Sejatinya, aku hanya ingin mencintai dengan utuh, tanpa dusta, tanpa gundah, tanpa resah, tanpa rasa bersalah, tanpa rahasia dan tanpa TAPI
Norma edisi bijaq di siang bolong, 2015

seen from Sweden

seen from United States

seen from Italy
seen from Yemen
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from Yemen
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Singapore

seen from Germany
seen from United States
seen from Ukraine

seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
Sejatinya, aku hanya ingin mencintai dengan utuh, tanpa dusta, tanpa gundah, tanpa resah, tanpa rasa bersalah, tanpa rahasia dan tanpa TAPI
Norma edisi bijaq di siang bolong, 2015
Jalani saja pala lu peang
Segimana dipaksanya seseorang buat disuruh "jalani aja" tapi dia tau hal yang dilakuin itu salah ya ngga mungkin dia bakal tenang nge"jalani-n aja"nya. Dimana-mana orang menjalankan sesuatu yang salah mah ngga ada ceritanya bisa idup tenang. Ada aja pasti yang bikin resah, gundah, ngga tenang, dihantui rasa bersalah. Harusnya, mending sakit sekarang lepas yang bukan seharusnya kamu lakukan daripada terusan ngerasa bersalah.
Semakin kesini semakin ngga bisa di-bodo amat-in. Karena sejatinya hati ngga untuk di-dua-in dan di-main-in
Norma, dalam keresahan yang entah gimana
Hidup itu pilihan. Tidak semua hal dapat dijawab dengan "Jalani Saja
Sayang, cobalah memilih. Cobalah beri keputusan pasti. Bukan ku menuntutmu untuk melukai hati, tetapi perlu adanya pilihan hati. Tak bisa begitu saja semua hal kau bilang "jalani saja". Denganku kau katakan itu, kepadanya kau ucap pula hal serupa. Layaknya aku yang telah memilih jalanku denganmu, dengan segala resiko yang ada, ku mohon putuskan pilihanmu dengannya atau denganku, jangan semua kau kata "jalani saja". Hatiku tak semudah itu. Hobingetik
Jangan jadi pria bangsat yang mau menangnya sendiri
Berpura-pura masih mencintainya, sedang disini berkata sayang kepadaku. Menyuruhku menunggu, dengan tidak memutuskan hubungan dengannya. Bagus, jika aku meninggalkanmu, kamu masih punya dia. Jika terpaksa kamu harus berpisah dengannya, kamu masih punya aku. Sayang, perihal hati tak sebercanda itu :)) HOBINGETIK
Logika yang memaksa egois, namun hati yang memaksa iba. Karena hati sejatinya suci, maka harusnya kata hati lah yang di ikuti, bukan kata otak. Jadi, haruskah sekarang juga aku beranjak pergi?
Dengan dua pilihan yang berat, pertama atau kedua, akan selalu ada pihak yang tersakiti. Setidaknya, jika kamu berjiwa besar, maka harusnya kamu rela tersakiti demi kebahagiaan orang lain :') Hobingetik
Sejatinya hidup penuh dengan pilihan. Pilihan untuk meninggalkan dan menahan sakit sendiri, atau pilihan untuk bertahan dengan dihantui rasa bersalah. Keduanya menyakiti hati, maka pilihlah dengan sangat hati-hati
Norma, masih berada ditempat yang sama
Sebuah pengakuan dosa telah dilakukan. Harusnya, taubat lah akhir dari tujuan pengakuan, bukan lebih berleha-leha diatas dosa yang ada
Tuban, 24 Desember 2015