Tak Semata
Hidup ini tak semata aku, kamu dan mereka yang memiliki akal. Jika akal berfungsi untuk berpikir, maka sejatinya adanya menjadi suatu kepastian untuk mencari yang benar. Mencari sesuatu yang lain yang lebih dari aku, kamu dan mereka. Karena aku, kamu dan mereka adalah sama. Tak lebih kuat satu sama lain. Menjadi suatu keniscayaan mencari yang lebih kuat, lebih dari segala yang ada dari pandangan manusia.
Adalah Allah swt. Yang Maha Segala. Pencipta alam semesta beserta isinya. Juga sebagai Pengatur kehidupan dengan segala keteraturan.
Syahadat tak berhenti di lisan. Adanya hingga menghujam sanubari. Mengalir bersama darah. Juga terpancar dari setiap tingkah laku. Tak lagi ada kata tapi, nanti, dan berpuluh sinonimnya. Hanya ada ketundukan tanpa syarat pada syariatNya.
@naraafirdausy














