Membaca cerita-cerita di blog orang lain, jadi membuat saya ingin menuliskan cerita tentang pengalaman luar biasa yang tidak pernah saya bayangkan. Pengalaman itu terjadi di tahun 2014 tepatnya pada bulan oktober, tetapi yang terpenting adalah proses sebelum pengalaman itu terjadi.
10 September 2014 adalah hari saat saya melakukan sidang Sarjana setelah berbulan-bulan berkutat dengan penelitian. Penelitian saya berjudul : Pemanfaatan oleoresin cabai untuk film antimikroba penghambat pertumbuhan Escherichia coli. Dari judulnya saja sudah dapat diketahui bahwa penelitian dilakukan di lab. Penelitian inilah yang terkadang membuat saya merasa down ketika hasil tak sesuai dengan literatur sehingga saya harus berulang kali melakukan pengujian sampai terkadang saya lembur untuk melakukan penelitian. Yah, namanya juga berkutat dengan mikroba jadi hasilnya tidak express atau tidak dapat langsung diketahui, harus menunggu sampai waktu yang ditentukan #berasanunggujodoh. Terkadang saya juga merasa sedikit sedih ketika sudah mulai banyak teman satu angkatan yang lulus dengan penelitian yang tampak sederhana, tetapi mungkin itu pendapat saya karena setiap orang pasti mempunyai kesulitannya sendiri. Selama masa penelitian, saya rutin melakukan shalat hajat agar dipermudah dan diperlancar, khususnya agar saya dapat lulus tepat waktu dan tidak perlu membayar biaya untuk semester 9. Panjang cerita sampai akhirnya saya berkonsultasi dengan dosen pembimbing (dosbing) untuk menentukan tanggal sidang dan terpilihlah tanggal 10. Alhamdulillah, sidang lancar walaupun ada beberapa pertanyaan yang tidak dapat saya jawab. XD
Sehari setelah sidang, saya langsung menyelesaikan revisi skripsi untuk dosen penguji dan dosen pembimbing. Alhamdulillah, Allah swt begitu baiknya dan dosbing serta dosen penguji saya juga begitu baiknya sehingga dalam sehari skripsi saya sudah selesai direvisi dan dapat langsung diperbanyak untuk pengeluaran SKL (Surat Keterangan Lulus). :-)
19 September 2014, Alhamdulllah saya sah dinyatakan Lulus dengan dikeluarkan SKL. Alhamdulillah, saya juga begitu mudahnya dalam pengurusan SKL, pembebasan biaya, dan pendaftaran Wisuda sehingga membuat beberapa teman saya merasa heran karena mereka lebih dahulu sidang tetapi saya lebih dahulu mendapatkan SKL. Saya fikir itu adalah The power of pray! Walaupun seringkali merasa down, tetapi saya tidak pernah berhenti berdoa untuk dipermudah segalanya. :-)
Seminggu setelah pengurusan SKL, saya masih bersantai sembari membereskan file-file penelitian saya dan packing karena masa kos sudah habis.
Beberapa hari sebelum akhir bulan September, saat saya sedang menemani teman sebimbingan untuk berkonsultasi, tiba-tiba dosbing menyuruh kami (satu bimbingan) untuk mengikuti lomba AUCFA*. Saya masih ingat benar bahwa dosbing saya mengatakan “tinggal edit sedikit jurnal penelitian kalian terus ikuti format lomba, formatnya kalian lihat sendiri di web”. Kedengarannya mudah tetapi saat saya membuka website, tarara , , , formatnya cukup banyak dan point yang paling penting dan cukup membuat saya shock adalah full in English. Sejujurnya, pada awalnya saya sedikit ‘malas’. Saya begitu merasa tenang ketika SKL sudah keluar karena yang saya fikirkan setelah SKL, sudah tidak ada apapun yang berhubungan dengan skripsi #sudahterlalujenuh. Tapi ternyata, kenyataan mengatakan lain,haha #lebaymodeon. Dengan kemampuan bahasa inggris yang minim, akhirnya saya membuat paper untuk lomba. Dalam fikiran, saya hanya ingin menghargai perintah yang diberikan oleh dosbing karena bagaimanapun juga dosbing saya sangat membantu dalam penelitian saya dan beliau juga yang membiayai penelitian saya. Sampai pada akhirnya, saya mengirim paper untuk lomba.
Beberapa hari berlalu, saya tidak pernah mengecek email dan tiba-tiba saat malam hari (12 Oktober 2014) ada pesan masuk ke hp saya dari salah satu finalis lomba yang menanyakan penampilan untuk cultural night. Saya yang tidak tahu apa-apa,spontan langsung menanyakan maksudnya, saya fikir salah kirim pesan. Si pengirim menyarankan saya untuk mengecek email. Dan jengjeng , , , ada beberapa pesan di inbox email saya dari panitia AUCFA*, salah satunya mengatakan bahwa saya lolos sebagai salah satu finalis lomba. Shock luar biasa karena ternyata tanggal 15 adalah hari H (hari presentasi paper) dan semua finalis harus sudah mengirimkan file ppt tanggal 14.
13 Oktober 2014, saya seharian di dalam kamar kos mengumpulkan kembali literatur dan file skripsi untuk membuat file ppt, yang tentunya full in English. Saya membuat sederhana sembari saya belajar untuk presentasi. Beberapa waktu saya meminta bantuan teman saya berinisial M untuk persiapan presentasi. Terima kasih sekali untuk duo M. :-)
14 Oktober 2014, saya sudah mengirim file ppt ke email panitia. Saya masih belajar melakukan presentasi dalam bahasa inggris dan mempelajari kemungkinan pertanyaan yang akan ditanyakan.
15 Oktober 2014. Hari H di IPB Convention Center. Pukul 08:00-12:00 wib masih diisi seminar oleh masing masing perwakilan negara ASEAN. Sebelum waktu shalat dhuhur, diadakan pengambilan nomor urut peserta dan saya berada diurutan terakhir dari yang terakhir karena ada dua sesi (paper dan idea competition) dan saya masuk di sesi ke dua. Setelah shalat dhuhur dan makan siang presentasi dimulai, saya mulai sedikit panik. Beberapa peserta sudah melakukan presentasi, sampai pada waktunya saya dipanggil untuk melakukan presentasi. Saya dapat dibilang nervous berat karena baru pertama kali mengikuti lomba dalam bahasa inggris dan jurinya dari beberapa negara. Alhamdulillah saya dapat melakukan presentasi dan menjawab pertanyaan juri dengan bahasa inggris yang minim. Setelah acara selesai, saya tidak berfikiran apapun, yang terpenting saya sudah tampil.
16 Oktober 2014. Acara campus tour untuk peserta di luar ipb.
17 Oktober 2014. Acara penutupan dimulai pukul 20:00 wib. Saya sangat menikmati acara, sembari mengobrol dengan teman-teman baru dari universitas dan negara lain. Tiba waktunya pengumuman lomba dan tak terduga nama saya disebutkan oleh mc sebagai Third Winner. Saya masih terpaku di tempat saya duduk, sampai mc melihat ke arah saya dan menyuruh saya maju ke panggung untuk pemberian hadiah. Saya benar-benar tidak menduga karena yang saya lihat, presentasi peserta lain lebih bagus dan lebih lancar berbahasa inggris dibandingkan saya. Alhamdulillah, sungguh luar biasa! Teman kos saya mengatakan mungkin ini karena doa dan usaha dari saya. The power of pray! Saya juga ingat bahwa sejak awal masuk IPB, saya selalu berdoa agar saya dapat memenangkan suatu perlombaan sebelum meninggalkan IPB dan doa saya terjawab sudah. :-)
Allah swt memang selalu memberikan sesuatu yang kita butuhkan dan seringkali dengan cara yang tak terduga. Dan dari pengalaman saya sendiri, saya benar-benar merasakannya. Jangan lelah untuk selalu berdoa dan berusaha! :-)
*AUCFA (ASEAN Universities Consortium on Food and Agro-based Engineering & Technology) Conference and Workshop