Dan di sinilah aku; terpatri dalam sebuah energi yang hening, sedang hati berontak bising.

❣ Chile in a Photography ❣
Keni

JVL
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Three Goblin Art

Product Placement
art blog(derogatory)
noise dept.
styofa doing anything
trying on a metaphor

@theartofmadeline
todays bird

tannertan36

祝日 / Permanent Vacation
Cosmic Funnies

Kiana Khansmith
Misplaced Lens Cap
Show & Tell

★
Stranger Things

seen from Malaysia
seen from United States
seen from France
seen from Japan

seen from Japan

seen from United States
seen from Palestinian Territories

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from United States

seen from Chile

seen from France
seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
@hanifahdwis
Dan di sinilah aku; terpatri dalam sebuah energi yang hening, sedang hati berontak bising.
Kadang kita terlalu banyak mengalihkan kesedihan, padahal yang kita butuhkan adalah mengakui kesedihan itu sendiri.
Akui sampai akhirnya kita sadar bahwa kita ini memang lemah dan sangat butuh bersandar pada Yang Maha Memberi Kekuatan.
Laa haula wa laa quwwata illa billah
Aku mulai berhenti menata,
setiap apa yang seharusnya memang berantakan.
Aku cukup berani,
untuk tidak terlalu keras menahan badai yang memang telah ditakdirkan datang.
Aku berusaha mengikhlaskan,
apa - apa yang memang tidak pernah bermaksud untuk tinggal.
Dan mencoba tenang,
atas gemuruh yang bukan kuasaku untuk diredam.
Cirebon, 26 Juni 20.36 WIB
Jika bencana alam terbesar di Indonesia adalah tahun 2004 saat gempa bumi dan tsunami menyapu Aceh.
Maka, bencana terdasyatnya adalah hari ini: saat Indonesia dipimpin oleh para petinggi yang mengguncang seluruh dataran bumi pertiwi hanya untuk urgensinya sendiri.
Ironis, miris.
Hari ini Indonesia gelap sekali, tertutup asap polusi ketamakan pemimpin sendiri!
Juni 2026. Rakyat Indonesia mencatat sejarah atas ketidakadilan yang semakin mengerucut ke bawah —dekat dengan hati yang hidupnya kian hari kian sengsara.
Rindu yang Diam
Hai. Selamat malam, apa kabarmu?
•••
Pernahkah rindu itu terlintas?
Mungkin hanya sedikit sekali di pikiranmu,
atau sedikit menggelitik hatimu yang sedang sendu
Atau bahkan kamu pernah berlama - lama membiarkannya larut
Rindu...
yang sempat kamu timang - timang
yang pernah terlalu dalam,
yang sekarang telah terlarang
meskipun tidak pernah benar - benar bisa hilang.
Rabu itu, aku memang benar - benar meminta kepada Tuhan.
Bukan tidak sengaja, aku menangis dalam doa saat hujan sore itu turun ke bumi.
Aku tidak minta macam - macam.
Karena aku terjebak dalam dua rasa; ingin memilikimu dan merasa harus melepaskanmu sebelum terlambat.
Karena kegelisahan yang teramat sangat, aku sudah sangat jauh dari Sang Pemberi Amanat.
Aku memilih, untuk jujur pada diriku sendiri dihadapan-Nya.
Bahwa aku mulai mencintaimu terlalu dalam. Hingga banyak melupakan-Nya.
"Ya Allah, jika memang dia untukku, maka dekatkanlah dengan cara yang baik, namun..."
Dengan harapan cemas aku meminta untuk hal terbaik yang Dia miliki, "...jika memang bukan dia orangnya, tolong jauhkanlah sejauh - jauhnya. Dengan cara-Mu."
Dan itulah terakhir kalinya aku berharap atas namamu di dalam do'aku. Karena saat hujan itu mereda, air mataku jatuh sebanyak yang tidak pernah bisa kusangka.
Allah Mendengarku, meski dengan segala kejahilanku selama ini. Dia dengan Segala Kekuasaan-nya, memberikan aku kesempatan untuk pergi darimu.
Jauh dan tidak kembali. Tidak akan pernah.
Terima kasih atas pelajaran yang sangat berarti dalam hidupku.
Dan terima kasih atas luka yang tidak pernah benar - benar sembuh.
Sibling's Issues
Sound on. 👆
Anak pertama atau anak kedua, sama - sama punya persoalan masing - masing. Meskipun lahir dari orang tua yang sama, tapi masa dan perlakuan-nya pasti berbeda. Dan anak juga punya respons yang berbeda berdasarkan karakter dan sifat masing - masing.
Masalah persaudaraan; terlampau banyak.
Perkara sering dibanding-bandingkan, adanya tanggungjawab mutlak yang tidak pernah tertulis, tentang rasa kesal dan marah yang terlalu dalam dan belum paham untuk diredam, bahkan soal rasa saling yang tidak pernah berani untuk terucapkan.
Semua dalam porsinya, ada luka yang tidak pernah benar - benar sembuh. Dan hanya menjelma menjadi reaksi nyata yang dipertanyakan di kemudian hari. Ada pola yang tidak pernah bermaksud merusak, tapi cukup untuk mempersempit ruang.
Kami mencoba, untuk jadi yang paling baik. Melalui banyak versi; yang pernah ditanam atau yang kita coba perangi. Sesuatu yang terlalu bertentangan untuk disatukan, namun hanya butuh waktu untuk saling berdamai.
Dan anak pertama atau anak kedua, kami adalah orang - orang yang berusaha.
Catatan lama, 2022 — Bandung
#adikadikgakusahikuthahahaha
Begitu merasa bertanggung jawab dengan perasaan orang lain, tapi terlalu lengah pada perasaan diri sendiri.
Hm, payah.
You're Not For Anyone
hanifahdwis
Kamu bukan untuk siapapun.
Bukan untuk orang tuamu.
Bukan untuk pasanganmu.
Bukan untuk anakmu.
Bukan untuk mereka di sekitarmu.
Jika kamu memberikan manfaat, bi'idznillah.
Jika kamu menebar kebaikan di antara mereka, itulah perantara dari Allah.
Kamu bukan untuk siapapun.
Kamu hanya untuk Allah.
Maka semua apa yang dikerjakan buatlah karena Allah, untuk Allah.
Lantas tidak bisa seorang manusia menyenangkan semua makhluk.
Sudahi susah payahmu itu.
"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku" Q.S. Adz-Dzariyat : 56
Cirebon, 20 Des 2025
Ternyata yang bikin sedih itu bukan ditinggal, tapi baru sadar kalau selama ini aku kesepian.
Dengan kehadiran seseorang yang cuma sebentar, aku jadi tahu dan terasa kalau selama ini aku kesepian. Ternyata ada ruang kosong yang baru terisi, lalu harus kukosongkan lagi.
Yah... pentingnya jujur sama diri sendiri perihal apa yang kita rasakan. Kalau terlalu ditekan, pas ada trigger bisa jadi boomerang. Pun sebaliknya.
Dunia sibuk sekali, penuh dan sesak.
Sudah banyak musibah, banyak juga yang memecahbelah; bicara semaunya, bermain hakim pada yang bukan haknya.
Ya Allah, lekas pulihkan Indonesiaku. ❤️🩹
Sekarang, Allah, aku malu atas ribuan tanya "kenapa?" tentang takdir yang sedang Engkau sematkan di dalam hidupku.
Aku berhenti mencari jawaban yang paling logis dalam kepalaku, ya Allah.
Aku ini 'milik-Mu', Engkau yang mengurus segalanya. Dari mati lalu hidup sampai sekarang. Lantas untuk apa aku bersikeras mencari jawaban atas yang bukan hak-ku?
Itu hak Engkau, sungguh, aku mengerti sekarang, ya Rabb. Kewajibanku adalah untuk menerima dan meminta pertolongan dari-Mu. Tidak perlu banyak tanya. Bukan begitu, Allah-ku Yang Maha Pengurus Segalanya?
Kuserahkan semuanya, ya Rabb-ku Yang Maha Pengasih, aku sudah tidak mau repot - repot banyak berpikir dan mencari jalan keluar sendiri. Pun, sudah seharusnya begitu sejak dulu. Aku meminta hak-ku atas pertolongan-Mu, ya Allah, sungguh janji-Mu adalah benar.
Yang terpenting, Allah; Tolong terima uluran hati dan jiwaku, tuntun aku selalu ke jalan yang Engkau ridhai sampai akhir nanti.
Aamiin.
Dalam hening, aku biarkan berisikku menghantam langit - langit. Tanpa suara. Tanpa tanda tanya. Hanya untaian hati yang melolong — meminta ditenangkan.
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِي, ya Rabb
Hidup ini gak akan pernah tenang dengan lapangnya rezeki, sempitnya hati.
Dua yang gak bisa disatukan untuk dapat ketenangan.
Dari jatuh bangunnya keimanan, aku sadar; sebagai manusia tidak ada yang sempurna. Lebihnya, tidak boleh merasa diri lebih baik dari orang lain — fokus membangun dan memperbaiki diri sendiri lebih dulu.
InsyaAllah lingkungan akan mengikuti. Perlahan dan tenang.
Setiap mendekat kembali ke Allah —padahal baru merangkak lagi — rasanya asa dan semangat juga ikut kembali. Kembali dipahamkan kalau selama ini, aku terlalu larut memikirkan bagaimana bisa damai di dunia, alih alih mendekati Sang Penciptanya.
— Alhamdulillah terimakasih Allah, semoga bisa istiqamah