Merasa gak sih ketika usiamu sudah menginjak angka 25-an, orang-orang mulai sibuk menanyakan tentang “Kapan nikah?”. Ini berlaku banget buat orang Indonesia terutama ketika kamu adalah seorang wanita. Yup, itu yang juga saya rasakan.
Kesel gak? Enggak juga selama pertanyaannya tidak dilanjut dengan “Apa sih yang kamu cari lagi? Gak usah kejar karir deh. Gak usah belajar tinggi-tinggi. Nanti jadi perawan tua loh.”. Guys, ini asli menyebalkan.
Yang perlu ditekankan adalah tidak semua wanita menjadikan pernikahan sebagai akhir dari tujuan hidup. Kita tidak tahu sesulit apa kehidupan yang dia lalui. Mungkin saja ada hal yang jauh lebih penting dari sekedar pernikahan didalam hidupnya.
Tapi kan bersegera menikah itu jauh lebih baik. Yup itu benar, hanya saja apa karena hal itu jadi kita harus berlomba-lomba siapa yang terlebih dulu melepas masa lajang ketika jauh didalam hati kita belum siap? Tidak semua orang beruntung mendapatkan suami yang bisa membimbing isteri dengan baik dan tidak semua wanita kuat menahan apapun yang terjadi setelah menikah.
Emang kamu gak mau punya anak? Jangan ditunda loh sebelum nanti tidak produktif lagi. Heeeeeeeey! Balik lagi, apa sih tujuanmu menikah? Sekali lagi, tidak semua orang memiliki tujuan yang sama. Tidak semua orang berpikir menikah hanya untuk menambah jumlah manusia dimuka bumi ini.
Jadi, mari berdoa saja semoga teman, tetangga, adik, kakak, tante, om, siapa pun itu yang berada disekitarmu dan belum menikah agar segera dimudahkan jalannya menuju pernikahan. Bukankah doa jauh lebih baik daripada komentar tidak jelas dan membuat permusuhan?
Pipit yang kesel lihat orang menyamaratakan tujuan pernikahan semua orang.