Dalam Kota
Dalam kota yang melewati lembah, menyusuri tebing dan menerjang angin, aku terpukau.
Dalam kota yang dinginnya menusuk tulang, teriknya membakar kulit dan risaunya menentang hati, aku terpukau.
Dalam kota yang sunyinya menenangkan dan ramainya yang menentramkan aku terpukau.
Dalam kota, dalam ingatan, mencoba menyelam ke yang paling dalam hingga tenggelam.
Ahh. Bagaimana bisa secepat ini aku harus menghadapi rindu. Padahal rasanya baru saja kemarin kita bertukar tawa, mencoba mengubah suasana dengan liar. Baru saja kutemukan, kupikir akan menjadi mentari terbit, ternyata hanya sebuah senja. Tinggal kuhitung saja tiap detik dengan jariku yg utuh.
Tapi aku dan kamu kan bukan kita, jadi untuk apa memaksa. Biar kamu dan dia jadi kalian. Aku disini saja tetap menyeduh kopi, menyaksikan dentuman jam yang terasa begitu cepat. Apa ya....... sebut saja ini rindu. Iya.......kamu.
Atambua, 10 Juli 2020














