Cermin
Lihatlah pantulan di depanmu itu. Yang tak jarang kamu menepiskannya. Membuang muka seolah kamu terlupa. Entahlah benar-benar lupa atau pura-pura lupa. Kamu mengaminkan setiap amalan yang tak jarang kamu alamatkan ke orang-orang yang berada di depanmu atau tanpa sengaja kamu bertemu dengannya.
Tanpa berpikir lantas kamu berhak untuk menghakimi sesiapa yang dengannya menurutmu sudah tak sesuai syara’. Allahu, istighfarlah. Jangan biarkan setan menang dengan bisikannya.
Ingatlah, bisa jadi orang yang kamu bilang tak tepat itu hakikatnya kamu juga melakukannya. Tanpa kamu sadari. Bukankah seseorang atau beberapa orang kadang cerminan diri? Yang Allah kirimkan untuk mengingatkanmu agar tak bersikap serupa. Untuk memuhasabahmu dengan caraNya. Atau untuk meneguhkan kesabaranmu untuk senantiasa dilapangkan.
Wahai diri! Belajarlah dari sesiapa yang tengah menyapamu saat ini. Jika ada ketidaktepatan ingatkan dengan ma’ruf. Jika ada kejengkelan merasukimu segera istighfar agar dirimu tak dikuasai setan. Orang yang tengah berada di hadapmu adalah cerminanmu. Pandanglah dari sudut yang lain agar semua tampak sehingga kau tak salah tebak. Tepat. Dan tak mengedepankan prasangka belaka. Prove!
@naraafirdausy













