Hebatnya Allah, bisa membalikkan hati hamba-Nya.
Rasanya ingin tertawa geli mengingat dulu, saat aku pernah begitu diperbudak oleh perasaan, budak cinta kalau orang - orang sekarang bilang. Hehe.
Aku meringis sekarang karena fase itu rasanya sudah usai. Aku masih belum tahu makna sebenarnya, ada apa dengan hati ini? Rasanya benar - benar redup, offline untuk mengirimkan pesan perasaan. Hahaha, terdengar lucu, ya?
Tunggu, biar kuhela napasku dulu untuk melanjutkan. Karena aku rasa, ini memang tidak mudah.
Diujung kesimpulanku, aku harap, ini adalah pertanda Allah ingin menjauhkanku dari cinta yang salah, dan mengistirahatkanku dari perasaan yang tidak perlu.
Setidaknya itu kalimat positif yang masih bisa kugenggam. Selebihnya aku pasrahkan pada Yang Berkuasa atas setiap hati.













