Dengan diri sendiri saja aku tak mampu berdamai, lalu apa yang bisa kau harapkan?
Perang?
seen from Hong Kong SAR China
seen from Indonesia

seen from United States
seen from Thailand

seen from United States

seen from United States
seen from Singapore
seen from Chile

seen from Australia
seen from Bolivia

seen from Canada

seen from Pakistan
seen from Tajikistan
seen from Brazil
seen from Türkiye
seen from Romania
seen from Tajikistan
seen from United States
seen from United States

seen from United States
Dengan diri sendiri saja aku tak mampu berdamai, lalu apa yang bisa kau harapkan?
Perang?
Maaf...., Terimakasih!
Kita, manusia gak melulu hidup sendirian. Meski ada orang yang memang lebih nyaman untuk sendiri, gak bisa dipungkiri bahwa dia juga butuh orang lain untuk sekedar dimintai tolong, pendapat, jadi rekan kerja atau tempat pulang dari keramaian Instagram, eh. wkwkkw.
Ya, dalam pelajaran IPS pun dijelaskan kalau pada hakikatnya manusia itu makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, kita harus bisa saling menghargai dan juga menghormati, ehmm.. satu lagi guys! 'menyayangi'. Terutama dalam hal saling tolong menolong, ada beberapa hal yang musti diperhatikan.
Setiap pertolongan yang diterima, ada macamnya. Wkwkwk. Ada yang sebagai tanda maaf, terimakasih, paksaan, tulus, dll lah ya tergantung niat manusia yang membantu. Tapi, dibalik berbagai niat² tersebut hal yang nampaknya wajib kita lakukan sebagai yang telah terbantu, yaitu memberikan 'apresiasi'.
Ada saja orang yang tak menyadari bahwa 'maaf dan terimakasih' adalah kata ajaib sebagai apresiasi untuk orang yang telah memberikan bantuan. Bukan hal yang berlebihan kan? Karena gak semua orang yang membantu mengharapkan balasan yang berupa materi. Orang yang tulus membantu itu, beneran deh mereka sangat gak mengharapkan itu,
"cuma pengen bantu aja", pasti gitu kalo ditanya.
Malahan kalau kita apresiasi dengan hal² yang berupa materi bisa saja 'merusak' keikhlasan yang sudah dibuat kukuh oleh sang penolong. Makanya, 'maaf dan terimakasih' adalah kata yang sederhana, namun tak ternilai maknanya. Kata ajaib klo ku bilang.
Juga, yang lebih penting adalah kata² tersebut tanpa kita sadari dapat memotivasi orang lain untuk terus berbuat baik.
"Maaf ya dah ngerepotin, Makasih bgt yaakkkk!"
Dah gitu doang, terus aku gimana??
Jangan ditanya! pastinya Senaaaangggg sekaliiii.
Bukan karena aku mengharapkan balasan budi, tapi karena ada kepuasan tersendiri yang kalau diungkapkan mungkin gini bunyinya, "Alhamdulillah, aku bisa berguna untuk orang lain", tapi bukan itu sih, apa yaa.. aku gak ngerti bahasanya tuhh.
Ya, semoga ada yang bisa dimaknai ya dari tulisan ini. Gitulah pokoknya. Intinya jangan lupa bilang maaf dan berikan apresiasi 'terimakasih' buat siapapun yang telah menolong kita, ya! sekecil apapun pertolongannya!
Ramadan ke #14
Jika besok tiba, maka genaplah puasa ini jadi 15 hari. Kalau berdasarkan angkanya, sudah cukup lama namun jika dirasa-rasa, seperti baru kemarin. Oh ya, apa kabar kebiasaan harian, apa sudah berubah? Atau masih sama saja dengan bulan bulan sebelumnya?
Rasanya, di bulan ini semua orang berlomba-lomba saling meningkatkan ibadahnya. Yang tadinya sehari belum tentu buka al-qur'an kini minimal setiap sholat subuh membaca satu halaman, yang tadinnya tak pernah sholat tahajjud kini sebelum sahur selalu menyempatkan 2 rakaat tahajjud, yang tadinya tak pernah sedekah kini tiap tarawih selalu sedekah di kotak amal mushola, dan banyak lagi. Euforia itu sungguh aku rasakan disekitarku. Jadi, jika kalian masih bingung mengapa bulan ini selalu dirindu adalah karena suasananya yang tak biasa yang penuh dengan kebaikan-kebaikan di setiap sudutnya.
Karena di bulan ini, kita dididik oleh Allah untuk menjadi baik dan lebih baik. Semoga apa yang selalu kita usahakan dan yang kita perbaiki dari ibadah kita di bulan ini akan terus berlangsung terus dan langgeng sampai bulan-bulan setelahnya, sampai di ramadan berikutnya, berikunya lagi, dan berikutnya seterusnya.
يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِيْنِكَ وَ عَلَى طَاعَتِكَ
" Wahai Maha Pembolak-balik hati, tetapkanlah hati ini dalam agamaMu dan ketaatan padaMu" Aamiin.
“Hal yang tak mungkin untuk memaksa lingkungan sesuai dengan apa yang diinginkan”
Ya kan?
Makanya istilah seleksi alam ada. Seberapa kuat kau bisa bertahan sekuat itu juga kau berusaha beradaptasi. Bukan berarti kita juga harus sejaaalaaan terus dengan lingkungan, karena tak semua kebiasaan yang dilakukan itu baik.
Oh. Iya. Ambil yang baik tinggalkan yang buruk. Juga, temukan cara lain untuk tetap bisa tumbuh. ^^
Pada akhirnya, menyakitimu hanya akan mematahkan diriku sendiri.
"Jika tidak bisa jadi yang terbaik, jadilah yang satu-satunya"
Mungkin kita tidak bisa jadi yang terpintar, tapi kitalah satu²nya yang paling pagi berangkat sekolah lalu menunggu bel sambil membaca buku.
Mungkin kita tidak bisa jadi yang tercantik/terganteng, tapi kitalah satu²nya yang memberikan sapaan terlebih dulu saat bertemu rekan kita.
Mungkin kita tidak bisa jadi yang terkaya, tapi kitalah satu²nya yang selalu mengisi kotak amal di masjid setelah shalat lima waktu.