Officially 30
Nggak tahu harus bahagia atau sedih, pas buka mata pagi ini dan menyadari kalau i'm 30 yo right now.
Banyak hal sudah dilalui. Masa remaja berlalu meninggalkan kenangan-kenangan luka dan tawa. Entah bagian mana yang lebih dominan mengisi hati. Kini aku sudah di sini. Kehidupan kepala tiga yang penuh warna.
Jangan tanya pasangan atau keturunan. Karena sampai detik ini, akupun masih menerka-nerka seperti apa rupa mereka. Pasangan yang akan menemani sisa usia, dan anak-anak lucu yang akan mengisi setiap sudut rumah dengan tingkahnya.
*Tarik napas panjang*
Hidup ternyata berjalan secepat itu dan setiap masa berlaku sesingkat itu.
Tidak pernah kubayangkan akan memasuki gerbang ini sekarang. Ketika usiaku masih belasan atau dua puluhan, bayangan kehidupan tiga puluhan seakan samar dan tidak masuk dalam perencanaan. Seakan yakin usiaku tidak akan meninggalkan angka dua sebagai awalan.
Apa yang sudah kulakukan selama 30 tahun perjalanan hidup? Jejak apa yang sudah kutinggalkan?
Tanya itu kini menjadi bahan renungan lebih panjang. Saat kulihat sekitar dan belum ada satupun hal berarti yang kulakukan.
Semoga masih ada kesempatan.
30
usia-usia rawan, kata orang.
usia dimana kesendirian dianggap kutukan. Orang-orang mulai cemas berlebihan sampai akhirnya turun tangan mencarikan pasangan.
Baik, sih. Mereka peduli. Kata orang.
Sudahlah. Kuputuskan menikmati angka 3 ini dengan penuh syukur dan pengharapan. Agar Allah berikan tambahan usia yang sama untuk kedua malaikatku. Satu-satunya yang ingin kubahagiakan saat ini hanyalah mereka. Malaikatku. Keluargaku.
Tulisan ini memang melantur. Anggap saja curahan kilat dari perempuan yang excited dengan usianya :D









