Pada Hati yang Berharap Lebih
Perkara jatuh hati hal wajar kita jumpai, boleh jadi adalah bentuk ujian-Nya sampai dimana daya juangmu dalam menjaga diri. Boleh jadi juga jalan menuju dia yang akan jadi partner mu sehidup sesurga nanti.
Untuk perempuan yang saat ini sedang jatuh hati, coba cek kembali. Barangkali kamu hanya jatuh pada dunianya, pada parasnya, pada pendidikannya, pada hartanya. Sebab jika kamu cenderung pada akhlaknya, pada agamanya, pada kebermanfaatan dirinya, kamu tidak akan memilih berlama-lama membiarkan hatimu jatuh sebelum waktunya. Kamu akan cepat kembali menata diri, mengingat bahwa tak ada yang lebih tau perihal takdir selain-Nya.
Untuk laki-laki yang merasa bahwa ia perempuan baik dan ingin kamu usahakan, usahakanlah ia dengan cara yang benar. Jangan dekati jika kamu belum siap sepenuhnya. Jangan meminta ia untuk menunggu kamu yang entah kapan dan tak punya kuasa untuk memastikan keadaan.
Perlu diingat lekat-lekat, perempuan amat mudah terbawa perasaan, terbawa suasana yang kamu ciptakan dengan pernyataan "ingin mengenal, ingin menjaga, ingin memantaskan" lantas ditabraklah aturan, komunikasi yang lama kelamaan nyaman sebelum halal. membuat lupa bahwa pernikahan adalah perjanjian terberat dihadapan-Nya, tanggungjawab yang amat besar untuk dijalani bersama. Lantas kenapa memilih memulainya dengan ketidakbaikan? kenapa tak ingat ada Tuhan semesta alam yang sewaktu dapat membalikkan keadaan?
Maka.. Perempuan.. sebelum memilih seseorang, mulailah dengan cara yang diridhoi-Nya. Jangan khawatir dengan anggapan bahwa kamu tak akan punya pasangan hanya karena menjaga diri dengan benar. Yakinlah Allah akan pertemukan dengan ia yg juga menjaga dirinya. Dengan ia yang meniatkan untuk juga menggapai jannah-Nya. Hatimu akan tentram, kelak keluarga kecilmu akan penuh keberkahan..
Maka.. Laki-laki.. tak usahlah memberikan perhatian di waktu yang salah. Jika sudah merasa siap dengan kesiapan yang cukup upayakanlah dengan kebaikan. Allah akan mengarahkan hatimu pada ia yang juga ingin menemanimu berjuang diatas ridho-Nya, pada ia yang nyaman untuk engkau pandang saat pulang kerumah. Pada ia yang menjadikan rumahmu penuh kedamaian..
Pada hati yang mengharap lebih, cukupkan saja..
Bersabarlah sedikit lagi..
Kamu tak akan pernah menyangka darimana arahNya pengabulan doamu saat ini 🙂 | Insyaallah..