Bismillah, hanya Allah, yang dengan segala kuasaNya menjadikan apa yang terjadi hari ini sebuah kebaikan. Kami mohon ampunan dan izinMu ya Allah…
Alhamdulillah setelah menjalani ketiga tahapan bermain di pulau cahaya, akhirnya sampailah kita di wahana terakhir, yaitu Diving. Seperti namanya, saya juga diajak untuk menyelami diri sendiri untuk kembali bertanya. Mengenai siapa saya, bagaimana saya setelah di IIP, lalu apa yang akan saya perjuangkan ke depannya (dengan adanya pembelajaran), dan apa sih common ground saya dengan IIP hingga membuat saya bertekad bertahan dengannya sampai selesai.
Ketika ditanya siapa saya dan bagaimana saya setelah di IIP, ini sangat sangat berkaitan. Di IIP lah saya seperti menemukan tujuan. Eh ternyata jadi istri dan ibu tuh butuh ilmu. Bukan hanya ilmu turun temurun yang kita dapatkan dari orang tua, tapi juga ilmu lebih dalam mengenai kerumahtanggaan dan anak-anak. Ternyata juga, saya sebagai istri dan ibu juga bisa punya passion dan berperan lebih disana. Dengan ikut IIP, saya seperti membuka mata. Way to go!
Apa yang ingin saya perjuangkan ke depannya dengan mengikuti pembelajaran di IIP ini? Di kelas Bunda Sayang kali ini saya pingin banget lebih banyak belajar. Karena dalam sebuah rumah tangga, untuk mencapai sakinah (tenang), mawaddah (cinta), wa rahmah (kasih sayang) butuh banget peran seorang perempuan. Dan ketiga indicator tersebut menurut saya bisa didapat dengan belajar salah satunya di kelas Bunda Sayang ini.
Saya sempet terpesona dengan bagan ini…
Jadi pada intinya, semua yang kami pelajari di IIP merupakan dasar dari perwujudan akhlaq mulia untuk apapun peran yang sedang dijalankan. Apakah menjadi seorang istri, ibu, termasuk seorang perempuan dalam kehidupan sosialnya secara umum. Jadi ketika melihat ini, saya seperti menemukan jalan. Wah ya ini yang saya cari. Karena sesungguhnya lagi, apapun yang kita lakukan adalah sebagai bentuk untuk beribadah kepadaNya.