Awal terbentuknya pose senyum "default",, 😁😁 . . #throwback #nostalgia #nostalgiasmp #nostalgia2000an #jamansmp #blackwhitephoto #funtimes (di SPENSA) https://www.instagram.com/p/BnrHCqsn0BO/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1wijwlg89hera

seen from Netherlands

seen from Germany
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Australia
seen from Jamaica

seen from Spain
seen from Spain
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Hong Kong SAR China
seen from Italy
seen from Italy
seen from Malaysia
seen from China
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Spain
Awal terbentuknya pose senyum "default",, 😁😁 . . #throwback #nostalgia #nostalgiasmp #nostalgia2000an #jamansmp #blackwhitephoto #funtimes (di SPENSA) https://www.instagram.com/p/BnrHCqsn0BO/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1wijwlg89hera
Tentang CUWI dan Geng Pojok
Cerita ini terjadi saat saya masih berada di kelas 8 (1 SMP). Sejak awal masuk, saya selalu duduk di dekat jendela (dekat dinding kelas), baris ketiga dari belakang. Pada awalnya saya masih belum mengenal sekitar saya, saya hanya mengenal teman sebangku saya, sebut saja namanya Wind. Saya lupa bagaimaa saya mengenalnya tetapi seiring berjalannya waktu saya semakin akrab dengannya, begitu pula dengan dua orang teman laki-laki yang duduk di depan saya. Sebut saja Chan dan Iq. Saya juga lupa bagaimana saya dan Wind menjadi akrab dengan mereka berdua. Semakin akrab, kami sering bermain bersama, berbagi cerita atau yang sering disebut dengan curhat (curahan hati) bahkan Chan dan Iq tidak pernah malu menunjukkan kebiasaan ‘buruk’ mereka. Jika salah satu dari kami sakit, kami saling menengok ke rumah. Jika kami punya masalah, kami selalu berbagi cerita. Sampai pada suatu hari, Chan mendapat ide untuk menyatukan nama kami dan terbentuklah kata CUWI yang terinspirasi dari nama sebuah permen cokelat yang sedang trend saat itu. CUWI adalah singkatan dari nama kami, yaitu: Chan,Um,Win,dan Iq. Dan sejak saat itu, nama CUWI mulai dikenal. Sebagian orang mengira kami adalah pasangan, karena kebetulan dua orang perempuan dan dua orang laki-laki, padahal kami berteman, ya, lebih tepatnya bersahabat. Mungkin sebagian orang akan mengatakan tidak mungkin ada pershabatan antara laki-laki dan perempuan, tetapi saat itu kami membuktikannya. :-)
Setelah tentang CUWI, muncul lagi tentang beberapa orang yang duduk di barisan belakang saya dan inilah yang disebut Geng Pojok. Sebenarnya, dari awal saya tidak bergabung dengan Geng ataupun tidak membentuk Geng, tetapi sebutan itu muncul dari guru-guru yang mengajar di kelas. Saat itu tidak ada perpindahan tempat duduk sehingga kami tetap berada di tempat yang sama sedari kami masuk kelas 8. Hal itu yang membuat kami semakin akrab. Kami memang sedikit ‘berisik’ tetapi kami selalu mengerjakan tugas-tugas kami dan dapat menjawab pertanyaan jika guru bertanya. Dan inilah ciri khusus yang membuat guru-guru menyebut kami sebagai Geng Pojok. Guru sering menyebut Geng Pojok yang berisik tetapi pintar. Geng Pojok yang tediri dari 6 orang laki-laki dan 2 wanita. Sejujurnya, sekarang saya sedikit lupa nama asli mereka, karena dulu terbiasa menggunakan nama panggilan. Sebut saja 6 orang laki-laki itu: Chan, Iq, Wen, Teg, *Jem, dan *(maafkan saya lupa nama seorang lagi), sedangkan 2 orang perempuan adalah saya dan Wind. Sebutan Geng Pojok ini yang cukup menghobohkan karena setiap kali bertemu dengan teman dari kelas lain, mereka selalu menanyakan tentang Geng Pojok, bahkan ada beberapa yang langsung menuju ke kelas untuk mengetahui ‘siapa’ yag disebut Geng Pojok.
Itulah tentang CUWI dan Geng Pojok, satu hal yang pasti: saya merindukan mereka. Semoga mereka, kami, selalu bahagia di tempat kami masing-masing, Aamiin. :-)
*Note: CUWI menghilang setelah Chan pindah ke Jogja dan Geng Pojok menghilang tak tahu waktu. :’(