Risky Arinda Surya_NHW#2
Nice Homework 2 pada program Matrikulasi Intitusi Ibu Profesional kali ini unik, karena di tugas ini ada sesi diskusi dengan suami dan anak-anak (saya sih masih diskusi dengan suami saja hehe). Berhubung saya sekarang sedang LDR-an dengan suami (T-T) jadi sesi diskusi kami lakukan via platform Whatsapp.
Sedikit curhat, saat saya bertanya pada suami,”Istri yang seperti apa yang bisa bikin ayang bahagia?” pertanyaan yang menurut saya simple itu saya ajukan sejak 2 hari yang lalu. Namun suami tak kunjung member jawaban. Panik juga ini deadline tugas sebentar lagi, saya tanya tiap pagi siang sore malam belum juga suami mau menjawab.
Sempat terbersit,”Sesusah apa sih jawab kriteria istri idaman?”
Sampai pada akhirnya suami menjawab pagi ini. Suami bercerita bagaimana beliau ini cukup kesulitan memikirkan jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan. Saya tertegun juga mendengar jawaban yang dijabarkan olehnya, betapa suami saya memikirkan dengan serius jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan. Suami bercerita bahwa beliau semalaman memikirkan jawaban, serta sempat membuat list istri dan ibu seperti apa yang bisa membuatnya bahagia. Namun list tersebut urung diberikan kepada saya.
Sebagai gantinya, suami mengutarakan isi hatinya selama menjalani masa pernikahan kami, yang mungkin bisa saya sebut digital love letter. Intinya daripada terpaku pada list yang urung diberikannya pada saya, suami lebih memilih dan memercayakan saya untuk menjadi diri saya sendiri dan mengembangkan potensi saya (sebagai individu, istri, dan kelak ibu) karena menurutnya setiap orang dilahirkan unik.
Hal yang saya syukuri dari tugas ini adalah adanya komunikasi yang kemudian meningkat menjadi curahan hati suami saya dan saya, dan mungkin juga terjadi pada ibu-ibu lain yang juga mengerjakan tugas ini :)
“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN” a. Sebagai individu b. Sebagai istri c. Sebagai ibu
Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.
Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan. Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.
Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu: - SPECIFIC (unik/detil) - MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar) - ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah) - REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari) - TIMEBOND ( Berikan batas waktu)
Jawaban saya:
a. Sebagai individu
Membaca dan memahami sirah Nabawi Rasulullah saw (minimal seminggu 1x)
Sholat tepat pada waktunya (setiap hari, 5 waktu, di awal waktu)
Sholat Dhuha (setiap hari, minimal 2 rakaat)
Membaca buku popular (minimal 1 buku, dalam sebulan)
Membaca berita harian
Membaca Al-Qur’an (setiap hari, minimal 1 halaman)
Menanam bibit tanaman (minimal 1 minggu sekali)
Merawat bibit dan tanaman yang sudah ditanaman (setiap pagi)
Mempelajari berbagai hal soal kehamilan, kelahiran, dan merawat bayi
Olahraga (minimal seminggu 1x)
Makan makanan sehat (setiap hari)
Menulis
Terlibat aktivitas di lingkungan rumah (minimal seminggu 3x)
Berpikiran positif
b. Sebagai istri
Menjadi partner diskusi dan ngobrol suami (setiap hari)
Meminta ijin suami setiap kali berkegiatan di luar rumah (setiap bepergian tanpa suami)
Quality time (seminggu 3x, jika suami sedang tidak bertugas lapangan)
Merapikan rumah (setiap hari)
Berdandan dan berpakaian rapi jika suami di rumah
Memasak (minimal 4x seminggu)
Mengevaluasi target dan cita-cita yang sudah direncanakan (sebulan 2x)
c. Sebagai ibu (jangka pendek, asumsi anak 0-2 tahun)
Memberikan ASI eksklusif (setiap anak lapar)
Memberikan MPASI setelah anak 6 bulan
Menjemur anak di pagi hari (minimal seminggu 4x)
Mulai membacakan dongeng (minimal seminggu 1x)
Membiasakan anak melihat orangtua beribadah
Mengajak anak berkomunikasi (setiap hari)
Memenuhi hak imunisasi anak (sesuai jadwal)
Membentuk bonding antara ayah-anak
















