DIBALIK SELEMBAR KAIN Pernah aku melihat dalam hitam Memang tak tampak, tapi terasa Entahlah, barangkali dari matamu. Pernah sedikit bergejolak. Tak sakit, tapi terasa, barangkali dari sikapmu. Pernah juga terkagum Tak diduga, datangnya pun tiba² Barangkali dari tuturmu. Pernah kutanyakan pada Tuhan ku, tak ada jawab Pernah kutanyakan pada indahnya belantara, mereka hanya tersenyum melambai pelan bersama angin Pernah juga ku tanyakan pada indahnya gagahnya langit, namun mereka hanya tersenyum mengisyaratkan awan nembentuk simpulnya. Dan jawaban dari semua pertanyaan ternyata kamu. Berucap syukur pun hampir ribuan. Dan tak pernah kutemukan teduhnya hati Tak pernah kurasakan tenangnya jiwa. Selain dibalik matamu, yang terpancar cahaya surga. Cahaya surga dibalik selembar kain. Sumbawa besar, 23 Juli 2017













