri, prestasi, penyelesaian suatu pekerjaan, penghormatan dari orang lain, dll.
Kebutuhan akan aktualisasi diri: mampu mengembangkan diri dengan optimal, jauh dari prasangka, dll.
Sebagai seorang ibu yang full time di rumah, saya merasa butuh aktualisasi diri. Mengalami post power syndrome pernah saya alami, karena sebelumnya saya adalah termasuk orang yang aktif ikut berbagai organisasi saat di kampus, pun saat bekerja.
Tapi alhamdulillah saya berhasil mengelola diri saya saat saya harus full time di rumah. Dan saya bersyukur dengan keputusan yang sudah diambil dengan menjadi full time mom, tentunya dengan dukungan penuh dari suami.
Kebanyakan dari full time Moms yang saya temui, mereka menyandang identitas skill sebagai orang yang Multi-Tasking. Seorang ibu bisa menjadi seorang manajer keuangan, manajer event, jadi koki, dokter kecil-kecilan, boss, dan sebagainya. Itu wajar menurut saya, karena 24 jam waktu di rumah menuntut kita bisa mengerjakan segalanya.
Namun ketika seorang ibu ingin melebarkan sayap ke ranah publik (biasanya setelah anak dipandang cukup mandiri), itu bisa menjadi ganjalan. Sebab, banyak ibu terlanjur banyak tahu tentang banyak hal. Supermoms syndrome. Semua ingin dipelajari, dikuasai, dan dimiliki pada saat bersamaan. Padahal dana dan waktu tentu saja tidak selalu bisa disediakan seketika itu juga.
Pada NHW Pra Bunsay ini kami diminta menuliskan ingin dikenal sebagai apa? Ibu rumah tangga? Pengusaha? Atau yang lainnya dan menetapkan personal branding dalam sebuah identitas kartu nama pribadi.
Dalam dunia profesional, multitasking kadangkala tidak lagi strategis. Yang banyak diperlukan adalah orang-orang dengan keahlian yang menonjol, untuk bidang spesifik yang dibutuhkan perusahaan atau klien, dan yang lebih penting lagi adalah orang dengan identitas atau Brand Diri yang jelas. Tanpa memiliki pengetahuan tentang Brand Diri, biasanya kita sulit untuk menentukan fokus, membuat prioritas, dan menentukan strategi untuk masa depan _ Artha Julie Nava
Bismillahirrahmanirrahim, saya memutuskan untuk menjadi seorang full time mom dan juga seorang homeschooling teacher bagi anak-anak saya. Karena saya merasa itu adalah passion saya, saya merasa senang dan berbinar-binar saat membuat kurikulum dan melakukan pembelajaran dengan anak saya.
Nikmatilah setiap peran yang sedang kita jalani sekarang ini, lakukan dengan ikhlas sepenuh hati, insyaAllah peran apapun itu jika dijalankan dengan ketulusan hati akan berbuah pahala dari Allah SWT.
Allah telah menciptakan manusia dengan sangat kompleks, terdapat 3 potensi dasar manusia yang telah Allah berikan kepada manusia, yaitu potensi akal, hati nurani, dan emosi/hawa nafsu. Ketiga aspek tersebut merupakan penggerak hidup manusia, salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana menyeimbangkan ketiga aspek tersebut. Dan Allah menghendaki kita agar potensi tersebut dapat tawazun (seimbang) dan sesuai dengan fitrah yang telah Allah berikan.
"Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan. Agar kamu jangan merusak keimbangan itu. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu." _QS. Ar-Rahman : 7-9
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. " _ QS. Ar-Rum: 30
Masalah yang seringkali timbul adalah ketidakmampuan kita mengelola emosi dan menyalurkan nya dengan porsi yang tepat dan sesuai dengan ruang dan waktunya.
Emosi adalah refleksi perasaan serta barometer kestabilan perasaan. Reaksi yang timbul dapat berupa perasaan marah, kecewa, sedih, senang, bahagia. Oleh karenanya emosi dapat bersifat positif dan konstruktif maupun negatif dan destruktif.
- Materi Pra Bunsay 3
Emosi adalah hal yang wajar, jadi pilihlah cara mengekspresikan emosi yang tepat. Jika kita mengekspresikan emosi dengan baik, maka akan timbul good memories tapi jika yang kita ekspresikan adalah sesuatu yang buruk maka akan timbul bad memories.
Anak dengan bekal memori baik akan tumbuh menjadi pribadi yang baik, percaya diri, memiliki emosi yang baik, tapi jika anak tumbuh dengan banyak memori buruk hal itu akan menciptakan inner child yang buruk dan akan mempengaruhi sikap, perilaku, serta kepribadian anak yang akan terus dibawanya hingga besar kelak.
Pentingnya memanajemen emosi terutama bagi seorang ibu yang hampir 24 jam selalu berinteraksi dengan anak-anaknya. Jika ibu tidak pandai memanajemen emosi maka itu pasti akan berpengaruh terhadap pola asuh yang diberikan kepada anak.
Pada NHW Pra Bunsay 3 ini, kami diminta untuk melakukan self healing dengan menggunakan metode Lifeline mapping, melakukan analisa VAKOG dan TFAN, kemudian membuat jembatan MIZAN, menuliskan visi terbaik diri, serta ingin menjadi pribadi seperti apa kedepan.
Langkah-langkah diatas insyaAllah akan membantu kita memaafkan diri kita yang dahulu, menghilangkan inner child yang terluka, kemudian menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepan.
Tugas kali ini benar-benar butuh penyelaman hati, kerelaan diri, keikhlasan untuk memaafkan masa lalu dan mengambil hikmah untuk menjadi pribadi yang baru. Metode self healing 1 dan 2 biarlah menjadi konsumsi pribadi. Berikut adalah contoh step selanjutnya
Contoh kasus Ketika anak dibandingkan berat badan serta tumbuh kembangnya oleh orang lain. Padahal sebenarnya anak kita baik2 saja dan dalam batas normal. Tapi biasa ibu2 sering baper, dan secara gak sadar itu mempengaruhi sikap saya kepada anak saya.
Bismillah, semoga Allah memudahkan diri ini untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari ☺
"Kita tidak dapat mengendalikan waktu, tapi kita bisa memanajemen waktu"
Sejatinya setiap orang diberikan jumlah waktu yang sama dalam sehari, yaitu 24 jam. Yang membedakan waktu setiap orang adalah apakah dia dapat memanfaatkan waktu 24 jam itu dengan produktif/maksimal ataukah menghabiskan waktu 24 jam itu dengan kegiatan yang sia-sia.
Materi pra Bunsay ke-2 kali ini adalah bagaimana kita dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Karena waktu tidak dapat diulang, tidak dapat ditahan, tidak dapat diganti dan tidak dapat dipinjamkan.
Bismillah, dengan membuat daily planner dan mengkategorikan kegiatan berdasarkan Penting mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting mendesak, dan tidak penting tidak mendesak semoga dapat memperbaiki pola hidup dan membuat waktu yang dipunya menjadi produktif
Alhamdulillah Allah berikan saya kesempatan bergabung dengan komunitas Institut Ibu Profesional dan bergabung dalam kelas Bunda Sayang, sehingga saya dapat banyak belajar serta mendapatkan keluarga baru yang senantiasa memberi motivasi serta aura positif dalam menuntut ilmu